Kategori Parafilia, 8 Rangsangan Seksual Ini Punya Fantasi Tak Biasa

Ada penyimpangan seksual yang bergairah ketika melakukan penyiksaan. Jangan sampai jadi korban ya!

11 Agustus 2020

Kategori Parafilia, 8 Rangsangan Seksual Ini Pu Fantasi Tak Biasa
dkoding.in

Paparan dan tema seksual memang sangat mudah sekali didapat apalagi seiring berkembangnya teknologi, termasuk konten yang ada di dunia maya. 

Tak jarang beberapa orang mempunyai rasa penasaran karena tertarik terhadap fantasi seksual yang tidak biasa. Menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) yang ditetapkan oleh APA (American Psychiatric Association) telah ada istilah yang disepakati terkait parafilia. 

Parafilia adalah gangguan emosional yang melibatkan perilaku, dorongan atau fantasi. Kondisi ini akan membuat seseorang memiliki ketertarikan seksual pada objek tertentu, bahkan terkesan menyimpang karena fantasinya berbeda dari orang normal.  

Jika Mama ingin mengetahui informasi terkait rangsangan seksual yang masuk ke dalam kategori parafilia, kali ini Popmama.com akan membahasnya bersama Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt sebagai psikolog klinis yang paham terhadap kesehatan mental. 

1. Voyeuristic Disorder memiliki kepuasan seksual ketika mengamati orang telanjang

1. Voyeuristic Disorder memiliki kepuasan seksual ketika mengamati orang telanjang
Freepik

Kategori parafilia yang pertama yakni voyeuristic disorder. Rangsangan seksual yang satu ini bisa muncul ketika mengamati orang tanpa busana atau sedang menjalani aktivitas berhubungan intim. 

Menurut Alexa, fantasi atau perilaku menyimpang ini biasanya dilakukan dengan mengintip seseorang secara diam-diam. Tujuan pelaku agar mendapatkan rangsangan secara seksual yang membuatnya bergairah. 

Unsur observasi secara diam-diam menjadi ciri khas penyimpangan seksual jenis voyeuristic. Mereka akan menikmati seseorang saat sedang telanjang, bahkan ketika sedang melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat pribadi.

2. Exhibitionistic Disorder memiliki kepuasan seksual saat memperlihatkan kemaluannya ke orang lain

2. Exhibitionistic Disorder memiliki kepuasan seksual saat memperlihatkan kemaluan ke orang lain
raw-multimedia.com

Kategori parafilia lain yang dikatakan sebagai fantasi seks tidak biasa yakni exhibitionistic disorder. Penyimpangan seksual ini seolah akan menciptakan rangsangan ketika berusaha memperlihatkan kemaluan sendiri ke orang lain. 

Menurut Alexa, fantasi atau perilaku menyimpang ini biasanya akan memberikan kesenangan terhadap pelaku karena berusaha menunjukkan organ seksualnya kepada orang yang bukan pasangannya. 

Rangsangan seksual akan muncul ketika orang lain mulai mengamati tubuh pelaku yang terlihat tanpa busana. Tak jarang, pelaku akan mencapai kepuasan secara seksual saat orang lain terlihat kaget atau teriak. 

Seram sekali ya, Ma. 

3. Frotteuristic Disorder memiliki kepuasan seksual ketika menyentuh atau menggesekan kemaluannya ke orang lain

3. Frotteuristic Disorder memiliki kepuasan seksual ketika menyentuh atau menggesekan kemaluan ke orang lain
roomsbooms.com

Frotteuristic disorder termasuk kategori parafilia yang memiliki fantasi seks tidak biasa daripada orang-orang normal lainnya. 

"Rangsangan seksual ini muncul berupa perilaku ketika menyentuh atau menggesekan bagian tubuhnya ke orang lain yang bukan pasangan seksualnya. Rangsangan ini bisa terjadi di luar situasi hubungan seksual yang dijalani olehnya," kata Alexa. 

Perlu diketahui bahwa pelaku akan terpuaskan secara seksual ketika sudah bisa menyentuh atau menggesekan kemaluannya ke orang lain. 

Para pelaku penyimpangan seksual kategori parafilia ini biasanya akan melampiaskan birahi mereka di tempat publik termasuk angkutan umum. Mereka akan menggesekkan alat kelaminnya ke penumpang lain. 

Aksi tersebut bisa terjadi saat angkutan umum sedang ramai, sehingga mereka lebih leluasa. Target mereka dikhususkan ke orang-orang yang sibuk dan tidak sadar bahwa tubuhnya sedang digesekkan oleh alat kelamin para pelaku. 

Kalau ada yang berusaha menempelkan diri di keramaian khususnya angkutan umum, maka perlu hati-hati. Bukan tidak mungkin kalau pelaku sebenarnya ingin menggesekan kemaluannya ke orang lain agar merasa puas secara seksual. 

Editors' Picks

4. Sexual Masochism Disorder memiliki kepuasan seksual saat dirinya sendiri merasa tersiksa

4. Sexual Masochism Disorder memiliki kepuasan seksual saat diri sendiri merasa tersiksa
Instagram.com/thevropes

Sexual masochism disorder termasuk kategori parafilia yang memiliki kepuasan seksual saat disiksa oleh pasangannya selama berhubungan intim. Penyiksaan terhadap diri sendiri ini seolah memberikan gairah.

