- kinestetik-tubuh
- verbal-linguistik
- matematis-logis
- musikal
- visual-spasial
- intrapersonal
- interpersonal
- naturalis
- eksistensial
Bayi Aktif, Tanda Cerdas atau Sekadar Fase Tumbuh Kembang? Ini Faktanya

- Penelitian menunjukkan anak yang aktif secara fisik cenderung memiliki fungsi kognitif dan emosional lebih baik karena aktivitas meningkatkan sirkulasi oksigen serta perkembangan area motorik otak.
- Setiap bayi memiliki potensi kecerdasan berbeda sesuai teori Howard Gardner, sehingga orangtua perlu mengenali dan menstimulasi kecerdasan dominan anak melalui interaksi dan pengalaman sehari-hari.
- Dukungan orangtua seperti memenuhi kebutuhan dasar, bermain bersama, membacakan buku, berbicara rutin, serta membatasi waktu layar berperan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang dan kecerdasan bayi.
Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang sehat dan cerdas. Karena itu, tidak heran jika orangtua berusaha mendukung tumbuh kembang si Kecil sejak dini.
Setiap perkembangan bayi pasti membuat orangtua senang. Selain itu, orangtua juga mengamati bila si Kecil aktif.
Bila bayi aktif, apakah tandanya jika ia cerdas? Mama mungkin pernah mendengar teori itu. Tapi benarkah demikian?
Bila si Kecil Mama sangat aktif dan Mama ingin mengetahui jawabannya, yuk, simak penjelasan Popmama berikut ini tentang apakah bayi aktif tanda cerdas.
Apakah Bayi Aktif Tanda Cerdas?

Seiring dengan bertambahnya usia, bayi belajar dari lingkungannya. Semua yang ada di sekitarnya menjadi sarana belajar bagi si Kecil.
Ketika berada di rumah, bayi mama mungkin aktif merangkak, menyentuh segala benda yang ada di depan matanya. Bayi mama sangat aktif.
Tapi, apakah bayi aktif tanda cerdas?
Bayi aktif dan pintar itu kadang digambarkan dengan keaktifannya bergerak menggunakan anggota tubuhnya untuk mengeksplorasi dunia sekitar, Ma.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health menjelaskan bahwa anak yang aktif cenderung pintar. Menurut studi tersebut, ternyata ada hubungan antara olahraga dan fungsi kognitif pada anak-anak.
Studi tersebut juga menyimpulkan jika aktif dalam olahraga pada masa kanak-kanak secara positif bisa mempengaruhi fungsi kognitif dan emosional anak. Selama lima tahun pertama, partisipasi dalam aktivitas fisik sangatlah penting. Mengapa? Pasalnya, periode keemasan untuk perkembangan motorik, fungsi kognitif, dan fungsi eksekutif yang dinamis.
Apa itu fungsi eksekutif? Ini merupakan keterampilan yang memungkinkan si Kecil untuk terlibat dalam suatu situasi melalui perencanaan tindakan tertentu, menghambat, atau menunda reaksi tertentu.
Nah, peran aktivitas fisik dalam hal ini bisa meningkatkan sirkulasi yang mengarah pada pasokan oksigen yang lebih baik ke otak dan menyediakan nutrisi bagi otak. Kondisi ini merangsang pematangan area motorik di otak sehingga bisa mempengaruhi perkembangan motorik dan meningkatkan kecepatan impuls saraf.
Pada akhirnya disimpulkan jika anak yang aktif bergerak cenderung lebih pintar di berbagai keterampilan.
Bagaimana Orangtua Mengetahui bahwa Bayinya Cerdas?

Penting untuk diingat bahwa semua bayi dilahirkan dengan potensi. Meskipun si Kecil mungkin memang jenius, ada berbagai macam kecerdasan.
Kecerdasan dapat hadir dalam berbagai bentuk, dan ahli teori Howard Gardner bahkan berhipotesis bahwa ada sembilan jenis kecerdasan yang berbeda. Ini termasuk:
Menurut Gardner, meskipun setiap manusia memiliki beberapa tingkat kecerdasan ini, kebanyakan orang memiliki kecerdasan dominan yang paling signifikan memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain dan dunia di sekitarnya.
Sebagai hasil dari kecerdasan dominan mereka, orang belajar dengan cara yang berbeda. Selain itu, orang unggul di bidang yang berbeda. Jadi, jika Mama memilih untuk mempercayai Gardner, setiap bayi cerdas dengan caranya sendiri. Dan orangtua bisa mengidentifikasi dan memeliharanya berdasarkan di mana letak kecerdasan mereka.
Meskipun orangtua tidak setuju dengan teori Gardner, banyak penelitian menunjukkan bahwa tahun-tahun awal kehidupan seorang anak sangat penting dalam menentukan bagaimana otaknya berkembang (meskipun perkembangannya akan terus berlanjut bahkan setelah itu).
Pengaruh Orangtua Jadi Kunci Kecerdasan Anak

