Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Beda Aturan soal Anak dengan Keluarga Besar, Bagaimana Menyikapinya?

5 min read
Beda Aturan soal Anak dengan Keluarga Besar, Bagaimana Menyikapinya?
Magnific

  • Perbedaan pola asuh muncul karena kebiasaan lintas generasi dan perkembangan ilmu; orangtua disarankan mendengarkan keluarga, menjelaskan pilihan dengan tenang, serta menyepakati aturan bersama pasangan.
  • Kakek-nenek dan keluarga besar tetap penting sebagai sumber kasih sayang, pengalaman, nilai kehidupan, dan dukungan, meski pemahaman pengasuhan masa lalu tidak selalu sejalan dengan pengetahuan saat ini.
  • Tumpang tindih terjadi saat keluarga mengambil alih keputusan atau menerapkan aturan berbeda; orangtua perlu menetapkan batas, menjaga konsistensi, dan melibatkan profesional bila terkait kesehatan anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pola asuh anak dapat dipengaruhi oleh pengalaman keluarga, kebiasaan yang diwariskan turun-temurun, hingga perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini terkadang membuat Mama dan Papa memiliki pandangan berbeda dengan saudara atau keluarga besar dalam membesarkan si Kecil.

Misalnya, keluarga besar mungkin masih berpegang pada cara pengasuhan yang diterapkan pada masa lalu, sementara Mama dan Papa memilih pendekatan yang lebih sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan, nutrisi, dan psikologi anak saat ini.

Perbedaan tersebut bisa memicu perdebatan, terutama ketika keluarga besar ikut menentukan aturan pengasuhan. Meski begitu, keterlibatan mereka tetap dapat menjadi dukungan berharga selama setiap anggota keluarga memahami perannya masing-masing.

Lantas, bagaimana cara menghadapi perbedaan pola asuh dengan saudara dan keluarga?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa hal yang bisa Mama terapkan agar komunikasi tetap terjaga dan pengasuhan si Kecil berjalan sesuai kesepakatan keluarga.

  1. Cara Menghadapi Perbedaan Pola Asuh dengan Keluarga

    Cara menghadapi perbedaan pola asuh dengan keluarga
    Magnific

    Ketika menghadapi perbedaan pandangan, Mama tidak harus langsung menolak saran keluarga besar. Cobalah memahami alasan di balik pendapat mereka, kemudian sampaikan pandangan Mama dan Papa dengan tenang.

    Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyikapi perbedaan tersebut:

    1. Dengarkan pendapat keluarga besar. Berikan kesempatan kepada saudara, kakek, atau nenek untuk menyampaikan pandangan mereka. Mendengarkan saran bukan berarti Mama harus mengikuti semuanya, tetapi dapat membantu menghindari kesalahpahaman.
    2. Jelaskan alasan di balik pilihan pola asuh. Sampaikan mengapa Mama dan Papa menerapkan aturan tertentu untuk si Kecil. Gunakan bahasa yang sopan dan informasi yang jelas agar keluarga memahami bahwa keputusan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan anak.
    3. Diskusikan keputusan bersama pasangan. Sebelum berbicara dengan keluarga besar, pastikan Mama dan Papa sudah memiliki kesepakatan mengenai aturan pengasuhan yang ingin diterapkan.
    4. Tetapkan batasan dengan tetap menghormati keluarga. Jika ada saran yang tidak sesuai dengan prinsip pengasuhan, Mama dan Papa berhak menyampaikan keputusan secara tegas tanpa merendahkan pengalaman keluarga.
    5. Libatkan tenaga profesional bila diperlukan. Jika perbedaan berkaitan dengan kesehatan mental, tumbuh kembang, atau kondisi kesehatan anak, Mama bisa meminta bantuan dokter, psikolog, atau tenaga profesional untuk memberikan penjelasan.

    Melalui komunikasi yang terbuka, Mama dan Papa dapat menyampaikan prinsip pengasuhan tanpa harus mengabaikan hubungan baik dengan keluarga besar.

  2. Kenapa Peran Kakek-Nenek dan Keluarga Lainnya Tetap Penting dalam Pengasuhan Anak?

    Cara menghadapi perbedaan pola asuh dengan keluarga
    Magnific

    Kehadiran kakek dan nenek dapat memberikan banyak dukungan bagi keluarga. Mereka bisa berbagi pengalaman dalam membesarkan anak, memberikan kasih sayang kepada cucu, serta mewariskan nilai-nilai kehidupan yang sudah menjadi bagian dari keluarga.

