Ketika Mama sedang menempelkan tangan di dahi si Kecil yang hangat. Tiba-tiba, ada darah menetes dari hidung mungilnya, dan jantung Mama langsung berdegup kencang karena panik dan bingung.
Berbahayakah Bayi Mimisan saat Demam? Ini Penjelasannya

Mimisan pada anak umumnya tidak berbahaya dan sering berhenti sendiri, tetapi saat disertai demam dapat berkaitan dengan infeksi atau kondisi lain yang perlu diperiksa.
Pemicu meliputi infeksi, pilek, alergi, udara kering, kebiasaan mengucek hidung, obat semprot berlebihan, benturan, benda asing, hingga kondisi medis langka.
Pertolongan awal: dudukkan bayi condong ke depan, tekan hidung 10 menit, kompres dingin; cari bantuan medis bila berusia di bawah 2 tahun, perdarahan menetap, berulang, atau muncul gejala serius.
Mimisan memang tampak menyeramkan, tetapi pada banyak kasus kondisinya tidak seburuk yang dibayangkan. Hanya saja, bayi butuh perhatian ekstra, sehingga Mama perlu tahu kapan cukup merawatnya di rumah dan kapan harus segera ke dokter.
Biar Mama tidak bingung sendirian, berikut Popmama.com mengulas berbahayakah bayi mimisan saat demam? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apakah Berbahaya Bayi Mimisan saat Demam?

Pexels/Absalom Robinson Melansir Cleveland Clinic, mimisan pada anak umumnya tidak berbahaya dan biasanya bisa ditangani di rumah. Bahkan, perdarahannya sering berhenti dengan sendirinya.
Penyebabnya sederhana, yaitu pembuluh darah halus di dalam hidung letaknya dekat dengan permukaan sehingga mudah pecah. Menurut Cleveland Clinic, sekitar 3 dari 10 anak pernah mengalaminya sebelum usia 5 tahun.
Namun, ada satu catatan penting ketika mimisan datang bersamaan dengan demam. Mengutip Kailash Healthcare, kombinasi ini bisa menandakan adanya infeksi atau masalah lain yang perlu diperiksa oleh dokter.
Jadi, demam bukan masalah tunggal, melainkan petunjuk bahwa tubuh si Kecil mungkin sedang melawan sesuatu.
Apa Penyebab Bayi Mimisan saat Demam?

Pexels/freestocks.org Mimisan saat demam jarang memiliki satu penyebab tunggal. Berikut beberapa pemicu yang paling sering ditemukan.
Infeksi dan pilek
Menurut Dayton Children's Hospital, infeksi sinus maupun infeksi virus bisa membuat jaringan hidung teriritasi hingga berdarah. Pilek dan alergi membuat hidung bengkak sehingga lebih mudah berdarah.Udara yang kering
Suhu lingkungan yang meningkat bisa membuat hidung anak kering dan tidak lembap.Mengorek atau mengucek hidung
Kuku yang panjang dan tajam bisa melukai selaput hidung. Si Kecil yang merasa tidak nyaman karena hidung tersumbat bisa jadi lebih sering mengutak-atik hidungnya.Penggunaan obat semprot hidung
Menurut Kemenkes, obat hidung yang mengandung antihistamin atau kortikosteroid dapat mengiritasi selaput hidung bila dipakai terlalu lama dan berlebihan. Karena itu, pemakaiannya sebaiknya hanya atas arahan dokter.Benturan atau benda asing
Cleveland Clinic menyebut pukulan ke hidung atau benda kecil yang masuk ke lubang hidung bisa memicu mimisan. Itulah mengapa si Kecil perlu diawasi saat bermain.Kondisi medis yang jarang terjadi
Gangguan pembekuan darah atau kelainan pembuluh darah termasuk penyebab langka. Biasanya dokter baru akan menelusurinya bila mimisan sering terulang.
Bagaimana Pertolongan Pertama Bayi Mimisan saat Demam?

