Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

White Noise untuk Bayi: Apa Itu, Manfaat, dan Risikonya

5 min read
White Noise untuk Bayi: Apa Itu, Manfaat, dan Risikonya
Shopee.co.id
  • White noise adalah suara konstan yang menyamarkan kebisingan dan dapat terasa akrab bagi bayi karena menyerupai suasana rahim.

  • Penggunaan yang tepat berpotensi membantu bayi lebih cepat terlelap, tidur lebih lama, serta tidak mudah terganggu suara rumah.

  • White noise perlu dibatasi: gunakan volume rendah, letakkan sekitar dua meter dari boks, pakai seperlunya, dan waspadai risiko gangguan pendengaran, perkembangan, serta ketergantungan tidur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malam sudah larut, si Kecil masih rewel, dan Mama sudah mencoba menggendong, menepuk-nepuk, sampai menyanyikan lagu pengantar tidur. 

Di tengah usaha itu, banyak orangtua akhirnya menoleh pada satu benda sederhana, yaitu mesin white noise. Katanya, suara ini bisa membuat bayi tidur lebih nyenyak. 

Untuk menjawab rasa penasaran Mama akan penggunaan white noise, berikut Popmama.com mengulas white noise untuk bayi: apa itu, manfaat dan risiko. Yuk, simak sampai habis!

  1. Apa Itu White Noise untuk Bayi?

    Apa Itu White Noise untuk Bayi?
    Pexels/Eric Moura

    Mengutip Happiest Baby, white noise merupakan gabungan semua frekuensi yang bisa ditangkap telinga dengan intensitas yang sama.

    Melansir Healthline, white noise juga berupa suara yang dihasilkan secara terus-menerus yang dapat menyamarkan bunyi lain di sekitar. Sifatnya yang terus-menerus inilah diibaratkan sebagai selimut suara di sekeliling si Kecil.

    Lalu, kenapa si Kecil bisa merasa nyaman dengan suara ini? Selama 9 bulan, bayi hidup di rahim yang jauh dari sunyi, penuh gemuruh rendah dan aliran air yang deras, sehingga suara yang rata dan terus-menerus terasa akrab baginya.

  2. Manfaat White Noise untuk Bayi

    Manfaat White Noise untuk Bayi
    Pexels/Helena Lopes

    Kalau dipakai dengan tepat, white noise bisa menjadi teman setia Mama saat si Kecil susah ditidurkan. Berikut deretan manfaatnya.

    1. Membantu bayi lebih cepat terlelap
      Melansir Healthline, white noise berpotensi membantu bayi baru lahir lebih cepat tertidur, meski penelitian jangka panjangnya masih diperlukan.

    2. Membuat tidur lebih lama dan tidak mudah terganggu
      Menurut Healthline, bayi berpotensi tidur lebih lama dengan gangguan yang lebih sedikit. Kualitas tidurnya pun disebut bisa lebih baik.

    3. Menenangkan karena mirip dengan suasana rahim
      Mengutip Happiest Baby, white noise mengingatkan bayi baru lahir pada suasana di rahim. Suara ini juga disebut membantu memicu refleks menenangkan.

    4. Menyamarkan suara bising di rumah
      Melansir Today, white noise membuat bayi bisa fokus pada satu bunyi, bukan suara panci berdenting atau anak-anak yang berisik.

  3. Cara Menggunakan White Noise dengan Aman

    Cara Menggunakan White Noise dengan Aman
    Pexels/kenan zhang

    Meski bermanfaat, white noise bukan alat yang boleh dinyalakan asal-asalan. Ada beberapa aturan main yang perlu Mama pegang.

    1. Jaga volume tetap rendah
      Menurut Henry Ford Health, volume mesin white noise disarankan di bawah 50 hingga 60 desibel, kira-kira sekeras dengung kulkas atau gerimis lembut.

    2. Letakkan mesin jauh dari boks bayi
      Mengutip Henry Ford Health, jarak minimal yang disarankan adalah 7 kaki atau sekitar 2 meter dari boks, misalnya di meja atau lantai terdekat.

