TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Audio Porn, Membebaskan Pendengar untuk Berfantasi Seksual

Audio porn menjadi alternatif mendengarkan cerita seksual

Pexels/Andrea Piacquadio

Jika rutinitas masturbasi atau onani terkesan lebih menjenuhkan untuk dilakukan, maka ada cara terbaik lainnya yang bisa membantu untuk menyalurkannya selain selain menonton video porno atau video dewasa.  

Audio porn bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan rangsangan, bahkan keintiman bersama pasangan ketika sedang mendengarkan cerita-cerita seputar seksual. 

Audio porn adalah bentuk cerita seksi dan erotis yang bisa didengarkan saat sedang bersantai. Sama seperti menonton atau membaca buku-buku bertemakan seks, audio porn ini mengandung konten seksual. Setiap cerita yang didengarkan pun bisa merangsang imajinasi, sehingga mampu membayangkan adegan demi adegan setiap kali mendengarkan audio porn. 

Dilansir dari Bustle, audio porn pun lebih terkesan intim dan begitu personal, sehingga tidak seperti kebanyakan konten visual yang mengandung unsur seksual.

Wah, penasaran mencari tahu terkait audio porn lebih detail? Tak perlu khawatir karena kali ini Popmama.com merangkum informasinya secara detail. 

Audio Porn Memainkan Imajinasi di Otak

Pixabay/Nile

Dilansir dari Times on India, audio porn termasuk salah satu konten seksual yang bisa membuat pendengarnya berimajinasi. Tak jarang, mereka sebagai pendengar pun membuat cerita versi dirinya sendiri dari cerita di dalam audio porn tersebut. 

Bisa dibilang audio porn memang memainkan imajinasi seseorang, bahkan bisa dibandingkan daripada melihat seorang bintang porno di dalam film. Ketika mendengarkan audio porn, pendengar bisa mengatur setiap adegan, pemilihan pakaian, aktor/aktris hingga latar tempat.

Audio porn bisa menjadi cara yang sempurna untuk membuat diri sendiri terangsang. 

Perbedaan Menonton Video Porno dan Audio Porn

Unsplash/We Vibe WOW Tech

Mungkin memang keduanya memiliki hal yang sama, yaitu membuat rangsangan sebelum bercinta atau masturbasi. Hanya saja ada perbedaan yang mencolok dari keduanya, walau sama-sama mengandung konten seksual. 

Audio porn memungkinkan pendengar untuk berfantasi, termasuk dalam mengaturalur cerita tanpa perlu memegang gawai atau komputer di rumah.

Rasanya seperti sedang mendengar pasangan sendiri berbicara nakal seputar seks di hadapan kita, bahkan seolah-olah suara tersebut bisa memberikan rangsangan yang menyenangkan bagi setiap pendengarnya. 

Keintiman yang membedakannya dari video porno biasa, yakni Mama atau Papa hanya melihat para pemain sebagai penonton saja.

Audio Porn Lebih Nyaman Ketimbang Video Porno

Freepik/Jcomp

Devlin Wylde, penulis audio porn sekaligus pembawa acara di Wylde In Bed Podcast mengatakan bahwa menyaksikan film pornografi dapat membawa penonton larut, bahkan seringkali membandingkan diri sendiri.

“Saat menonton video porno, sulit untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan para aktornya, bahkan itu akan membuat diri insecure,” ujar Devlin.

Baginya melalui audio porn, pendengar tidak memiliki perbandingan yang memncolok dengan para pemeran di dalam film porno. Dalam audio pornhanya ada pendengar dan naratornya saja untuk membacakan berbagai cerita seputar seks. 

Menumbuhkan Rasa Keintiman yang Dalam

Pexels/Valeria Boltneva

Bagi Devlin Wylde, sifat ritualistik mendengarkan audio porn secara tidak langsung dapat menumbuhkan rasa keintiman yang mendalam bagi para pendengarnya.

Memasang earphone dan mulai berbaring bisa membuat cerita dari audio porn tampak lebih dekat, bahkan terkesan lebih intim. Tangan pun dengan leluasa dapat menikmati setiap kenikmatan sensual hingga klimaks ketika sedang masturbasi.

Tanpa layar, audio porn terasa seperti pasangan kita yang sedang berbicara langsung. Pendengar pun bisa menikmati berbagai cerita yang erotis dan seksi yang dapat meningkatkan rangsangan. 

Audio Porn Membuat Pendengar Berfantasi sesuai Alur Cerita

Pixabay/lounis production

Fantasi seksual sangat dimanjakan ketika seseorang mendengarkan audio porn, apalagi bisa membayangkan diri sendiri bermain di dalam sebuah cerita yang sedang dibacakan oleh narator. 

Karena tidak dapat melihat gambar atau setiap adegan di dalam cerita, audio porn pun memungkinkan para pendengar menjelajahi keinginan atau fantasi yang mereka diinginkan.

Hal ini tersebut seolah menjadi kesempatan tersendiri untuk mengeksplorasi skenario seksual yang dibacakan narator. Selain dapat meregangkan imajinasi seksi dan liar, para pendengar audio porn dapat membantu setiap kebutuhan seksual ketika sedang masturbasi.

Wah, ternyata audio porn bukan sekadar medium untuk penyaluran hasrat seks semata seperti saat sedang menonton film porno. Banyak kenyamanan yang didapat saat mendengarkan audio porn, termasuk saat berfantasi liar ketika narator membacaan cerita seksinya. 

Sudah siap mencoba aktivitas seksual baru, termasuk mendengarkan audio porn?

Baca juga:

The Latest