Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Biduran? Ini Panduan untuk Orangtua

6 min read
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Biduran? Ini Panduan untuk Orangtua
Wikimedia Commons/Enochlau
  • Biduran pada bayi umumnya terkait infeksi virus dan dapat hilang sendiri, tetapi perlu diamati karena bisa menandakan anafilaksis, terutama bila muncul sulit bernapas, mengi, atau bengkak wajah.

  • Orang tua disarankan menghindari pemicu yang dicurigai, mencatat makanan, obat, panas, atau kejadian sebelum bentol muncul, serta berkonsultasi ke dokter sebelum memberi obat.

  • Gatal dapat diredakan dengan kompres dingin, pakaian katun longgar, kuku pendek, dan mandi air hangat memakai pembersih lembut; segera cari bantuan bila bayi lemas, muntah, demam, atau ruam memburuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika Mama sedang mengganti popok, tiba-tiba Mama melihat bentol merah di kulit si Kecil. Bentolnya pun tampak gatal dan si Kecil pun mulai rewel. Bisa jadi itu merupakan biduran.

Tenang dulu, Ma. Melansir Healthline, biduran pada bayi sering muncul akibat infeksi virus dan biasanya hilang dengan sendirinya, tetapi tetap ada kondisi yang perlu diwaspadai.

Supaya Mama dapat memberikan penanganan yang tepat saat bayi terkena biduran, berikut Popmama.com mengulas apa yang harus dilakukan jika bayi biduran? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apa yang Harus Dilakukan saat Bayi Terkena Biduran?

    Apa yang Harus Dilakukan saat Bayi Terkena Biduran?
    Wikimedia Commons/Allergyresearch

    Langkah pertama yang paling penting adalah tetap tenang dan mengamati kondisi si Kecil dengan teliti. Berikut hal-hal yang bisa Mama lakukan.

    • Amati kondisi si Kecil dengan teliti
      Mengutip Healthline, biduran bisa menjadi salah satu tanda anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang jarang terjadi pada bayi. Karena itu, perhatikan apakah si Kecil tampak sulit bernapas atau mengi.
    • Jauhkan dari pemicu yang dicurigai
      Menurut My Health Alberta, jika Mama menduga makanan atau obat tertentu menjadi pemicunya, sebaiknya hindari dulu.Ā 
    • Catat apa yang terjadi sebelum bentol muncul
      Melansir American Academy of Dermatology, catat apa saja yang terjadi saat bentol muncul, makanan, obat, serta apakah si Kecil kepanasan atau berkeringat banyak.
    • Tanya dokter sebelum memberi obat
      Melansir Healthline, Mama sebaiknya menghubungi dokter sebelum memberi obat apa pun, karena sebagian besar obat tidak memiliki petunjuk dosis untuk bayi.
    • Pastikan ruamnya memang biduran
      Biduran bisa mirip dengan ruam lain, seperti biang keringat atau ruam akibat virus. Jadi, kalau Mama ragu, periksakan ke dokter untuk memastikannya.

  2. Seperti Apa Ciri-ciri Biduran pada Bayi?

    Seperti Apa Ciri-ciri Biduran pada Bayi?
    Wikimedia Commons/Suntag

    Sekilas, biduran memang mirip gigitan nyamuk. Berikut ciri-ciri yang bisa Mama kenali.

    • Bentol merah dengan bagian tengah putih
      Mengutip Healthline, bentol bisa berwarna merah atau merah muda dengan bagian tengah putih. Ada bagian tengahnya yang sering tampak seperti bentol bekas gigitan nyamuk.
    • Ukuran dan bentuknya beragam
      Melansir My Health Alberta, bentol biduran bisa berukuran setengah sentimeter hingga 8 sentimeter atau lebih. Beberapa bentol juga bisa menyatu menjadi area yang lebih besar.
    • Terasa gatal, perih, atau seperti terbakar
      Menurut NHS, ruam ini bisa terasa gatal, menyengat, atau panas. Kulit bisa tampak bengkak juga.
    • Berpindah-pindah tempat
      Mengutip Healthline, biduran bisa hilang di satu bagian lalu muncul di bagian lain dalam waktu singkat. Satu bentol biasanya hilang dalam hitungan menit hingga jam.
    • Bisa muncul di bagian tubuh mana saja
      Wajah, tangan, kaki, dan area kelamin adalah lokasi yang umum. Namun, bentol bisa tersebar di seluruh tubuh atau hanya di satu tempat.
    • Warnanya berbeda pada kulit gelap
      Mengutip Kids Health NZ, pada anak berkulit lebih gelap, bentolnya bisa tampak lebih cokelat atau ungu.

  3. Apa Penyebab Bayi Mengalami Biduran?

    Apa Penyebab Bayi Mengalami Biduran?
    Wikimedia Commons/irvin calicut

    Menurut Healthline, biduran muncul saat tubuh si Kecil melepaskan histamin sebagai reaksi terhadap sesuatu dari luar maupun dalam tubuh. Sayangnya, Mama tidak selalu bisa menebak pemicunya.

