Ketahui Pengaruh Posisi Tidur Untuk Cegah SIDS

SIDS, syndrom kematian mendadak pada bayi yang paling ditakuti

6 Agustus 2018

Ketahui Pengaruh Posisi Tidur Cegah SIDS
Momjunction.com

Mama, masih bingung memilih posisi tidur yang tepat untuk bayi? Cari tahu dulu plus-minusnya sebelum menentukan.

Di dunia newborn mama, hal ini menjadi perdebatan panjang dan sering dikaitkan dengan Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS (kematian mendadak pada bayi). Penelitian tahun 2010 di Amerika menunjukan kematian mendadak pada bayi mencapai 2.500 kasus setiap tahunnya.

Itulah sebabnya Amerika gencar melakukan kampanye agar bayi-bayi tidak tidur dalam posisi tengkurap. Tapi di Indonesia kasus sindrom kematian mendadak ini jarang terjadi. Meski begitu Mama tetap harus berhati-hati.

SIDS menjadi kasus kematian pada bayi yang tidak diketahui penyebabnya. Secara statistik di Eropa dan Amerika, kasus SIDS banyak terjadi pada bayi yang tidur tengkurap.

Beberapa teori mengungkapkan bahwa bayi tidur tengkurap memberi tekanan pada rahang bayi, akibatnya bayi sulit bernapas. Teori lainnya mengatakan, bayi dengan sindrom tersebut menghirup udara yang telah dikeluarkannya sehingga kadar oksigen di dalam tubuh bayi menurun, sementara karbondioksida meningkat.

Tidur tengkurap bukanlah faktor tunggal terjadinya SIDS. Sejumlah pakar menduga ada beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan kematian mendadak pada bayi ini, diantaranya kelahiran prematur, berat badan bayi di bawah normal saat lahir, paparan asap rokok saat dalam kandungan, kelainan pada otak, dan infeksi pernapasan pada bayi seperti flu.

Pilih Posisi Tidur Terlentang

Pilih Posisi Tidur Terlentang
Freepik

Untuk itu posisi tidur yang paling disarankan untuk newborn adalah terlentang.

Sebuah organisasi kesehatan anak di Amerika mengatakan tidak ada risiko mengkhawatirkan seperti tersedak pada posisi terlentang. Posisi tidur seperti ini terbukti meminimalisasi sindrom kematian bayi mendadak sebanyak 50 persen.

Dokter merekomendasikan bayi tidur terlentang hingga usia 6 bulan.

Terlalu lama tidur terlentang juga memungkinkan menghambat pertumbuhan rambut belakang kepala. Mama tidak perlu khawatir soal ini, rambut Si Bayi kelak akan tumbuh normal. Tunggu saja sampai bayi berusia sekitar 7 bulan dan mulai bisa tidur miring sendiri. 

Editors' Picks

Tengkurap Sebenarnya Baik

Tengkurap Sebenar Baik
Violetsleepbabysleep.com

Sebenarnya, literatur medis mengungkapkan bahwa tidur tengkurap membuat bayi lebih nyaman. Tidur pun lebih nyenyak, tidak rewel, bahkan baik bagi gerak pernapasan dan perkembangan motoriknya.

Namun ada sejumlah catatan yang Mama harus waspadai. Memposisikan bayi tidur miring atau tengkurap tidak boleh terlalu lama. Mama disarankan sering-sering mengubah posisi tidurnya, agar bayi selalu aman.

Posisi tengkurap juga tidak dianjurkan saat bayi tidur dengan perut kenyang karena dapat mengganggu pencernaan dan pernapasan.

Untuk tidur aman dengan gaya tengkurap, tempatkan bayi di atas kasur yang padat (tidak empuk) dan jangan menggunakan bantal. Jauhkanlah ia dari benda-benda yang membahayakan tidurnya seperti boneka, selimut, atau mainan lainnya. Jaga suhu ruangan agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Jangan merokok di ruangan bayi.

Sebaiknya bayi baru lahir tidur bersama dengan orangtua dalam satu kamar, namun di ranjang yang berbeda. Dengan begitu Mama bisa optimal mengawasi Si Kecil saat tidur.

Selamat bobo!