Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Cara Mengobati Daun Telinga Bayi yang Berkerak?

5 min read
Bagaimana Cara Mengobati Daun Telinga Bayi yang Berkerak?
Pexels/Luis Becerra Fotógrafo
  • Kerak pada daun telinga bayi sering terkait dermatitis seboroik, eksim, infeksi telinga luar, atau iritasi dari air dan sampo; cradle cap umumnya dapat hilang sendiri.

  • Perawatan kerak ringan dilakukan di kulit luar telinga: lembutkan dengan minyak mineral, petroleum jelly, atau baby oil, lalu bersihkan memakai kain lembut dan air hangat.

  • Hindari mengupas kerak atau memasukkan cotton bud ke liang telinga; periksakan bila tidak membaik dua minggu, meradang, berair, berbau, ruam menyebar, atau ada tanda infeksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat sedang menggendong atau menyusui, Mama mungkin tiba-tiba melihat sesuatu yang janggal, yaitu ada lapisan kekuningan atau kecokelatan yang menempel di daun telinga si Kecil. Rasanya ingin segera membersihkannya, tetapi juga takut salah langkah.

Tenang dulu, Ma. Kerak di daun telinga bayi sering kali berkaitan dengan kondisi kulit ringan yang bisa dirawat di rumah.

Nah, supaya Mama tidak bingung, berikut Popmama.com mengulas bagaimana cara mengobati daun telinga bayi yang berkerak? Yuk, simak sampai habis!

  1. Bagaimana Cara Mengobati Daun Telinga Bayi yang Berkerak?

    Bagaimana Cara Mengobati Daun Telinga Bayi yang Berkerak?
    Pexels/Burst

    Kabar baiknya, perawatan awal untuk kerak ringan cukup sederhana dan bahannya mungkin sudah ada di rumah. Langkah-langkah berikut hanya untuk kulit di bagian luar telinga, ya, Ma, bukan untuk bagian dalam liang telinga.

    • Lembutkan kerak dengan pelembap atau minyak
      Mengutip Cleveland Clinic, minyak mineral, petroleum jelly, dan baby oil termasuk pilihan yang baik. Minyak zaitun sebaiknya dihindari karena mungkin kurang baik untuk kulit bayi, begitu pula minyak kacang yang dikhawatirkan memicu alergi.
    • Bersihkan dengan kain lembut dan air hangat
      Mengutip Healthline, kapas atau kain tidak boleh dimasukkan ke dalam telinga karena bisa merusak liang telinga.
    • Jaga kulit tetap lembap dan hindari pemicu
      Setelah mandi, oleskan pelembap bebas pewangi di kulit sekitar telinga. Mengutip Vinmec, pelembap dioleskan segera setelah anak selesai mandi. 
    • Konsultasikan ke dokter
      Kalau kulit tampak meradang, dokter mungkin meresepkan krim kortikosteroid ringan yang dikombinasikan dengan krim antijamur. Seperti dikutip dari Raising Children Network.

  2. Apa Penyebab Daun Telinga Bayi Berkerak?

    Apa Penyebab Daun Telinga Bayi Berkerak?
    Wikimedia Commons/Hariadhi

    Setelah tahu cara merawatnya, wajar kalau Mama penasaran: sebenarnya dari mana kerak ini datang? Penyebabnya ternyata beragam, dan sering kali bukan karena Mama salah merawat si Kecil.

    • Dermatitis seboroik atau cradle cap
      Ini kondisi yang sangat umum pada bayi. Mengutip Kids Health, dermatitis seboroik bisa muncul di kulit kepala, dahi, wajah, hingga belakang telinga.
    • Eksim pada telinga
      Kerak juga bisa muncul akibat eksim. Menurut Vinmec, eksim telinga dapat menyerang daun telinga, liang telinga, serta kulit di sekitarnya pada anak segala usia.
    • Infeksi pada telinga
      Infeksi telinga luar (otitis externa) menyerang saluran di antara daun telinga dan gendang telinga. Mengutip NHS, gejalanya antara lain kulit bersisik di dalam dan sekitar telinga, gatal, serta cairan yang keluar dari telinga.
    • Iritasi dari air, sampo, atau pemicu lain
      Melansir NHS, infeksi telinga luar bisa dipicu oleh sesuatu yang mengiritasi, seperti eksem, air, atau penyumbat telinga.