Saat mencoba mendorong perkembangan si Kecil, pertimbangkan bahwa para peneliti yang meneliti Einstein dan para tokoh berprestasi tinggi lainnya percaya bahwa perilaku pengasuhan tertentu dapat menghasilkan orang dewasa yang lebih sukses.
Ronald F. Ferguson, PhD, dan Tatsha Robertson dari Universitas Harvard, penulis buku “The Formula: Unlocking the Secrets to Raising Highly Successful Children” menemukan bahwa perilaku pengasuhan yang berpengaruh tersebut meliputi:
- mendorong kemandirian anak, tetapi turun tangan bila perlu
- memperkenalkan ide dan kemungkinan baru kepada anak (dan mengajarkan si kecil untuk gigih dalam menemukan solusi untuk masalah)
- membuat pilihan pengasuhan yang sangat strategis berdasarkan kebutuhan unik si Kecil
Bagaimana Orangtua Dapat Membesarkan Bayi yang Cerdas?

Bayi tidak memerlukan pelatihan atau alat khusus untuk melakukan ini. Bayi hanya membutuhkan orangtua dan dunia di sekitarnya untuk belajar.
Saat Mama memikirkan cara memberikan awal terbaik bagi bayi, pertimbangkan hal-hal berikut:
- Jaga diri Mama selama kehamilan
Perkembangan otak bayi dimulai saat mereka masih dalam kandungan. Nutrisi yang tepat dan menghindari hal-hal seperti merokok dan penggunaan narkoba atau alkohol dapat membantu bayi mencapai potensi penuhnya
Perawatan kesehatan rutin selama kehamilan dapat membantu mencegah komplikasi dan kelahiran prematur yang dapat memengaruhi otak bayi
Berikut beberapa tips bagi orangtua untuk mendukung kecerdasan bayi:
- Penuhi kebutuhan bayi
Untuk mencapai perkembangan optimalnya, bayi perlu diberi makan kaya nutrisi, dirawat dengan baik, dan diberikan kehangatan. Sampai kebutuhan dasar ini terpenuhi, mereka tidak dapat mencapai potensi penuh mereka. Jadi waktu yang dihabiskan untuk memberi makan atau memeluk mereka sebagai persiapan tidur adalah waktu yang berharga.
- Bermain bersama
Meluangkan waktu untuk bermain dengan bayi dapat membantu membangun ikatan yang menjadi dasar bagi hubungan lainnya. Bermain menawarkan kesempatan untuk melatih keterampilan sosial-emosional, komunikasi, dan kognitif yang penting. Penting untuk tidak mengabaikan waktu istimewa ini, bahkan dengan bayi yang baru lahir sekalipun.
- Doronglah tidur yang berkualitas
Tidur sangat penting di segala usia untuk mengonsolidasi ingatan (membantu kita mengintegrasikan pengalaman dan memperoleh lebih banyak pengetahuan), tetapi sangat penting bagi bayi karena otak mereka terus tumbuh dan memproses informasi.
- Berikan pilihan makanan bergizi
Sangat penting untuk perkembangan otak yang optimal agar bayi mendapatkan nutrisi yang tepat. Pada tahun pertama kehidupan, sebagian besar nutrisi tersebut akan berasal dari ASI atau susu formula. Mama perlu memastikan si kecil minum ASI secara teratur dan cukup.
Saat mereka beralih ke makanan padat, Mama perlu memastikan mereka mendapatkan beragam warna dan berbagai kelompok makanan di piring mereka untuk memberi makan tubuh mereka.
- Baca bersama
Percaya atau tidak, Mama mungkin ingin membacakan buku untuk bayi bahkan sebelum mereka lahir. Meskipun ini tidak akan memengaruhi perkembangan mereka, ini akan membangun pola membaca bersama yang dapat bermanfaat setelah mereka lahir dan berada dalam pelukan Mama.
Buku menawarkan kesempatan belajar bahasa, kesempatan untuk menjalin ikatan dengan pengasuh, dan paparan terhadap hal-hal yang mungkin tidak dapat dilihat anak secara fisik.
Ingat, interaksi antara Mama dan bayi adalah bagian penting dari apa yang membuat buku begitu berharga secara edukatif. Pertimbangkan untuk menggabungkan buku dengan pelukan, lagu, dan kekonyolan untuk pertumbuhan otak yang luar biasa.
- Bicaralah dengan bayi
Bahasa itu penting. Jumlah kata yang Mama perkenalkan kepada bayi memengaruhi kosakata mereka, dan penelitian menunjukkan bahwa sering berbicara dengan bayi juga dapat meningkatkan kemampuan nonverbal seperti penalaran dan pemahaman angka.
