Mengapa Bayi Perlu Sering Tengkurap? Ini 5 Faktanya!

Tengkurap termasuk fase penting dalam tumbuh kembang bayi

18 Januari 2020

Mengapa Bayi Perlu Sering Tengkurap Ini 5 Faktanya
Pexels/Victoria Borodinova

Mama khawatir menengkurapkan bayi saat ia masih berusia beberapa minggu?

Padahal, bayi sudah boleh ditengkurapkan tanpa perlu menunggu ia berguling sendiri. Para ahli menganjurkan posisi tengkurap ketika bayi sedang terjaga.

Kalau Mama ingat lagi, saat melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD), bayi juga dalam posisi tengkurap kan? Berarti, menengkurapkan bayi jelas baik untuk tumbuh kembangnya.

Supaya Mama tidak ragu lagi, cek dulu yuk 5 fakta di balik perlunya menengkurapkan bayi yang Popmama.comrangkum dari berbagai sumber.

1. Tengkurap penting untuk menguatkan otot leher bayi

1. Tengkurap penting menguatkan otot leher bayi
Pexels/Fotograf Botez

Seperti Mama tahu, posisi tengkurap akan membantu perkembangan otot leher bayi. Kekuatan otot leher ini akan memudahkan bayi mencapai semua milestone perkembangan fisiknya.

Mengangkat kepala, duduk, merangkak, dan berjalan tentu butuh kekuatan otot leher yang stabil. Secara alami, saat ditengkurapkan bayi akan berusaha mengangkat kepalanya guna melihat apa yang ada di sekitarnya.

Namun, usaha bayi itu belum bertahan cukup lama sampai ia berusia 3 atau 4 bulan ketika otot lehernya sudah lebih kuat. Kemudian, ia baru berlatih berguling dan menopang tubuhnya dengan tangan.

2. Tengkurap dapat menghindari sindrom kepala rata

2. Tengkurap dapat menghindari sindrom kepala rata
Pixabay/1041483

Salah satu kecemasan Mama pada bayi baru lahir adalah bentuk kepala rata atau peyang. Itu menjadi alasan mengapa Mama membelikan bantal anti peyang untuk si Kecil.

Namun, ada cara terbaik untuk menghindari sindrom kepala rata, yaitu dengan memosisikan bayi tengkurap. Ternyata, kepala rata pada bayi bisa terjadi karena bayi terlalu banyak berada pada posisi telentang.

Selain itu, posisi tengkurap juga memberi bayi perspektif berbeda terhadap lingkungan sekitarnya. Ia jadi lebih leluasa menolehkan kepala dan memutar tubuh ke berbagai posisi.

Editors' Picks

3. Tengkurap bisa dimulai sejak bayi pulang dari rumah sakit

3. Tengkurap bisa dimulai sejak bayi pulang dari rumah sakit
Pixabay/tung256

Banyak orangtua baru merasa takut atau cemas melatih menengkurapkan bayi. Lalu, memutuskan menunda latihan tengkurap hingga usia bayi dirasa cukup. Bahkan, tak sedikit yang memilih menunggu bayi berguling sendiri.

Langkah tersebut kurang tepat, Ma. Posisi tengkurap atau tummy time ini bisa dimulai sejak bayi pulang dari rumah sakit.

Jika Mama masih merasa kurang yakin, ajari bayi tengkurap setelah ia puput pusar atau tali pusarnya lepas. Mama bisa memosisikan bayi tengkurap di atas dada Mama sebagai permulaan.

Namun, Mama harus mengetahui hal-hal penting sebelum menengkurapkan bayi, yaitu:

  • Lakukan di atas permukaan rata, seperti kasur. Pastikan tidak ada bantal dan selimut di sekitar bayi.
  • Buat 2-3 sesi tengkurap per hari selama masing-masing 3-5 menit bagi bayi baru lahir. Semakin bertambah usia, semakin panjang pula durasinya.
  • Ajari bayi tengkurap saat terjaga.
  • Posisikan kepala bayi ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Sering-sering cek posisinya apakah ia bisa bernafas dengan aman.
  • Waktu tepat untuk menengkurapkan bayi adalah setelah mandi atau mengganti popok.

4. Keamanan bayi tetap jadi perhatian utama

4. Keamanan bayi tetap jadi perhatian utama
Pexels/Pixabay

Selain memastikan tempat bayi tengkurap, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Mama saat mengajari si Kecil tengkurap.

  • Jangan tinggalkan bayi sendirian dalam posisi tengkurap. Sewaktu-waktu ia bisa berganti posisi sendiri yang mungkin saja berbahaya.
  • Saat bayi mengantuk atau tertidur dalam posisi tengkurap, ubah posisinya menjadi telentang.
  • Sebaiknya bayi tidak tidur tengkurap karena berisiko tercekik akibat jalur nafas kurang optimal. Bahkan, risiko sindrom kematian mendadak pada bayi atau SIDS lebih tinggi pada bayi yang tidur tengkurap.
  • Tunggu sekitar satu jam setelah bayi minum ASI sebelum menengkurapkan bayi. Hal ini perlu guna menghindari gumoh atau refluks asam.
  • Saat bayi menangis dalam posisi tengkurap, coba ajak ia bermain atau bicara. Kemudian, angkat tubuh bayi atau telentangkan. Ini akan membantunya tertarik untuk tengkurap lebih lama secara perlahan.

5. Ada bayi yang tidak suka tengkurap

5. Ada bayi tidak suka tengkurap
Pexels/Spencer Selover

Sebagian besar bayi memang merasa lebih nyaman berbaring dalam posisi telentang. Wajar jika ada bayi yang tidak suka tengkurap karena ia kurang familier dan merasa tidak nyaman.

Namun, Mama jangan menyerah dulu. Latih bayi tengkurap dalam waktu pendek dulu, kemudian tingkatkan secara perlahan.

Jadikan aktivitas tengkurap menyenangkan dengan mengajak bayi bicara, bernyanyi, atau menaruh mainan yang menarik perhatian si Kecil.

Mama boleh menyediakan matras warna-warni yang khusus untuk bayi atau play mat. Biasanya, play mat punya fitur berupa mainan yang bisa dimainkan bayi. Pastikan bayi bertelanjang kaki agar stimulasi sensorinya juga optimal.

Itulah 5 fakta penting yang menjadi alasan bayi perlu tengkurap. Jadi, jangan ragu lagi untuk menengkurapkan bayi ya, Ma, karena fase ini merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Selamat bermain dengan si Kecil, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!