Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah White Noise Aman untuk Bayi? Ini Penjelasannya

3 min read
Apakah White Noise Aman untuk Bayi? Ini Penjelasannya
Shopee.co.id
  • White noise aman untuk bayi bila digunakan benar: volume di bawah 50–60 desibel dan mesin ditempatkan lebih dari 2 meter dari boks.

  • Suara konsisten ini dapat menyamarkan kebisingan rumah, menenangkan bayi, serta membantu mereka tertidur lebih cepat dan tidur lebih nyenyak.

  • Penggunaan tidak dianjurkan sepanjang hari atau malam; pakai saat diperlukan, hentikan setelah bayi tidur, karena durasi berlebihan berisiko pada pendengaran dan ketergantungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama tentu ingin si Kecil tidur nyenyak. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu bayi tidur adalah dengan bantuan white noise. 

White noise semakin populer karena dipercaya membantu bayi lebih cepat terlelap dan tidur lebih lama. Tetapi, keamanan mesin white noise sempat dipertanyakan dalam membantu tidur si Kecil.

Jadi, apakah white noise benar-benar aman untuk bayi? Berikut Popmama.com mengulas apakah white noise aman untuk bayi? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apakah White Noise Aman untuk Bayi?

    Apakah White Noise Aman untuk Bayi?
    Pexels/Eric Moura

    Jawabannya, aman selama dipakai dengan benar. Menurut American Academy of Pediatrics, volume mesin white noise untuk bayi sebaiknya dijaga di bawah 50–60 desibel, agar tidak terlalu keras bagi pendengaran si Kecil.

    Batas 50 desibel itu dibuat agar ruang rawat nyaman untuk tidur, bukan dibuat untuk mencegah gangguan pendengaran. Selain itu, menurut Children's Hospital of Philadelphia, mesin diletakkan lebih dari 2 meter dari boks.

    Jadi, penggunaan white noise aman diberikan pada bayi selama jarak dan volume yang diberikan untuk si Kecil masih dalam batas dan porsi yang sesuai. Sehingga tidak mengganggu proses tidur si Kecil.

  2. Apa Itu White Noise?

    Apa Itu White Noise?
    Pexels/upender photography

    Melansir Healthline, white noise adalah suara terus-menerus dengan intensitas yang sama atau berubah secara teratur pada berbagai frekuensi. Suara ini bisa menyamarkan bunyi lain di sekitar.

    Ada pula mesin khusus bayi yang dilengkapi dengan lagu pengantar tidur atau suara detak jantung yang meniru detak jantung orangtua. Suara hutan hujan dan deburan ombak juga kerap dipakai untuk memancing kantuk.

  3. Apa Manfaat White Noise untuk Bayi?

    Apa Manfaat White Noise untuk Bayi?
    Pexels/Nothing Ahead

    Menurut Today, white noise bisa menenangkan bayi dan menyamarkan sebagian suara rumah. Dampaknya, tangis si Kecil bisa berkurang dan ia lebih mudah tertidur.

    Mengutip jurnal Archives of Disease in Childhood. Dari 40 bayi yang diteliti, 80 persen tertidur dalam 5 menit pertama setelah mendengar white noise.

    White noise juga  membantu bayi baru lahir tertidur lebih cepat, tidur lebih lama, dan tidur lebih nyenyak dengan lebih sedikit gangguan. Meski begitu, masih diperlukan penelitian jangka panjang tentang penggunaan white noise untuk membantu tidur bayi.

  4. Bagaimana Cara Kerja White Noise pada Bayi?

    Bagaimana Cara Kerja White Noise pada Bayi?
    Pexels/upender photography

    Menurut Today, white noise menyerupai suara yang didengar bayi saat masih di dalam rahim. Tak heran jika suara ini terasa akrab bagi si Kecil.

    White noise membuat bayi fokus pada satu suara, bukan pada bunyi bising di rumah seperti panci berdenting. Suara sehari-hari yang biasa itu pun jadi tersamarkan.

    Melansir Happiest Baby, white noise mengaktifkan refleks menenangkan pada bayi. Refleks ini membuat bayi lebih tenang, tidak rewel, dan siap untuk tidur dan istirahat.

  5. Berapa Lama Bayi Boleh Mendengarkan White Noise?

    Berapa Lama Bayi Boleh Mendengarkan White Noise?
    Pexels/upender photography

    Melansir Henry Ford Health, tidak disarankan memutar white noise sepanjang hari dan malam. Menurutnya, bayi perlu mendengar percakapan dan suara di rumah untuk perkembangan bicara dan bahasa.

    Gunakan saat benar-benar dibutuhkan, misalnya saat tidur siang atau menginap di tempat asing. Banyak mesin punya timer selama 30 atau 60 menit. Setelah bayi tidur lelap, white noise bisa disudahi.

    Melansir Healthline, pemakaian terlalu lama atau melewati batas kebisingan yang dianjurkan berisiko bagi pendengaran. Bayi juga bisa jadi bergantung pada suara ini, sehingga sulit tidur saat mesinnya tidak ada.

    Jadi, white noise bisa menjadi teman tidur si Kecil, asal volumenya rendah, jaraknya aman, dan durasinya tidak berlebihan. Nah, itulah pembahasan mengenai apakah white noise aman untuk bayi? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More