Jangan Asal, Ini 5 Tips Membedong Bayi dengan Aman

5 hal penting yang harus diperhatikan dalam membedong bayi

7 Juli 2021

Jangan Asal, Ini 5 Tips Membedong Bayi Aman
Pixabay/Kasman

Bedong adalah teknik menyelimuti tubuh bayi secara keseluruhan dengan kain untuk membuatnya merasa aman dan nyaman, seperti ketika di dalam rahim. Sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, teknik ini ampuh untuk menenangkan bayi dan membantunya untuk tidur lebih nyenyak.

Mama disarankan untuk mulai membedong bayi sejak kelahirannya hingga usia 2-3 bulan untuk mencegah bayi terguling atau mengalami sudden infant death syndrome (SIDS). Untuk melakukan teknik bedong bayi ini dengan aman, yuk ikuti tips Popmama.com berikut ini!

1. Selalu cuci tangan terlebih dahulu

1. Selalu cuci tangan terlebih dahulu
Freepik

Khususnya dalam masa pandemi ini, sanitasi menjadi prioritas utama di dalam rumah. Apalagi sistem imun bayi masih dalam proses berkembang dan cenderung lemah sehingga sangat rentan terkena berbagai macam infeksi.

Pastikan Mama selalu mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebelum menyentuh bayi atau membedongnya agar si Kecil terhindar dari berbagai bakteri dan potensi infeksi.

Editors' Picks

2. Posisi bedong yang benar

2. Posisi bedong benar
Pinterest/MamaNatural

Lakukan langkah-langkah membedong bayi dengan benar seperti berikut ini:

  • Bentangkan kain bedong di permukaan datar dan lipat bagian ujung atasnya ke arah bawah.
  • Letakkan bayi di atas kain bedong dalam posisi menghadap ke atas, kepala tepat di atas ujung kain yang sudah dilipat sebelumnya.
  • Luruskan tangan kiri bayi agar tidak menghalangi dan tarik ujung kiri kain melingkari bagian leher bayi, kemudian sematkan di antara lengan dan sisi kanan tubuh bayi.
  • Lipat atau putar bagian bawah kain ke atas dan sematkan di bawah salah satu lengan bayi.
  • Pastikan bagian bawah bedong masih memberi sedikit ruang gerak untuk bagian bawah tubuh bayi.
  • Masukkan dua atau tiga jari di antara kain bedong dan bagian dada bayi untuk memastikan ikatan bedong tidak terlalu ketat.

3. Aturan makan, jeda, bedong

3. Aturan makan, jeda, bedong
Unsplash/Kelly Sikkema
Cara membedong bayi

Ketika perut dalam keadaan kenyang, bayi akan lebih mudah mengantuk dan tertidur lelap. Beri jeda sebentar setelah sesi makan agar bayi dapat mengantuk dengan sendirinya dan Mama lebih mudah untuk membedong serta menidurkannya.

4. Bantu bayi bersendawa

4. Bantu bayi bersendawa
Pexels/Laura Garcia

Dalam jeda setelah makan tadi, pastikan Mama mendedikasikan waktu untuk menepuk-nepuk punggung bayi agar bersendawa. Mengapa hal ini penting?

Sendawa sebelum tidur penting untuk mencegah kumpulan gas dalam perut yang dapat membuat bayi merasa kembung, tidak nyaman, bahkan sakit perut. Jika keadaan perutnya nyaman, bayi akan lebih mudah tenang dan lebih nyenyak dalam tidurnya.

5. Hindari hal-hal ini

5. Hindari hal-hal ini
Freepik

Hindari membedong bayi terlalu ketat karena dapat menyebabkan permasalahan pinggang seperti hip dysplasia. Pastikan juga kain bedong tidak menutupi keseluruhan leher dan wajah bayi hingga menyulitkannya untuk bernapas.

Gunakan kain bedong berbahan anti toxic dan tidak terlalu tebal seperti kapas organik, bambu organik, atau katun yang aman serta tidak membuat bayi kepanasan atau gerah.

Itu dia lima aturan membedong bayi dengan aman. Mudah bukan, Ma? Yuk, terapkan mulai sekarang!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.