Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Anak Sering Makan Menu yang Itu-Itu Aja? Waspada Kekurangan Gizi

Anak Sering Makan Menu yang Itu-Itu Aja? Waspada Kekurangan Gizi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Pola makan monoton tidak disarankan karena kebutuhan gizi anak sangat beragam dan tidak bisa dipenuhi hanya dari satu jenis makanan.
  • Kebiasaan menyajikan menu yang sama terus-menerus dapat menyebabkan kekurangan gizi, menghambat pertumbuhan, serta menurunkan daya tahan tubuh anak.
  • Kurangnya variasi makanan saat MPASI bisa membuat anak menjadi picky eater karena tidak terbiasa dengan rasa dan tekstur baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Rasanya pasti menyenangkan melihat si Kecil lahap menyantap makanan yang Mama sajikan, apalagi jika itu hasil masakan sendiri. Si Kecil yang terlihat sangat menyukai suatu menu sering kali membuat Mama ingin menyajikan menu yang sama lagi keesokan harinya, bahkan selama beberapa hari berturut-turut.

Ternyata, kebiasaan menyajikan menu yang sama secara terus-menerus dapat membentuk pola makan yang monoton. Bagi anak, terlebih yang masih berada pada tahap MPASI, pola makan seperti ini tidak disarankan karena dapat berdampak pada kesehatan sekaligus perkembangan si Kecil.

Berikut Popmama.com siapkan dampak buruk anak sering makan menu yang itu-itu aja.

Table of Content

1. Kenapa anak tidak disarankan makan menu yang itu-itu aja?

1. Kenapa anak tidak disarankan makan menu yang itu-itu aja?

Dampak buruk anak sering makan menu yang itu-itu aja
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

dr. Agus Wijata, Sp.A., melalui akun Instagram @dr.aguswijata menjelaskan bahwa pola makan yang monoton tidak disarankan karena kebutuhan gizi si Kecil sangat beragam. Kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi hanya dari satu jenis makanan.

Sebagai contoh, jika si Kecil setiap hari hanya makan ikan gurami, ia memang akan mendapatkan protein. Namun, tubuhnya juga membutuhkan zat gizi lain yang tidak terdapat dalam ikan gurami, seperti serat dari sayur dan buah. Oleh karena itu, Mama dianjurkan untuk memberikan variasi menu.

2. Pola makan monoton dapat membuat si Kecil kekurangan gizi

Pola makan monoton dapat membuat si Kecil kekurangan gizi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Apabila si Kecil tidak mendapatkan asupan gizi yang optimal, ia berisiko mengalami kekurangan gizi. Kondisi ini dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Berikut beberapa dampak buruk yang mungkin terjadi:

  • Menghambat pertumbuhan (stunting): Kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat membuat tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya.

  • Berat badan sulit naik atau turun: Asupan energi dan zat gizi yang kurang membuat berat badan anak tidak bertambah secara optimal.

  • Daya tahan tubuh menurun: Anak lebih mudah sakit karena sistem kekebalan tubuh tidak bekerja dengan baik.

  • Perkembangan otak terganggu: Kurangnya nutrisi penting, seperti protein, zat besi, dan lemak sehat, dapat memengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan otak.

  • Meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari: Kekurangan gizi sejak dini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung, saat dewasa.

3. Pola makan monoton bisa membuat anak menjadi picky eater

Pola makan monoton bisa membuat anak menjadi picky eater
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Masa MPASI merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan si Kecil pada berbagai jenis makanan. Pada periode ini, si Kecil belajar mengenal beragam rasa, tekstur, aroma, dan warna makanan. Semakin banyak variasi makanan yang dikenalkan secara bertahap, semakin besar kesempatan si Kecil terbiasa menerima makanan baru.

Sebaliknya, jika menu terus diulang dengan jenis makanan yang sama, si Kecil menjadi kurang terbiasa mencoba rasa dan tekstur yang berbeda. Kebiasaan ini dapat membuatnya lebih nyaman dengan makanan yang sudah dikenal sehingga lebih sering menolak makanan baru saat diberikan.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko si Kecil menjadi picky eater atau pemilih makanan.

4. Variasi menu MPASI si Kecil

Variasi menu MPASI si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Variasi menu MPASI perlu diberikan setiap hari agar si Kecil tidak bosan dan kebutuhan gizinya terpenuhi.  MPASI bisa disusun berdasarkan pedoman gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu MPASI lengkap dan MPASI sederhana.

  • MPASI lengkap: Terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah.
    Contoh: bubur nasi + ayam cincang + tahu + bayam + potongan pepaya.

  • MPASI sederhana: Terdiri dari makanan pokok, satu jenis lauk (hewani atau nabati), serta sayur atau buah.
    Contoh: Bubur nasi + tempe + labu kuning.

5. Kebutuhan gizi berdasarkan usia

Kebutuhan gizi berdasarkan usia
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kebutuhan gizi si Kecil akan terus berubah seiring bertambahnya usia. Pada enam bulan pertama kehidupan, seluruh kebutuhan gizi si Kecil dapat dipenuhi melalui ASI eksklusif.

Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan zat gizi si Kecil meningkat sehingga ASI perlu dilengkapi dengan MPASI.  Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan gizi harian bayi usia 6–11 bulan meliputi:

  • Energi: 800 kkal

  • Protein: 15 gram

  • Lemak total: 35 gram

  • Air: 900 ml

  • Vitamin A: 400 RE

  • Vitamin D: 10 mcg

  • Vitamin E: 5 mg

  • Vitamin K: 10 mcg

  • Folat: 80 mcg

  • Kalsium: 270 mg

  • Fosfor: 275 mg

  • Zat besi: 11 mg

  • Seng: 3 mg

Itu tadi dampak buruk anak sering makan menu yang itu-itu aja. Yuk, variasikan menu si Kecil demi kebutuhan nutrisinya!

 

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More