    Keterlibatan mereka juga dapat membantu orangtua memiliki sistem pendukung dalam mengasuh anak. Sementara itu, anak berkesempatan membangun hubungan yang lebih dekat dengan keluarga dan belajar menghormati anggota keluarga lainnya.

    Namun, pengalaman pengasuhan pada masa lalu tidak selalu sejalan dengan pemahaman saat ini. Misalnya, sebagian kakek dan nenek mungkin masih menganggap pembahasan mengenai kesehatan mental sebagai sesuatu yang memalukan atau merasa sedih ketika mengetahui cucunya mengalami masalah tumbuh kembang.

    Perbedaan ini dapat membuat pembicaraan mengenai kondisi anak terasa sulit. Oleh karena itu, keluarga perlu saling memahami bahwa pengetahuan mengenai pengasuhan terus berkembang, sementara pengalaman generasi sebelumnya tetap bisa dihargai.

  3. Kapan Peran Pengasuhan Mulai Tumpang Tindih?

    Cara menghadapi perbedaan pola asuh dengan keluarga
    Magnific

    Keterlibatan keluarga besar dapat menjadi masalah ketika batas antara peran orangtua dan pendamping mulai tidak jelas. Hal ini dapat terjadi ketika kakek dan nenek mengambil alih keputusan mengenai anak atau menerapkan aturan yang berbeda dari kesepakatan orangtua.

    Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:

    1. Semua keputusan mengenai anak ditentukan oleh kakek dan nenek.
    2. Aturan yang diterapkan keluarga besar berbeda dengan aturan orangtua.
    3. Orangtua kehilangan kesempatan untuk menjadi pengambil keputusan utama.
    4. Anak menerima pesan yang berbeda sehingga bingung mengenai aturan yang perlu diikuti.

    Ketika kondisi tersebut terjadi, Mama dan Papa perlu membicarakan kembali pembagian peran dalam keluarga. Orangtua tetap bertanggung jawab menentukan pola pengasuhan, sedangkan keluarga besar dapat memberikan dukungan sesuai dengan kesepakatan bersama.

  4. Cara Mendukung Pola Asuh yang Sudah Disepakati Keluarga

    Cara menghadapi perbedaan pola asuh dengan keluarga
    Magnific

    Setelah memahami pentingnya pembagian peran, Mama dan Papa dapat mengajak keluarga besar bekerja sama dalam menerapkan pola asuh yang sudah disepakati.

    Orangtua tetap menjadi pengasuh utama dan pengambil keputusan, sedangkan saudara, kakek, dan nenek dapat berperan sebagai pendamping yang memberikan kasih sayang, pengalaman, serta dukungan.

    Agar kerja sama ini berjalan baik, Mama bisa melakukan beberapa hal berikut:

    1. Bangun komunikasi secara terbuka. Sampaikan aturan pengasuhan kepada keluarga besar agar setiap anggota memahami keputusan yang perlu dihormati.
    2. Libatkan keluarga dalam kegiatan positif. Berikan kesempatan kepada keluarga besar untuk menghabiskan waktu bersama si Kecil dan mewariskan nilai-nilai kehidupan yang baik.
    3. Jaga konsistensi aturan. Pastikan orangtua dan anggota keluarga yang ikut mengasuh memahami aturan yang telah disepakati agar anak tidak menerima pesan yang bertentangan.
    4. Saling menghargai peran masing-masing. Pengalaman kakek dan nenek tetap berharga, tetapi keputusan utama mengenai pengasuhan tetap berada di tangan orangtua.

    Ditekankan pentingnya komunikasi, sikap saling menghargai, dan konsistensi dalam pengasuhan. Ketika seluruh anggota keluarga memahami perannya dan mendukung aturan yang telah disepakati, si Kecil dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan merasa lebih aman.

    Nah, itu dia cara menghadapi perbedaan pola asuh dengan keluarga. Dengan komunikasi yang terbuka dan batasan yang jelas, Mama bisa tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga sekaligus memastikan si Kecil tumbuh dengan pola asuh yang konsisten.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More