Dengan berupaya untuk sering terlibat dalam percakapan positif dengan bayi, perkembangan secara keseluruhan kemungkinan akan meningkat. Perilaku yang lebih baik, kecemasan yang berkurang, dan kepercayaan diri yang kuat semuanya dapat tumbuh dari percakapan.
Selain itu, jangan lupa untuk bernyanyi bersama dan menggunakan musik sebagai bentuk bahasa lain. Ini juga terkait dengan perkembangan otak.
- Sediakan mainan yang sesuai dengan perkembangan bayi
Mainan dapat membantu bayi menguasai keterampilan baru. Dengan memilih mainan yang sesuai dengan perkembangan bayi, Mama dapat memberikan tantangan yang wajar kepada si Kecil.
Menguasai berbagai cara bermain dengan mainan mereka dapat meningkatkan kepercayaan diri, kesadaran spasial, dan perkembangan kognitif. Banyak mainan tidak diperlukan jika mainan yang tersedia mendorong pembelajaran dan pertumbuhan.
- Hindari menggunakan HP
Banyak penelitian telah mengaitkan waktu menonton layar pada anak kecil dengan dampak negatif pada perkembangan otak.
Akibatnya, Akademi Pediatri Amerika (AAP) merekomendasikan pada tahun 2016 agar anak-anak di bawah usia 18 bulan menghindari waktu menonton layar selain obrolan video. Setelah usia 18 bulan, AAP merekomendasikan agar hanya program berkualitas tinggi yang ditayangkan.
Antara usia 2 hingga 5 tahun, disarankan untuk membatasi waktu menonton layar maksimal 1 jam per hari untuk program berkualitas tinggi ini (ditayangkan dengan kehadiran orang dewasa untuk memberikan koneksi dunia nyata dan membantu anak memahami apa yang mereka lihat).
- Tetap aktif
Aktif berolahraga penting untuk kesehatan mental dan bukan hanya fisik. Aktivitas fisik melepaskan endorfin, yang dapat membantu melawan perasaan depresi dan kecemasan. Aktivitas fisik juga dapat membangun kepercayaan diri, meningkatkan harga diri, dan membangun keterampilan kognitif.
- Kelola ekspektasi orangtua
Ingatlah bahwa pertumbuhan membutuhkan waktu. Jangan lupa untuk menetapkan ekspektasi yang realistis berdasarkan tonggak perkembangan yang umumnya diharapkan dan rayakan bahkan pencapaian kecil di sepanjang jalan.
- Fokus pada eksplorasi daripada hafalan
Meskipun sangat menyenangkan melihat balita menghafal ibu kota negara bagian atau fakta perkalian, jangan terlalu fokus pada hafalan sebagai tanda kecerdasan.
Terutama di bulan-bulan dan tahun-tahun awal, si Kecil perlu menghabiskan banyak waktu untuk melatih keterampilan motorik kasar dan halusnya. Mengembangkan keterampilan ini membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi, menyentuh, dan bergerak.
Bahkan saat bayi bertambah usia, banyak kata dan fakta dapat dipelajari dalam konteks dunia nyata. Memberikan konteks ini dapat membantu dalam mengingat informasi.
Bayi belajar dan tumbuh setiap hari. Jika Mama ingin membantu mereka berkembang, salah satu hal terbaik yang dapat Mama lakukan adalah fokus pada hal-hal yang menarik minat mereka.
Saat Mama mempelajari lebih lanjut tentang kekuatan dan kelemahan si Kecil, Mama akan dapat menyesuaikan aktivitas yang Mama berikan kepadanya. Tidak perlu banyak alat canggih, hanya waktu dan barang-barang sehari-hari.
Meskipun mudah untuk merasa bersaing dengan orangtua lain dan anak-anak mereka, setiap bayi berkembang dengan caranya sendiri dan pada waktunya sendiri. Ingatlah untuk menerima keunikan bayi dengan semua bakatnya dan fokuslah pada pengembangan bakatnya hingga potensi terbaiknya.
Jika Mama khawatir tentang perkembangan bayi, Mama dapat berbicara dengan dokter anak. Dokter akan dapat memberi Mama panduan tentang apa yang dianggap sebagai perkembangan tipikal dan menawarkan rujukan ke spesialis yang berbeda jika perlu.
Itu penjelasan tentang apakah bayi aktif tanda cerdas. Apakah bayi mama juga sangat aktif?





