    • Infeksi virus dan bakteri
      Melansir Healthline, pilek, infeksi saluran napas atas, dan virus pencernaan bisa memicu biduran, dan bayi lebih mudah mengalaminya daripada orang dewasa.Ā 
    • Makanan
      Mengutip Healthline,Mama harus mewaspadai reaksi alergi langsung dari makanan seperti kacang dan telur.Ā 
    • Obat-obatan
      Menurut Healthline, antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid termasuk obat yang bisa memicu biduran.Ā 
    • Suhu panas atau dingin
      Dikutip dari NHS, kulit yang panas dan berkeringat serta paparan dingin, seperti air atau angin dingin, merupakan pemicunya.Ā 
    • Gigitan atau sengatan serangga
      Melansir Healthline, gigitan serangga dan sengatan lebah merupakan salah satu penyebab biduran.Ā 
    • Pakaian ketat dan zat pengiritasi
      Dikutip dari NHS, menggaruk, menekan kulit, atau memakai pakaian gatal dan ketat bisa memicu biduran.

  4. Bagaimana Cara Meredakan Gatal akibat Biduran pada Bayi?

    Bagaimana Cara Meredakan Gatal akibat Biduran pada Bayi?
    Wikimedia Commons/Godart, Thomas

    Gatal adalah musuh utama si Kecil saat biduran. Menggaruk dan menggosok justru bisa memicu bentol baru. Berikut cara aman yang bisa Mama coba.

    • Kompres dingin
      Mengutip American Academy of Dermatology, basahi kain bersih dengan air dingin, perasnya hingga tidak menetes, lalu tempelkan di kulit yang gatal selama 10 sampai 20 menit.
    • Pakaian katun yang longgar
      Mengutip American Academy of Dermatology, disarankan untuk memakai pakaian longgar berbahan katun 100 persen untuk mengurangi iritasi pada kulit.
    • Kuku dipotong pendek
      Mengutip American Academy of Dermatology, menggaruk dapat mengiritasi kulit dan memicu bentol baru.Ā 
    • Krim atau losion antigatal
      Mengutip American Academy of Dermatology, krim atau losion antigatal bisa dioleskan sesuai petunjuk.Ā 
    • Antihistamin atas anjuran dokter
      Melansir Healthline, antihistamin membantu menenangkan pelepasan histamin, tetapi obat tertentu belum disetujui untuk anak di bawah dua tahun.Ā 
    • Hindari kepanasan dan bahan keras
      Melansir Royal Children's Hospital Melbourne, disarankan untuk mengurangi paparan terhadap hal yang memperburuk ruam, seperti sinar matahari, panas, dan mandi air panas.

  5. Bolehkah Bayi yang Biduran Dimandikan?

    Bolehkah Bayi yang Biduran Dimandikan?
    Pexels/ray guesc

    Jawabannya boleh, Ma, asalkan caranya tepat. American Academy of Dermatology menyarankan mandi atau berendam dengan air hangat, bukan panas, karena air panas dapat mengiritasi kulit.

    Saat memandikan si Kecil, gunakan sabun atau pembersih yang lembut dan bebas pewangi. Produk bebas pewangi berbeda dari produk tanpa aroma, karena produk tanpa aroma masih mengandung pewangi yang disamarkan.

    Oleskan sabun dengan tangan, jangan digosok memakai waslap atau spons, ya, Ma. Rendam dengan air hangat dengan oatmeal koloid sesuai petunjuk kemasan bisa membantu meredakan gatal.

  6. Kapan Bayi yang Mengalami Biduran Harus Dibawa ke Dokter?

    Kapan Bayi yang Mengalami Biduran Harus Dibawa ke Dokter?
    Pexels/Jonathan Borba

    Sebagian besar biduran memang ringan. Namun, ada tanda-tanda yang tidak boleh Mama abaikan.

    • Sulit bernapas, mengi, atau bengkak di wajah
      Menurut Healthline, kesulitan bernapas atau mengi bersama biduran adalah keadaan darurat yang perlu penanganan medis segera.Ā 
    • Si Kecil tampak lemas, pucat, atau lunglai
      Mengutip Kids Health NZ, tubuh pucat dan lunglai, pusing, serta lemas merupakan tanda anafilaksis yang membutuhkan bantuan medis darurat.
    • Disertai demam
      Melansir Healthline, bayi di bawah tiga bulan yang demam harus segera mendapat pertolongan medis.Ā 
    • Disertai muntah atau nyeri perut
      Menurut Healthline, muntah merupakan tanda yang perlu dikonsultasikan ke dokter. Nyeri perut berat, mual, muntah, atau diare merupakan gejala reaksi alergi berat.
    • Muncul setelah makan atau obat baru
      Menurut Healthline, Mama disarankan untuk menghubungi dokter jika biduran muncul setelah si Kecil bersentuhan dengan makanan.Ā 
    • Tidak membaik atau makin menyebar
      Dikutip dari NHS, Mama disarankan untuk meminta bantuan tenaga kesehatan jika biduran tidak membaik dalam dua hari atau ruam makin meluas.Ā 
    • Sering kambuh atau berlangsung lebih dari enam minggu
      Melansir Healthline, biduran yang kambuh berulang atau berlangsung beberapa minggu mungkin perlu pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah.Ā 

    Nah, itulah pembahasan mengenai apa yang harus dilakukan jika bayi biduran? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More