Pexels.com/Vidal Balielo Jr.
Cleveland Clinic menjelaskan perawatan penis bayi dengan hipospadia perlu disesuaikan dengan kondisi dan tahap penanganannya.
Sebelum operasi, Mama dapat membersihkan penis si Kecil seperti biasa saat mengganti popok atau memandikannya. Mama tidak perlu menarik kulup secara paksa maupun menggunakan produk pembersih khusus.
Setelah operasi, ikuti petunjuk dokter untuk menjaga area bekas tindakan tetap bersih dan mengurangi risiko infeksi. Cuci tangan menggunakan sabun dan air sebelum mengganti popok atau menyentuh area tersebut.
Jika area operasi terkena urine atau tinja, bersihkan secara perlahan menggunakan air hangat dan sabun, kemudian keringkan dengan menepuknya secara lembut menggunakan handuk.
Apabila bayi masih menggunakan kateter sementara, pastikan selang tidak tertarik dan urine dapat mengalir dengan baik.
Selama dua hingga tiga minggu setelah operasi, bayi juga perlu menghindari posisi tengkurap dan aktivitas menggunakan mainan yang mengangkang, seperti kuda goyang, jungkat-jungkit, ayunan, sepeda, atau jumper.
Pembengkakan, memar, dan perubahan warna pada area operasi merupakan hal yang umum terjadi. Kondisi tersebut biasanya berangsur membaik dalam satu hingga dua bulan.
Namun, Mama tetap perlu mengikuti jadwal kontrol dan menghubungi dokter apabila muncul keluhan yang mengkhawatirkan.