Mata kuning pada bayi baru lahir bisa membuat Mama khawatir, terutama jika kondisi ini muncul beberapa hari setelah persalinan.
Mata Kuning pada Bayi Pertanda Apa? Kenali Penyebab dan Penanganannya

Mata kuning pada bayi umumnya menandakan jaundice akibat penumpukan bilirubin, karena hati bayi baru lahir belum optimal mengolah zat tersebut.
Penyebabnya meliputi jaundice fisiologis, prematuritas, asupan ASI kurang, pengaruh ASI, ketidakcocokan golongan darah, kelainan genetik, serta sel darah merah berlebih atau memar kepala.
Penanganan disesuaikan dengan kondisi, dari peningkatan asupan ASI dan fototerapi hingga transfusi tukar darah; segera periksa bila kuning memburuk, bayi lemas, mengantuk, atau sulit menyusu.
Perubahan warna tersebut dapat menjadi tanda penyakit kuning atau jaundice yang terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah bayi.
Meski sering dialami bayi baru lahir dan dapat membaik dengan sendirinya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat membahayakan kesehatan si Kecil jika tidak segera ditangani.
Agar Mama lebih memahami kondisi ini, berikut rangkuman Popmama.com terkait mata kuning pada bayi pertanda apa, dilansir dari Kids Health.
Table of Content
1. Penyakit kuning atau jaundice pada bayi membuat mata si Kecil menguning

Pexels.com/John Finkelstein Mata kuning pada bayi dapat menjadi tanda penyakit kuning atau jaundice. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi sehingga menyebabkan kulit dan bagian putih mata bayi tampak kekuningan.
Bilirubin adalah zat berwarna kuning yang dihasilkan dari proses pemecahan sel darah merah. Dalam kondisi normal, hati akan mengolah bilirubin dan membuangnya melalui saluran pencernaan.
Namun, hati bayi baru lahir belum bekerja seoptimal hati orang dewasa. Akibatnya, bilirubin dapat menumpuk lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk membuangnya.
Sebagian besar kasus penyakit kuning pada bayi dapat membaik dengan sendirinya. Meski begitu, beberapa bayi memerlukan perawatan untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah.
2. Tanda dan gejala penyakit kuning pada bayi

Pexels.com/Rasmus Svinding Selain perubahan warna pada bagian putih mata, penyakit kuning juga dapat ditandai dengan kulit yang tampak kekuningan. Perubahan warna ini biasanya dimulai dari wajah, kemudian menyebar ke dada, perut, hingga kaki.
Pada kondisi yang lebih serius, bayi juga dapat menunjukkan beberapa gejala berikut:
Lebih sering mengantuk daripada biasanya.
Rewel atau lebih mudah gelisah.
Tubuh tampak lemas.
Kesulitan menyusu atau minum susu.
Pada bayi dengan kulit berwarna lebih gelap, perubahan warna akibat penyakit kuning mungkin lebih sulit dikenali. Mama dapat memperhatikan bagian putih mata dan gusi bayi, serta meminta bantuan dokter jika ragu.
Segera hubungi dokter apabila warna kuning semakin jelas, bayi sulit menyusu, tampak sakit, atau lebih mengantuk dari biasanya.
3. Penyebab mata kuning pada bayi

