Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Luka pada Anak Berbekas dan Susah Hilang? Ini Penyebabnya

Kenapa Luka pada Anak Berbekas dan Susah Hilang? Ini Penyebabnya
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Luka anak dapat meninggalkan bekas dan sulit memudar akibat kebiasaan mengelupas keropeng, menggunakan salep sembarangan, atau tidak menjaga kelembapan kulit

  • Perawatan luka sejak awal penting untuk mendukung proses penyembuhan, termasuk membersihkan luka dengan tepat, menjaga kelembapan, dan melindunginya dari paparan sinar matahari

  • Jika bekas luka tampak menonjol, berwarna merah, terasa gatal atau nyeri, sebaiknya periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondisi luka anak berbekas dan susah hilang cukup umum dialami anak-anak, terutama setelah mengalami jatuh, goresan, atau cedera lainnya. Meski sebagian besar luka dapat pulih dengan sendirinya, cara perawatan yang kurang tepat dapat membuat luka meninggalkan bekas dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar.

Menurut dr. Aisya Fiktritama Aditya, Sp.A., dokter anak sekaligus konselor laktasi dan MPASI, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan orangtua saat merawat luka si Kecil yang dapat memengaruhi proses penyembuhan.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai penyebab luka anak berbekas dan susah hilang.

  1. 1. Penyebab luka anak berbekas dan susah hilang

    Penyebab luka anak berbekas dan susah hilang
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ada beberapa kebiasaan yang dapat membuat luka anak meninggalkan bekas dan lebih sulit memudar. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, dr. Aisya menjelaskan tiga kesalahan utama yang perlu dihindari. Pertama, mengelupas luka anak yang sudah mengering. Kebiasaan mengelupas keropeng dengan tangan dapat memicu inflamasi akibat transfer bakteri yang berisiko menyebabkan terbentuknya jaringan parut.

    Kedua, menggunakan salep secara sembarangan, sebab tidak semua produk cocok untuk luka anak dan beberapa di antaranya dapat menyebabkan iritasi hingga membuat bekas luka tampak lebih gelap. Ketiga, tidak menjaga kelembapan kulit, padahal kulit si Kecil membutuhkan kelembapan untuk mendukung proses regenerasi selama penyembuhan luka.

  2. 2. Gejala luka anak yang berisiko meninggalkan bekas

    Gejala luka anak yang berisiko meninggalkan bekas
    Magnific/jcomp

    Selain mengetahui penyebab luka anak berbekas dan susah hilang, Mama juga perlu memperhatikan kondisi luka selama proses penyembuhan. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain:

    1. Tepi luka tidak rata atau robek cukup dalam hingga mencapai lapisan jaringan lemak.
    2. Muncul nanah atau cairan berwarna kuning kehijauan yang dapat menjadi tanda infeksi bakteri.
    3. Nyeri yang tidak kunjung reda, disertai pembengkakan dan area luka terasa hangat.
    4. Keropeng sangat tebal dan sering pecah atau kembali berdarah.

  3. 3. Cara merawat luka anak agar tidak berbekas

    Cara merawat luka anak agar tidak berbekas
    Magnific/pvproductions

    Perawatan yang tepat sejak awal dapat membantu mendukung proses penyembuhan luka sekaligus mengurangi risiko terbentuknya bekas luka. Mama sebaiknya tidak hanya berfokus pada membersihkan luka, tetapi juga menjaga kondisi kulit selama masa pemulihan. Langkah pertama, bersihkan area luka menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    Mama juga dapat menggunakan antiseptik yang sesuai untuk membantu menjaga kebersihan area luka. Penggunaan antiseptik dalam bentuk spray dapat menjadi pilihan karena meminimalkan kontak langsung dengan kulit yang terluka.

    Selama proses penyembuhan, hindari mengelupas keropeng secara paksa dan jaga kelembapan kulit. Produk pelembap dengan kandungan yang mendukung skin barrier anak, seperti aloe vera, panthenol, hyaluronic acid, oat beta-glucan, dan shea butter, dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kecocokan kulit anak.

  4. 4. Cara mengatasi luka anak yang sudah berbekas

    Cara mengatasi luka anak yang sudah berbekas
    Magnific.com

    Jika luka si Kecil sudah meninggalkan bekas, perawatannya dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan jenis bekas luka yang terbentuk. Beberapa bahan diketahui dapat membantu menjaga kelembapan dan mendukung perawatan kulit, seperti lidah buaya, minyak kelapa, minyak zaitun, madu, ekstrak bawang, dan cuka apel. 

    Selain itu, penggunaan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih juga penting, terutama pada bekas luka yang berada di area tubuh yang terpapar sinar matahari. Namun, penggunaan bahan atau produk tertentu pada kulit anak tetap perlu mempertimbangkan keamanan dan kecocokannya, ya, Ma. 

    Untuk bekas luka anak yang lebih menonjol atau sulit memudar, dokter dapat mempertimbangkan penanganan medis sesuai jenis dan kondisi bekas luka. Beberapa pilihan terapi dapat meliputi krim atau gel khusus bekas luka, cryotherapy, hingga terapi laser.

  5. 5. Kapan bekas luka anak perlu diperiksakan ke dokter?

    Kapan bekas luka anak perlu diperiksakan ke dokter
    Magnific.com

    Tidak semua bekas luka membutuhkan penanganan medis. Namun, Mama sebaiknya membawa anak untuk diperiksa apabila bekas luka terlihat semakin menonjol, berwarna merah terang, terasa gatal, atau menimbulkan nyeri. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda jaringan parut hipertrofik atau keloid yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

    Luka yang cukup dalam juga sebaiknya mendapatkan pemeriksaan medis, terutama jika proses penyembuhannya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, kondisi kulit seperti “darah manis” atau prurigo yang menyebabkan banyak bekas kehitaman juga dapat diperiksakan kepada dokter spesialis kulit dan kelamin atau spesialis dermatologi dan venereologi.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai penyebab luka anak berbekas dan susah hilang. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma!
     

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More