TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kenapa Tidak Boleh Banyak Konsumsi Produk Dairy Saat Promil?

Hindari produk dairy saat promil!

Freepik/freepik

Program kehamilan (Promil) adalah periode penting di mana pasangan yang ingin memiliki anak berusaha meningkatkan kesempatan untuk berhasil hamil.

Selama masa ini, banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan, salah satunya adalah diet atau pola makan.

Dalam hal ini, diet biasanya dilakukan dengan mengkonsumsi produk dairy seperti susu, keju, dan yogurt yang menjadi sumber penting kalsium serta nutrisi lainnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan produk dairy mungkin memiliki dampak negatif pada kesuburan.

Selengkapnya diPopmama.com!

Pengaruh Produk Dairy terhadap Kesuburan

Pexels/Garon Piceli

Produk dairy mengandung hormon alami yang berasal dari sapi, terutama jika sapi tersebut diberi hormon untuk meningkatkan produksi susu. Hormon seperti estrogen dan progesteron yang ada dalam susu dapat mempengaruhi keseimbangan hormon pada manusia.

Dilansir dari Journal of Reproductive Immunology, paparan hormon eksogen ini dapat memengaruhi fungsi endokrin dan potensial mengganggu kesuburan baik pada perempuan maupun laki-laki. 

Kurangi Kualitas Sperma

Freepik/freepik

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Oxford dan diterbitkan di jurnal Human Reproduction juga mengindikasikan bahwa konsumsi produk dairy yang tinggi mungkin berkaitan dengan penurunan kualitas sperma. 

Studi ini menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi lebih banyak produk dairy memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dan motilitas sperma yang lebih buruk. 

Selain itu, produk dairy juga diketahui dapat menyebabkan reaksi inflamasi pada beberapa orang, terutama yang intoleran terhadap laktosa atau alergi terhadap protein susu seperti kasein. Inflamasi berlebih ini yang dapat mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur.

Alternatif Produk Dairy saat Promil

Freepik/freepik

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah mengganti produk dairy dengan alternatif non-dairy. Beberapa contohnya adalah susu almond, susu kedelai, atau susu oat yang diperkaya dengan kalsium.

Selain itu kamu juga bisa berkonsultasi dengan ahli gizi. Dengan hal ini para profesional dapat memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi kesehatan individu dan tujuan kehamilan, serta membantu menyeimbangkan kebutuhan nutrisi tanpa mengorbankan asupan penting lainnya.

Demikian informasi mengenai konsumsi produk dairy saat promil. Ternyata, ada beberapa produk yang harus dihindari saat mempersiapkan kehamilan bagi kedua pasangan.

Baca juga:

The Latest