Pexels.com/Dobromir Dobrev Mata kuning pada bayi terjadi ketika bilirubin menumpuk dalam darah. Kondisi ini dapat dipicu oleh fungsi hati yang belum matang hingga faktor kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebabnya.
Penyakit kuning fisiologis. Penyakit kuning fisiologis umum terjadi pada bayi baru lahir karena fungsi hati belum optimal dalam memproses bilirubin. Kondisi ini biasanya muncul pada hari kedua hingga keempat setelah kelahiran dan membaik dalam waktu sekitar dua minggu.
Bayi lahir prematur. Bayi prematur lebih berisiko mengalami penyakit kuning karena organ hatinya belum berkembang sempurna. Mereka juga lebih rentan mengalami komplikasi akibat kadar bilirubin sehingga membutuhkan pemantauan lebih ketat.
Asupan ASI belum mencukupi. Bayi yang belum mendapatkan ASI dalam jumlah cukup berisiko mengalami penumpukan bilirubin. Kondisi ini dapat terjadi karena produksi ASI belum optimal atau bayi kesulitan menyusu. Menyusui lebih sering dan berkonsultasi dengan konselor laktasi dapat membantu mengatasinya.
Pengaruh kandungan ASI. Pada sebagian bayi, penyakit kuning dapat bertahan setelah minggu pertama kehidupan akibat faktor dalam ASI yang memengaruhi proses pembuangan bilirubin. Kondisi ini disebut breast milk jaundice dan dapat berlangsung selama beberapa minggu. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Perbedaan golongan darah ibu dan bayi. Ketidakcocokan golongan darah ABO atau faktor rhesus dapat memicu antibodi ibu menyerang sel darah merah bayi. Akibatnya, sel darah merah lebih cepat rusak dan menghasilkan bilirubin dalam jumlah berlebih.
Kelainan genetik. Kelainan seperti hereditary spherocytosis dan defisiensi G6PD dapat membuat sel darah merah lebih mudah rusak. Proses ini meningkatkan produksi bilirubin dan berisiko menyebabkan penyakit kuning.
Jumlah sel darah merah berlebih atau memar pada kepala. Bayi dengan jumlah sel darah merah berlebih atau memar besar pada kepala, seperti sefalhematoma, dapat menghasilkan bilirubin lebih banyak ketika sel darah merah dipecah. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kuning.
4. Cara mengatasi mata kuning pada bayi

Pexels.com/Muhammad Eratilgan Penanganan mata kuning bergantung pada kadar bilirubin, usia bayi, dan penyebabnya. Berikut beberapa metode yang dapat direkomendasikan dokter.
Memastikan asupan ASI mencukupi. Susui bayi lebih sering sesuai kebutuhannya untuk membantu memenuhi asupan cairan dan mendukung pengeluaran bilirubin melalui tinja. Jika asupan ASI belum mencukupi, dokter dapat menyarankan tambahan susu formula sesuai kondisi bayi.
Fototerapi. Fototerapi menggunakan cahaya khusus untuk mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh. Prosedur ini dilakukan dengan memaparkan kulit bayi pada cahaya sesuai petunjuk tenaga medis.
Transfusi tukar darah. Pada kasus berat ketika kadar bilirubin sangat tinggi dan tidak merespons fototerapi, dokter dapat melakukan transfusi tukar darah. Prosedur ini mengganti darah bayi secara bertahap dengan darah donor untuk menurunkan kadar bilirubin dengan cepat.
Pemberian imunoglobulin intravena. Pada kasus tertentu akibat ketidakcocokan golongan darah, dokter dapat memberikan imunoglobulin intravena (IVIg). Terapi ini membantu mengurangi kerusakan sel darah merah akibat antibodi ibu sehingga dapat menurunkan risiko perlunya transfusi tukar darah.
5. Kapan mata kuning pada bayi perlu diperiksa dokter?

Pexels.com/Gaurav Vishwakarma Mama sebaiknya segera menghubungi dokter jika mata atau kulit bayi tampak kuning, terutama apabila perubahan warna semakin jelas dan tidak kunjung menghilang, atau disertai gejala lain.
Pada bayi yang mengalami penyakit kuning lebih dari dua minggu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mencari kemungkinan penyebab lain.
Beberapa kondisi yang perlu diperiksa meliputi infeksi, gangguan hati atau saluran empedu, masalah metabolisme, serta kelainan genetik.
Jangan menunda mencari pertolongan medis jika bayi sulit dibangunkan, tidak mau menyusu, tampak sangat lemas, atau mengalami perubahan perilaku yang tidak biasa. Gejala tersebut perlu segera dievaluasi oleh tenaga medis.
Itulah penjelasan mengenai mata kuning pada bayi pertanda apa. Meski sering terjadi pada bayi baru lahir, Mama tetap perlu memantau kondisinya dan berkonsultasi dengan dokter agar si Kecil mendapatkan penanganan yang sesuai.