    3. Pakai seperlunya, jangan sepanjang hari
      Menurut Henry Ford Health, bayi perlu mendengar percakapan dan suara di rumah demi perkembangan bicara dan bahasanya. Karena itu, white noise cukup dipakai saat dibutuhkan.

    4. Pastikan tangis si Kecil tetap terdengar
      Menurut Today, suara normal berada di kisaran 25 sampai 50 desibel, jadi suara mesin jangan sampai membuat Mama tidak bisa mendengar tangis si Kecil.

    5. Matikan atau pasang timer setelah bayi lelap
      Menurut Henry Ford Health, banyak mesin punya fitur timer yang mati sendiri setelah 30 atau 60 menit, dan tugas white noise sudah selesai saat bayi tidur nyenyak.

  4. Risiko White Noise untuk Bayi yang Perlu Diwaspadai

    Risiko White Noise untuk Bayi yang Perlu Diwaspadai
    Pexels/freestocks.org

    Di balik manfaatnya, ada sisi lain dari white noise yang tidak boleh Mama abaikan. Berikut risiko-risikonya.

    1. Mesin bisa terlalu keras
      Melansir ABC News, studi terhadap 24 mesin white noise dan 6 aplikasi ponsel menemukan bahwa semuanya melampaui batas paparan yang diperbolehkan bagi bayi. Sehingga berisiko terhadap kesehatannya.

    2. Berisiko bagi pendengaran dan perkembangan
      Healthline menyebut agar mesin tidak dipakai terlalu lama atau melebihi batas kebisingan karena ada risiko gangguan pendengaran dan berpotensi menyebabkan masalah neurologis serta kognitif. 

    3. Si Kecil kurang mendengar suara sekitar
      Menurut Henry Ford Health, bayi perlu mendengar percakapan dan irama kehidupan keluarga untuk perkembangan bicaranya. Si Kecil perlu mengenal suara rumah dan suara Mama saat ia sedang terjaga dan tenang.

    4. Bayi bisa jadi bergantung
      Henry Ford Health menyebut white noise bisa menjadi penopang bayi untuk tidur, yaitu apa pun yang dibutuhkan anak untuk tertidur dan tidak bisa ia sediakan sendiri, sama seperti digoyang, menyusu, atau empeng.

    5. Tidak semua bayi cocok
      Menurut Today, sebagian bayi memang tidak menyukai white noise, mirip bayi yang terus memuntahkan empeng. Mencoba white noise bisa jadi proses coba-coba karena kebutuhan tidur tiap bayi berbeda.

  5. Tips Menggunakan White Noise untuk Bayi

    Tips Menggunakan White Noise untuk Bayi
    Pexels/Nothing Ahead

    Supaya manfaatnya terasa dan risikonya terkendali, Mama bisa mencoba beberapa tips berikut.

    1. Pilih suara yang sederhana dan konstan
      Menurut Henry Ford Health, suara yang berkelanjutan dan tidak berubah paling cocok untuk bayi, sedangkan melodi atau lagu dengan nada naik turun justru bisa mengganggu.

    2. Pilih mesin khusus ketimbang aplikasi
      Menurut Henry Ford Health, aplikasi bisa bermasalah, mulai dari buffering, iklan, hingga suara pendek berulang dengan jeda yang terdengar dan malah mengganggu tidur.

    3. Kurangi secara bertahap jika ingin berhenti
      Turunkan volume sedikit demi sedikit sampai anak tidak lagi membutuhkannya, dimulai dari tidur siang lalu tidur malam, seperti dikutip oleh ABC News.

    4. Pantau pendengaran dan konsultasi dengan dokter
      Dikutip dari ABC News, bayi yang tidak bereaksi terhadap suara keras, seperti pintu dibanting atau gonggongan anjing, patut diwaspadai, dan dokter anak bisa memandu tes pendengaran yang sesuai. 

    Nah, itulah pembahasan mengenai white noise untuk bayi: apa itu, manfaat dan risiko. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More