Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Memasang Peniti di Baju Bayi, Benarkah Bisa Menangkal Bahaya Gaib?

Memasang Peniti di Baju Bayi, Benarkah Bisa Menangkal Bahaya Gaib?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Secara medis, peniti atau benda tajam pada baju bayi tidak terbukti melindungi dari gangguan gaib maupun memengaruhi kesehatan bayi, ibu hamil, dan janin.
  • Kepercayaan peniti sebagai penangkal penyakit atau gangguan gaib merupakan praktik budaya turun-temurun; studi di Nigeria mencatat 227 dari 419 bayi dipasangkan peniti.
  • Peniti pada pakaian bayi berisiko menyebabkan tusukan, perdarahan, abses, dermatitis, luka, infeksi serius, sepsis, hingga tetanus bila terbuka atau dipasang tidak tepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasang peniti pada baju bayi masih menjadi salah satu kebiasaan yang dipercaya sebagian masyarakat dapat melindungi si Kecil dari berbagai bahaya, termasuk gangguan makhluk halus. Benda tajam seperti peniti terkadang disematkan pada pakaian bayi karena dianggap memiliki fungsi sebagai penangkal.

Faktanya, tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa peniti atau benda tajam lainnya dapat memberikan perlindungan dari gangguan gaib maupun memengaruhi kesehatan bayi.

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com rangkum tentang peniti di baju bayi, benarkah bisa menangkal bahaya gaib?

  1. 1. Memasang peniti di baju bayi, benarkah bisa menangkal bahaya gaib?

    Peniti di baju bayi, benarkah bisa menangkal bahaya gaib?
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Menurut pandangan medis, memasang peniti di baju bayi tidak memberikan perlindungan dari bahaya gaib. Melekatkan benda-benda tajam pada pakaian juga tidak terbukti memberikan pengaruh terhadap status kesehatan ibu hamil, janin, maupun bayi.

    Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). dalam Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja bahwa menjelaskan bahwa penggunaan peniti dan benda tajam lainnya tidak memiliki manfaat medis untuk melindungi bayi dari bahaya yang dikaitkan dengan hal gaib. Menurutnya, benda ini justru dapat menimbulkan risiko keamanan fisik pada bayi.

  2. 2. Asal-usul mitos peniti di baju bayi untuk menangkal bahaya gaib

    Peniti di baju bayi, benarkah bisa menangkal bahaya gaib?
    Magnific.com

    Pada dasarnya, peniti hanya digunakan untuk mengaitkan gunting lipat dan rempah bangle pada tubuh ibu hamil dan bayi. Menurut sebagian masyarakat, benda-benda tersebut digunakan sebagai penangkal berbagai macam penyakit yang tidak diketahui penyebabnya. Penyebab penyakit yang tidak jelas ini konon disebabkan oleh gangguan mahluk halus.

    Kepercayaan terhadap peniti sebagai pelindung dari gangguan gaib juga ditemukan dalam penelitian di Nigeria. Dikutip dari jurnal AIMS Public Health, penggunaan peniti pada pakaian telah menjadi praktik budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

    Dalam penelitian terhadap 419 bayi, sebanyak 227 di antaranya dipasangkan peniti. Sebagian besar orangtua yang percaya mendapatkan informasi mengenai kebiasaan tersebut dari kerabat perempuan yang lebih tua.

  3. 3. Risiko memasang peniti di baju bayi

    Peniti di baju bayi, benarkah bisa menangkal bahaya gaib?
    Magnific/jcomp

    Meskipun dipercaya dapat memberikan perlindungan dari bahaya gaib, memasang peniti pada baju bayi justru dapat menimbulkan risiko keselamatan. Benda tajam yang terpasang pada pakaian berpotensi menusuk kulit apabila peniti terbuka atau pemasangannya tidak dilakukan dengan benar.

    Penggunaan peniti pada pakaian bayi memiliki potensi menimbulkan cedera, seperti luka akibat tusukan, perdarahan, abses pada kulit, bekas luka, hingga dermatitis. Sementara itu, penggunaan benda tajam yang tidak tepat juga dapat menyebabkan luka yang berisiko mengalami komplikasi, seperti infeksi serius, sepsis, hingga tetanus.

    Nah, itu dia informasi mengenai peniti di baju bayi yang kerap dianggap sebagai penangkap dari bahaya gaib. Semoga informasi ini dapat membantu Mama lebih bijak dalam menyikapi mitos yang bertebaran dan tetap mengutamakan keamanan si Kecil, ya! 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More