Pro dan Kontra Soal Susu Formula, Cek Faktanya Yuk!

Susu formula bagus atau tidak sih untuk anak? Temukan faktanya bersama Popmama.com!

10 Oktober 2018

Pro Kontra Soal Susu Formula, Cek Fakta Yuk
Pixabay/Couluer

Banyak orang berkata bahwa susu formula tidak baik untuk bayi. Pernyataan ini tidak tepat dan menimbulkan polemik di masyarakat khususnya di kalangan para Mama.

Bagi sebagian Mama, susu formula adalah jawaban untuk kebutuhan gizi bayinya. Ada banyak alasan mengapa seorang Mama memutuskan untuk memberikan susu formula. Beberapa alasan umum antara lain karena minimnya produksi ASI (Air Susu Ibu), masalah kesehatan Mama, maupun kesehatan bayi.

Setiap Mama pasti ingin memberikan ASI pada si Kecil, namun ternyata tidak semuanya diberikan rezeki berupa ASI yang mencukupi kebutuhan bayi. Di tengah kondisi seperti inilah yang menyebabkan seorang Mama terpaksa memilih susu formula untuk memenuhi kebutuhan harian buah hati mereka.

Seorang Mama yang memutuskan menggunakan susu formula pasti sudah mempertimbangkan baik buruknya. Pada kasus-kasus medis faktanya susu formula mampu menjadi penyelamat kehidupan seorang bayi.

Berikut Popmama bagikan 5 (lima) fakta mengenai susu formula:

1. Susu formula mengandung bahan terbaik

1. Susu formula mengandung bahan terbaik
Unplash/RainierRidao

Hampir setiap susu formula yang beredar di pasaran saat ini mengandung DHA maupun ARA, asam lemak yang dipercaya mampu membantu perkembangan otak dan penglihatan bayi.

Tidak hanya itu beberapa merek susu formula bahkan memiliki kandungan probiotik maupun prebiotik yang bermanfaat meningkatkan jumlah bakteri baik yang ada dalam saluran pencernaan bayi.

Intinya, seiring dengan perkembangan penelitian mengenai rekayasa bahan pangan, maka susu formula pun bisa dibuat sedekat mungkin dengan isi gizi yang ada di dalam ASI. Meski tidak bisa 100 persen sama dengan ASI, tetapi gizi terbaik untuk bayi bisa terpenuhi juga oleh susu formula.

Syaratnya, Mama memerhatikan takaran yang tepat dan cara penyajiannya yang pas sehingga zat gizi tidak berkurang atau hilang.  

Editors' Picks

2. Semua produksi susu formula diatur dengan ketat

2. Semua produksi susu formula diatur ketat
Burst/Lisa Johnson

Setiap merek susu formula yang beredar di Indonesia dan memiliki izin BPOM sudah dipastikan layak dikonsumsi bayi dan terjamin kualitas serta keamanannya.

Walaupun demikian, ASI tetaplah yang paling baik dikonsumsi oleh bayi. Susu formula hanyalah tiruan ASI yang merupakan kombinasi air, protein, lemak dan karbohidrat, dicampur dengan mineral, vitamin serta zat aditif lainnya.

3. Susu formula hadir dengan tiga variasi

3. Susu formula hadir tiga variasi
Flickr/Happy Worker

Susu formula terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu yang berbentuk bubuk, berupa konsentrat, dan berupa cairan siap minum.

Harga susu formula cair merupakan yang paling mahal diantara ketiganya, disusul oleh konsentrat dan susu bubuk.

4. Susu formula organik tidak mengandung gizi superior

4. Susu formula organik tidak mengandung gizi superior
Pixabay/tung256

Fakta yang terakhir adalah susu formula tidak 100 persen organik walaupun label yang tertera di kemasan menyatakan organik. Karena paling tidak, hanya 95 persen dari apa yang terkandung dalam susu formula dibuat tanpa antibiotik, pestisida maupun bahan kimia lainnya.

5. Semua susu formula pada dasarnya sama

5. Semua susu formula dasar sama
Time
susu bubuk

Bagaimana cara mengetahui mana susu formula terbaik? Pada dasarnya semua susu formula hampir sama kandungan nutrisinya akan tetapi khusus bagi bayi premtur dengan berat badan lahir yang rendah, dan alergi pada protein susu sapi tentunya harus memilih jenis susu formula berbeda, misalnya susu soya.

Meskipun ASI jauh lebih baik daripada susu formula, dengan mengetahui fakta di atas jelas sudah bahwa susu formula bukanlah makanan yang terlarang. Pada beberapa kondisi susu formula dapat menyelamatkan hidup seorang bayi.

Bijaksana saja saat memilihnya!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.