Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Saja Ciri-Ciri Mata Bayi yang Tidak Bisa Melihat?
Magnific.com/jcomp
  • Perkembangan penglihatan bayi perlu dipantau melalui respons terhadap cahaya, wajah, benda, dan gerakan di sekitarnya.

  • Tanda gangguan meliputi mata tidak bergerak selaras, tidak mengikuti benda, terus mengarah ke dalam atau luar, menyipitkan mata, serta sensitif terhadap cahaya.

  • Perubahan fisik seperti pupil putih atau keruh, mata menonjol, kelopak turun, ukuran mata berbeda, atau satu mata tak terbuka perlu segera diperiksakan ke dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Terdapat 13 tanda pada mata dan perilaku bayi yang perlu diwaspadai sebagai kemungkinan gangguan penglihatan, termasuk pupil berubah warna, mata tidak sejajar, dan tidak mengikuti benda.
  • Who?
    Bayi yang menunjukkan tanda-tanda gangguan penglihatan, serta orang tua yang perlu memantau respons visual anak dan berkonsultasi kepada dokter.
  • Where?
    Pemeriksaan dapat dilakukan di layanan kesehatan atau dokter, terutama saat bayi menunjukkan perubahan pada mata maupun respons terhadap cahaya dan benda.
  • When?
    Pemantauan dilakukan sejak bayi lahir selama penglihatannya berkembang bertahap. Konsultasi diperlukan segera ketika salah satu tanda muncul atau terjadi berulang kali.
  • Why?
    Tanda seperti pantulan putih pada pupil, mata menonjol, kelopak turun, atau sensitivitas cahaya dapat berkaitan dengan masalah mata yang memerlukan pemeriksaan medis.
  • How?
    Orang tua dapat mengamati gerakan kedua mata, respons terhadap cahaya dan mainan, warna pupil, ukuran mata, serta kemampuan mengikuti benda; temuan yang mengkhawatirkan diperiksakan kepada dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mata bayi bisa punya masalah jika tidak melihat cahaya atau mainan, tidak mengikuti benda bergerak, atau satu mata tidak terbuka. Mata juga bisa putih, kuning, menonjol, atau terus melihat ke dalam atau luar. Bayi mungkin sering menyipit atau menggosok mata. Kalau ada tanda ini, Mama dan Papa perlu membawa bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemampuan penglihatan bayi berkembang secara bertahap sejak lahir hingga ia semakin mampu mengenali wajah, mengikuti gerakan, dan memperhatikan benda-benda di sekitarnya.

Dalam proses ini, Mama dan Papa perlu memperhatikan respons si Kecil terhadap cahaya maupun rangsangan visual lainnya untuk memastikan penglihatannya berkembang sesuai tahap usianya.

Meski begitu, ada beberapa tanda pada mata dan perilaku bayi yang perlu diwaspadai karena bisa mengindikasikan gangguan penglihatan.

Lantas, apa saja ciri-ciri mata bayi yang tidak bisa melihat? Yuk, simak penjelasan Baby Center yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Kedua mata tidak bergerak secara normal

Magnific/jcomp

Salah satu mata bayi mungkin bergerak, tetapi mata lainnya tidak mengikuti. Perbedaan gerakan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada penglihatan si Kecil.

2. Tidak tertarik pada cahaya atau benda di sekitarnya

Magnific.com/magnific

Jika bayi tidak menunjukkan perhatian terhadap cahaya, mainan gantung, atau rangsangan visual lainnya, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan perkembangan penglihatannya.

3. Salah satu mata tidak pernah terbuka

Magnific/jcomp

Jika salah satu mata bayi tidak pernah terbuka, kondisi ini perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya dan memastikan tidak ada gangguan pada mata.

4. Muncul bintik putih pada mata saat difoto

Magnific/jcomp

Waspadai jika pupil mata bayi terlihat memiliki pantulan putih yang menetap saat difoto menggunakan lampu kilat, bukan pantulan merah yang umum terjadi. Kondisi ini perlu segera diperiksa oleh dokter.

5. Pupil mata tampak putih, abu-abu keputihan, atau kekuningan

Magnific/shurkin_son

Bagian pupil yang terlihat keruh atau mengalami perubahan warna dapat menjadi tanda masalah pada mata bayi sehingga perlu mendapatkan pemeriksaan medis.

6. Salah satu atau kedua mata tampak menonjol

Magnific/Magnific

Mata bayi yang terlihat menonjol atau berbeda dari biasanya perlu diperhatikan karena dapat menandakan kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan dokter.

7. Kelopak mata terlihat turun

Magnific/cookie_studio

Jika salah satu atau kedua kelopak mata bayi tampak turun, kondisi ini bisa mengganggu penglihatan. Mama sebaiknya memeriksakannya untuk mengetahui penyebabnya.

8. Bayi sering menyipitkan mata

Magnific/jcomp

Bayi yang berulang kali menyipitkan mata saat melihat benda di sekitarnya perlu diperhatikan karena kebiasaan ini dapat berkaitan dengan gangguan penglihatan.

9. Sering menggosok mata saat tidak mengantuk

magnific.com/magnific

Jika si Kecil sering menggosok mata meskipun tidak mengantuk, Mama perlu memperhatikan apakah ada tanda lain, seperti mata merah atau terlihat tidak nyaman.

10. Mata tampak sensitif terhadap cahaya

Magnific/jcomp

Bayi yang terlihat sangat terganggu oleh cahaya atau terus memejamkan mata saat terkena cahaya perlu diperiksakan, terutama jika kondisi ini terjadi berulang kali.

11. Ukuran mata atau pupil berbeda

Magnific/wirestock

Perhatikan jika salah satu mata bayi terlihat lebih besar daripada mata lainnya atau ukuran kedua pupil tidak sama. Perbedaan ini perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

12. Mata terus mengarah ke dalam atau ke luar

Magnific/wirestock

Jika mata bayi terus-menerus mengarah ke hidung atau ke luar dan tidak kembali sejajar, kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan pada gerakan mata.

13. Mata tidak mengikuti gerakan benda

Magnific/partystock

Bayi yang tidak mampu mengikuti gerakan mainan dari satu sisi ke sisi lainnya, memiliki gerakan mata yang tampak melompat atau bergoyang, maupun sering memiringkan kepala saat melihat sesuatu perlu diperiksakan ke dokter untuk mengevaluasi penglihatannya.

Itu dia 13 ciri-ciri mata bayi yang tidak bisa melihat. Jika Mama menemukan salah satu tanda tersebut pada si Kecil, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article