"Rangsangan seksual ini akan muncul berupa fantasi atau kondisi yang mana pelaku ingin dipermalukan, dilecehkan, disakiti, dipukul atau diikat oleh pasangannya," kata Alexa. 

Penanganan untuk penyimpangan seks ini biasanya melibatkan psikoterapi dan obat-obatan.  

5. Sexual Sadism Disorder memiliki kepuasan seksual dengan menyiksa orang lain saat berhubungan intim

5. Sexual Sadism Disorder memiliki kepuasan seksual menyiksa orang lain saat berhubungan intim
Instagram.com/thevropes

Kategori parafilia lain yang dimiliki oleh sebagian orang yakni sexual sadism disorder. Penyimpangan seksual ini terjadi di mana seseorang akan memperoleh kepuasan saat berhubungan intim dengan rasa sakit. 

Seseorang dengan perilaku ini akan semakin senang dan mencari kepuasan seksual dengan menyiksa orang lain selama sesi bercinta. Mereka tidak peduli pasangannya merasa kesakitan. 

"Rangsangan seksual ini akan muncul berupa fantasi atau perilaku menyengsarakan orang lain seperti mempermalukan, menyakiti, memukul atau mengikat orang lain," kata Alexa. 

6. Pedophilic Disorder memiliki kepuasan seksual dengan menjadikan anak-anak sebagai objek fantasi

6. Pedophilic Disorder memiliki kepuasan seksual menjadikan anak-anak sebagai objek fantasi
Unsplash/Cristina Gottardi

Pedophilic disorder menjadi salah satu kategori parafilia yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksual mereka. Bersama anak di bawah umur, seseorang dengan penyimpangan seksual ini akan mendapatkan kepuasan tersendiri. 

"Rangsangan seksual mereka akan muncul dan lebih ditujukan pada anak-anak di bawah umur, bahkan belum memiliki organ seksual yang matang. Biasanya 13 tahun atau lebih muda, kecuali kalau mereka seumuran," jelas Alexa. 

Kasus seperti pedofil telah banyak terjadi di luar sana. Bahkan pelaku pedofil bisa saja orang-orang terdekat si Kecil, mulai dari orang di dekat rumah atau mungkin pihak sekolah.

Para peneliti dari Cyber Division Innocent Images Nation Initiative yang berada di bawah naungan Biro Investigasi Federal (FBI) menemukan jika ada lima simbol dengan makna terselubung. Kelima simbol yang ditemukan ini digunakan oleh pedofil untuk menunjukkan sinyal preferensi seksual mereka.

Beberapa simbol yang sering digunakan oleh pelaku pedofil telah banyak beredar di dunia maya, antara lain: 

  • The BoyLover (BLogo)
  • Little Boy Lover (LBLogo)
  • Girl Lover Logo (GLogo)
  • The Child Lover (CLogo)
  • Childlove Online Media Activism (CLOMAL)

7. Fetishistic Disorder memiliki kepuasan terhadap benda mati atau objek di luar organ seksual

7. Fetishistic Disorder memiliki kepuasan terhadap benda mati atau objek luar organ seksual
Unsplash/Charles Deluvio

Menurut Alexa, penyimpangan fetishistic disorder ini terjadi ketika seseorang merasa terangsang dan bergairah terhadap objek-objek di luar organ seksual. Bagian tubuh yang disukai bisa tangan, kaki, pantat atau mungkin jempol.

Objek tersebut bisa berupa bagian tubuh yang tidak terkait dengan organ seksual manusia ataupun benda-benda mati.

Dari sisi psikologi, seseorang dengan gangguan fetish dapat terjadi karena adanya pemaknaan berbeda terhadap objek-objek yang dianggap membangkitkan rangsangan seksual. 

Persepsi di dalam otak mereka seolah mengasosiasikan objek tertentu dengan sensasi rangsangan, sehingga meningkatkan kepuasan secara seksual. 

8. Transvestic Disorder memiliki kepuasan seksual dengan berfantasi menggunakan pakaian layaknya lawan jenis

8. Transvestic Disorder memiliki kepuasan seksual berfantasi menggunakan pakaian layak lawan jenis
Unsplash/Dainis Graveris

Kategori parafilia yang transvestic disorder, penyimpangan seksual ini cukup aneh apalagi ketika diterapkan saat berhubungan intim bersama pasangan. 

Transvestic disorder memiliki kepuasan seksual dengan berfantasi menggunakan pakaian atau berpenampilan layaknya lawan jenis. Rangsangan tersebut pun bisa muncul hanya dengan membayangkan dirinya menjadi lawan jenis.

Di beberapa situasi, penyimpangan ini memiliki arti seorang laki-laki heteroseksual akan lebih suka memakai pakaian perempuan untuk menciptakan kepuasan seksual. 

Cross dressing awalnya dilakukan secara pribadi atau pasangan saja, namun lambat laun diperlihatkan secara umum. 

Itulah beberapa jenis rangsangan seksual dengan fantasi tak biasa yang masuk ke dalam kategori parafilia. 

Hati-hati karena pelaku penyimpangan seksual ini bisa berada di sekitar kita ya, Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.