“Jadi, prinsipnya bukan sekadar mengenai boleh atau tidak boleh, tapi seberapa banyak penyedap yang diberikan,” ujar dr. Bagus, seperti yang dikutip Popmama.com pada Rabu (14/10/2026).
Bolehkah Menambahkan MSG ke dalam MPASI? Ini Kata Dokter

BPOM dan FDA menggolongkan MSG aman untuk anak di bawah satu tahun; dalam MPASI, penggunaannya tidak dilarang tetapi harus dibatasi jumlah dan frekuensinya.
Bayi telah mengenal glutamat alami dari ASI. MSG sedikit dapat memperkuat rasa daging atau sayuran saat MPASI, sambil mengenalkan variasi rasa dan tekstur.
Batas MSG anak sekitar 10 mg per kg berat badan per hari, termasuk glutamat dari semua bahan makanan.
Pemberian MSG (Monosodium Glutamat) atau penyedap rasa ke dalam MPASI bayi masih sering menjadi pertanyaan bagi Mama. Ada yang memilih tidak memberikan bumbu sama sekali karena khawatir dapat mengganggu kesehatan si Kecil, terutama ginjal.
Di sisi lain, Mama mungkin ingin membuat makanan terasa lebih gurih agar bayi mulai mengenal berbagai rasa. Sebenarnya, bahan ini tidak dilarang sepenuhnya dalam MPASI, namun yang perlu diperhatikan adalah jumlah takarannya.
Untuk memahami lebih dalam, simak ulasan Popmama.com tentang menambahkan MSG ke dalam MPASI.
Table of Content
1. Bolehkah menambahkan MSG ke dalam MPASI?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Badan otoritas seperti BPOM serta FDA menggolongkan MSG sebagai kategori bahan yang aman untuk dikonsumsi anak di bawah satu tahun. Karena itu, pemberian bahan penyedap tersebut pada MPASI sebenarnya tidak dilarang sepenuhnya.
Hal ini juga diperjelas oleh dr. Bagus Budi Santoso, Sp.A., seorang pediatris sekaligus anggota Badan Pengurus Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu (BP2ASI) IDAI Jakarta, dalam salah satu unggahan di akun Instagram-nya, @dokteranakbbs.
Ia memberi pemisalan penggunaan sekitar satu sendok MSG untuk satu panci makanan tidak serta-merta membuat bayi mengalami gangguan ginjal. Namun, jika MSG diberikan dalam jumlah berlebihan dan terlalu sering, tentunya menjadi tidak baik dan berdampak pada kesehatan bayi.
2. Faktanya, bayi sudah mengenal glutamat dari ASI

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Indra pengecap bayi masih belum berkembang sepenuhnya sehingga mereka umumnya belum memiliki preferensi yang kuat terhadap rasa tertentu, termasuk rasa asin dan gurih. Namun, rasa gurih sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi bayi. Sejak lahir, bayi sudah mengenal rasa tersebut melalui ASI yang secara alami mengandung asam glutamat.
Sementara itu, ketika mulai fase MPASI, MSG dapat digunakan dalam jumlah sedikit untuk memperkuat rasa asli dari bahan makanan, seperti daging dan sayuran. Dengan begitu, rasa gurih dari MPASI dapat terasa lebih familiar bagi si Kecil sekaligus membantu memperkenalkan beragam rasa dan tekstur dari bahan makanan yang dikonsumsinya.
3. Takaran MSG yang aman untuk bayi dalam sehari

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Penambahan micin atau MSG dalam MPASI tetap perlu dibatasi agar asupan si Kecil tidak berlebihan. Mengutip informasi dari KMTPHP UGM, takaran tepat bagi anak-anak adalah 10 mg/kg berat badan. Misalnya, berat badan anak 6-9 kg maka jumlah takaran MSG yang sebaiknya dikonsumsi adalah 60-90 mg per hari.
Jumlah tersebut perlu diperhatikan dari keseluruhan makanan yang dikonsumsi anak, bukan hanya dari MSG yang sengaja ditambahkan ke dalam MPASI. Pasalnya, glutamat juga dapat ditemukan secara alami dalam berbagai bahan makanan, seperti daging dan ikan.
4. Dampak memberikan MSG melebihi takaran bagi kesehatan bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Menurut dr. Bagus, penambahan MSG dalam jumlah berlebihan perlu dihindari karena dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan bayi. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan penyedap buatan juga dapat membuat anak lebih terbiasa dengan rasa tersebut dan berpotensi lebih sulit menerima makanan dengan rasa yang lebih hambar, bahkan menimbulkan GTM (Gerakan Tutup Mulut).
Sementara itu, terlalu banyak penyedap rasa dalam MPASI juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti ketidakseimbangan elektrolit, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung. Asupan MSG yang berlebihan juga dapat membebani ginjal bayi yang masih dalam tahap perkembangan.
Jadi, Mama boleh saja menambahkan MSG dalam MPASI asalkan dalam jumlah yang terbatas dan sesuai panduan. Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma!