  3. Apakah Kerak di Daun Telinga Bayi Bisa Hilang dengan Sendirinya?

    Apakah Kerak di Daun Telinga Bayi Bisa Hilang dengan Sendirinya?
    Wikimedia Commons/Doc James

    Nah, setelah mengenal penyebabnya, pertanyaan berikutnya pasti muncul: apakah kerak ini bisa hilang sendiri? Jawabannya tergantung pada penyebabnya, Ma.

    Jika berasal dari cradle cap, jawabannya sering kali iya. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini umumnya hilang sendiri dalam beberapa minggu atau bulan dan biasanya tuntas sebelum bayi berusia satu tahun. Kabar baik lainnya, cradle cap tidak menular.

    Menurut Raising Children Network, kerak ini biasanya hilang sendiri dalam beberapa bulan setelah lahir. Kalaupun muncul lagi setelah dirawat, itu hanya tanda kelenjar minyak si Kecil masih aktif, dan kondisinya diperkirakan membaik pada usia 6–12 bulan.

  4. Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Merawat Daun Telinga Bayi yang Berkerak?

    Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Merawat Daun Telinga Bayi yang Berkerak?
    Pexels/Craig Adderley

    Karena ingin cepat bersih, niat baik kadang malah berujung pada masalah baru. Berikut hal-hal yang sebaiknya tidak Mama lakukan.

    • Mengupas atau mencongkel kerak
      Rasanya gemas melihat kerak yang tampak mudah dicungkil, tetapi tahan dulu ya, Ma. Menurut Cleveland Clinic, mengorek kerak membuat kulit lecet dan meningkatkan risiko infeksi.
    • Memasukkan cotton bud atau jari ke liang telinga
      Kerak berada di daun telinga, bukan di dalam, jadi tidak ada alasan untuk memasukkan apa pun ke liang telinga. Menurut Healthline, cotton bud tidak aman dipakai pada bayi dan anak kecil.
    • Memakai sampo atau krim sembarangan
      Sampo antiketombe untuk dewasa tampak ampuh, tetapi tidak dibuat untuk kulit bayi yang halus. Menurut Cleveland Clinic, gunakan sampo bayi yang lembut dan tanpa pewangi.
    • Membiarkan air dan sampo masuk ke telinga
      Saat telinga si Kecil sedang bermasalah, air dan sampo sebaiknya tidak sampai masuk ke dalamnya. Menurut NHS, hal ini berlaku bagi anak yang sedang mengalami infeksi telinga.

  5. Kapan Daun Telinga Bayi yang Berkerak Harus Diperiksakan ke Dokter?

    Kapan Daun Telinga Bayi yang Berkerak Harus Diperiksakan ke Dokter?
    Pexels/Jonathan Borba

    Perawatan di rumah memang membantu, tetapi ada kalanya Mama perlu meminta bantuan tenaga medis. Kenali tanda-tandanya berikut ini.

    • Kerak tidak membaik
      Kalau kerak bergeming meski sudah dirawat, jangan menunda pemeriksaan. Melansir Raising Children Network, disarankan untuk pergi ke dokter jika tidak ada perbaikan setelah dua minggu perawatan.
    • Kulit tampak meradang, basah, atau berbau
      Perhatikan kondisi kulit di bawah dan di sekitar kerak. Menurut Raising Children Network, kulit yang meradang atau mengeluarkan cairan merupakan tanda untuk pergi ke dokter.
    • Ruam menyebar atau si Kecil tampak terganggu
      Biasanya kerak tidak membuat bayi rewel. Namun, mengutip Raising Children Network, disarankan untuk ke dokter bila ruam menyebar atau si Kecil tampak terganggu dan menggaruknya.
    • Muncul tanda infeksi telinga
      Menurut NHS, disarankan untuk bayi di bawah 12 bulan yang diduga mengalami infeksi telinga untuk diperiksakan ke dokter. Gejalanya antara lain menarik-narik telinga, rewel, malas makan, atau demam.

    Nah, itulah pembahasan mengenai bagaimana cara mengobati daun telinga bayi yang berkerak? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More