Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Hipospadia pada Bayi Bisa Kembali Normal?
Mayoclinic.org
  • Hipospadia adalah kelainan bawaan saat lubang kencing berada di bawah penis; penanganan utama umumnya operasi pada usia 3–18 bulan untuk memperbaiki posisi uretra dan bentuk penis.

  • Sebelum operasi, penis cukup dibersihkan seperti biasa tanpa menarik kulup paksa. Setelahnya, area operasi perlu dijaga bersih, kateter dipantau, dan aktivitas mengangkang dihindari 2–3 minggu.

  • Penyebab hipospadia belum sepenuhnya diketahui dan tidak selalu bisa dicegah. Selama kehamilan, risiko dapat dikurangi dengan menghindari rokok serta alkohol, menjaga berat badan, memenuhi asam folat, dan kontrol rutin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hipospadia adalah kondisi bawaan pada bayi laki-laki ketika lubang saluran kencing berada di bagian bawah penis, bukan di ujung penis. Kondisi ini dapat memengaruhi bentuk penis dan arah aliran urine.
  • Who?
    Bayi laki-laki dengan hipospadia memerlukan pemeriksaan dokter. Tenaga kesehatan dapat menangani kondisi ini melalui pembedahan dan pemantauan lanjutan sesuai keadaan anak.
  • Where?
    Penanganan dilakukan melalui layanan medis, termasuk pemeriksaan dokter dan prosedur pembedahan pada penis serta saluran kencing bayi.
  • When?
    Operasi umumnya dilakukan ketika anak berusia 3 hingga 18 bulan. Setelah operasi, pemantauan dan perawatan area tindakan dilakukan sesuai jadwal kontrol dokter.
  • Why?
    Pembedahan bertujuan menempatkan lubang uretra pada posisi yang tepat, memperbaiki lengkungan penis, dan memperbaiki kulit di sekitar lubang uretra.
  • How?
    Dokter melakukan operasi, terkadang bertahap. Sebelum operasi, penis dibersihkan seperti biasa tanpa menarik kulup paksa. Setelahnya, area operasi dijaga bersih, kateter dipantau, dan bayi menghindari posisi tengkurap selama dua hingga tiga minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada bayi laki-laki, lubang pipis kadang ada di bawah penis. Ini namanya hipospadia. Dokter bisa memperbaikinya dengan operasi saat bayi masih kecil. Setelah operasi, penis harus dijaga bersih dan diperiksa dokter. Jika lubang pipis bayi tidak di ujung penis, Mama perlu mengajak bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hipospadia merupakan kondisi bawaan ketika lubang saluran kencing bayi laki-laki berada di bagian bawah penis, bukan di ujungnya.

Kondisi ini dapat memengaruhi bentuk penis dan arah aliran urine sehingga perlu mendapat perhatian sejak dini.

Meski begitu, hipospadia dapat ditangani dengan perawatan medis yang tepat. Lantas, apakah hipospadia pada bayi bisa kembali normal?

Berikut rangkuman Popmama.com mengenai penanganan hipospadia dan perawatan yang perlu diperhatikan.

1. Hipospadia pada bayi dapat diperbaiki melalui operasi

Pexels.com/Hannah Barata

Melansir Kementerian Kesehatan RI, sebagian besar kasus hipospadia pada anak ditangani melalui prosedur pembedahan untuk memperbaiki posisi lubang saluran kencing dan bentuk penis.

Operasi umumnya dapat dilakukan saat anak berusia 3–18 bulan. Pada beberapa kasus, pembedahan perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi anak.

Prosedur ini bertujuan untuk menempatkan lubang uretra di posisi yang tepat, memperbaiki lengkungan penis, serta memperbaiki kulit di sekitar lubang uretra. Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap anak.

Sebagian anak mungkin memerlukan operasi tambahan jika muncul komplikasi, seperti lubang saluran kencing menyempit atau terbentuk fistula, yaitu saluran abnormal yang menyebabkan urine keluar dari lubang lain.

Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memantau hasil operasi dan fungsi saluran kencing si Kecil.

2. Perawatan penis bayi perlu diperhatikan sebelum dan sesudah operasi

Pexels.com/Vidal Balielo Jr.

Cleveland Clinic menjelaskan perawatan penis bayi dengan hipospadia perlu disesuaikan dengan kondisi dan tahap penanganannya.

Sebelum operasi, Mama dapat membersihkan penis si Kecil seperti biasa saat mengganti popok atau memandikannya. Mama tidak perlu menarik kulup secara paksa maupun menggunakan produk pembersih khusus.

Setelah operasi, ikuti petunjuk dokter untuk menjaga area bekas tindakan tetap bersih dan mengurangi risiko infeksi. Cuci tangan menggunakan sabun dan air sebelum mengganti popok atau menyentuh area tersebut.

Jika area operasi terkena urine atau tinja, bersihkan secara perlahan menggunakan air hangat dan sabun, kemudian keringkan dengan menepuknya secara lembut menggunakan handuk.

Apabila bayi masih menggunakan kateter sementara, pastikan selang tidak tertarik dan urine dapat mengalir dengan baik.

Selama dua hingga tiga minggu setelah operasi, bayi juga perlu menghindari posisi tengkurap dan aktivitas menggunakan mainan yang mengangkang, seperti kuda goyang, jungkat-jungkit, ayunan, sepeda, atau jumper.

Pembengkakan, memar, dan perubahan warna pada area operasi merupakan hal yang umum terjadi. Kondisi tersebut biasanya berangsur membaik dalam satu hingga dua bulan.

Namun, Mama tetap perlu mengikuti jadwal kontrol dan menghubungi dokter apabila muncul keluhan yang mengkhawatirkan.

3. Risiko hipospadia dapat dikurangi selama kehamilan

Pexels.com/SHVETS production

Mengutip Cleveland Clinic, hipospadia tidak selalu dapat dicegah karena penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui.

Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan selama kehamilan untuk membantu mengurangi risiko kondisi ini.

Beberapa langkah yang dapat Mama lakukan meliputi:

  • Menghindari rokok dan alkohol. Hindari merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol selama kehamilan untuk mendukung kesehatan janin.

  • Menjaga berat badan yang sehat. Upayakan berat badan tetap sesuai dengan rekomendasi selama kehamilan melalui pola makan seimbang dan aktivitas yang dianjurkan tenaga kesehatan.

  • Memenuhi kebutuhan asam folat. Konsumsi asam folat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Cleveland Clinic menyebutkan kisaran 400–800 mikrogram per hari.

  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Kunjungan antenatal membantu memantau kesehatan Mama dan perkembangan janin serta memberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai faktor risiko kehamilan.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu mendukung kehamilan yang sehat, tetapi tidak menjamin hipospadia dapat dicegah sepenuhnya.

Itu dia penjelasan mengenai apakah hipospadia pada bayi bisa kembali normal. Jika Mama melihat posisi lubang kencing si Kecil tidak berada di ujung penis, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article