Pexels/Nataliya Vaitkevich Saat darah mulai menetes, hal pertama yang Mama butuhkan adalah kepala dingin. Berikut langkah-langkah yang dianjurkan para ahli.
Tetap tenang
Kids Health menyebut tangisan bisa membuat mimisan lebih parah, sehingga ketenangan Mama ikut menenangkan si Kecil. Peluk dan ajak ia bicara dengan suara lembut.Tegakkan posisi tubuhnya
Dudukkan atau pangku si Kecil dalam posisi tegak dengan kepala sedikit condong ke depan. Menurut Medical News Today, jangan membaringkan atau mendongakkan kepala, karena darah bisa tertelan dan memicu batuk atau muntah.Pencet bagian lunak hidung
Menurut Kids Health, tekan bagian lunak hidung dengan mantap selama 10 menit tanpa dilepas untuk mengecek.Beri kompres dingin
Kompres dingin yang dibungkus kain tipis di pangkal hidung membantu menyempitkan pembuluh darah. Cara ini bisa Mama lakukan sambil tetap menekan hidung si Kecil.Jangan menyumpal hidung
Medical News Today menyebut agar hidung tidak diisi tisu atau kasa. Sumbatan itu bisa mengiritasi dan memicu perdarahan lagi saat dicabut.Beri waktu istirahat
Hindari mengutak-atik hidung serta mandi atau minum minuman yang terlalu panas selama sekitar 24 jam setelah mimisan. Aktivitas yang terlalu berat pun sebaiknya ditunda.
Kapan Bayi Mimisan saat Demam Harus Dibawa ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba Pada bayi, kewaspadaan memang perlu lebih diperhatikan. Berikut tanda-tanda yang sebaiknya tidak Mama abaikan.
Berusia di bawah 2 tahun
Kids Health menyebut anak di bawah 2 tahun yang mimisan diperiksakan ke tenaga kesehatan. Mimisan pada bayi jauh lebih jarang dan perlu selalu dievaluasi karena hidung bayi sangat rapuh.Perdarahan tidak berhenti dalam 20 menit
Mimisan selama 20 menit menandakan si Kecil perlu segera ditangani oleh tenaga kesehatan.Mimisan terjadi berulang
Mimisan berulang selama beberapa minggu layak diselidiki penyebabnya.Si Kecil tampak pucat, lemas, atau sesak
Cleveland Clinic menyebut kulit pucat, tubuh lemas, sulit bernapas, serta batuk atau muntah darah sebagai tanda yang butuh pertolongan segera.Mimisan terjadi setelah benturan
Butuh penanganan urgen bila mimisan muncul setelah jatuh atau kepala dan wajah terbentur. Hidung yang tampak bengkok juga menjadi alasan untuk segera ke dokter.Demam disertai gejala lain yang mencemaskan
Demam yang disertai gejala mengkhawatirkan sebagai alasan untuk mencari pertolongan medis segera. Memar tanpa sebab ikut menjadi tanda yang perlu diwaspadai.
Bagaimana Cara Mencegah Bayi Mimisan saat Demam?

Pexels/Sarah Chai Mencegah mimisan pada intinya berarti menjaga agar bagian dalam hidung si Kecil tetap lembap. Menurut Cleveland Clinic, pastikan kebutuhan cairannya tercukupi dan pertimbangkan memakai humidifier supaya udara di kamar tidak terlalu kering.
Mengutip St. Hope Pediatrics, jaga kuku tetap pendek agar tidak melukai bagian dalam hidung. Jauhkan pula si Kecil dari asap rokok dan sumber udara panas yang terlalu kering.
Terakhir, kendalikan alergi atau pilek yang menyertainya sesuai anjuran dokter. Dengan begitu, hidung si Kecil tidak terus-menerus meradang dan lebih jarang berdarah.
Jadi, bayi mimisan saat demam umumnya bukan tanda bahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan karena bisa menjadi petunjuk adanya infeksi atau kondisi lain. Tetap tenang, hentikan perdarahan dengan langkah sederhana, lalu pantau kondisi si Kecil dengan saksama.
Nah, itulah pembahasan mengenai berbahayakah bayi mimisan saat demam? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!




















