Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aturan Posisi Bayi di Stroller Sesuai Usianya, Lebih Aman dan Nyaman
ilustrasi perlengkapan bayi, stroller (unsplash.com/Trung Nhan Tran)
  • Bayi 0-4 bulan perlu posisi datar telentang di stroller karena otot leher masih lemah; American Academy of Pediatrics menyebut bayi di bawah 4 bulan tidak boleh tidur di stroller.

  • Usia 4-6 bulan dapat memakai posisi semi-rebah sekitar 30-40 derajat untuk menopang punggung dan mencegah kepala menunduk yang dapat menekan saluran udara.

  • Setelah 6 bulan, bayi dengan kontrol kepala dan keseimbangan stabil bisa duduk tegak atau semi-tegak; orangtua tetap perlu memantau kepala, tubuh, harness, bantalan, serta ventilasi stroller.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi baru lahir sampai 4 bulan harus berbaring datar di stroller supaya leher dan napasnya aman. Umur 4 sampai 6 bulan, kursinya bisa agak miring. Setelah 6 bulan, bayi boleh duduk lebih tegak jika kepalanya sudah kuat. Mama dan Papa harus selalu melihat posisi bayi agar kepalanya tidak jatuh ke depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Panduan posisi stroller berdasarkan tahap perkembangan memberi orangtua kerangka yang jelas untuk menyesuaikan dukungan bagi bayi, dari kebutuhan permukaan datar hingga kemampuan duduk tegak. Penyesuaian ini mencerminkan perhatian pada kenyamanan, ruang pandang, dan kestabilan tubuh bayi seiring kontrol kepala serta rasa ingin tahunya berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stroller merupakan salah satu perlengkapan yang membantu memudahkan bayi dan orangtua ketika bepergian di luar. Meletakkan bayi di stroller menjadi penolong karena meringankan beban Mama dan Papa yang membawa si Kecil sambil berkegiatan.

Di balik fungsinya yang memudahkan, orangtua juga perlu mengetahui bagaimana posisi bayi di stroller yang aman sesuai usia si Kecil. Posisi yang salah dapat membuat kepala bayi merosot ke depan, dagu menempel di dada, bahkan berisiko membuat bayi cedera.

Menurut American Academy of Pediatrics, bayi di bawah 4 bulan tidak disarankan tidur di stroller karena risiko mati lemas, terlebih jika bayi diletakkan asal dan tidak pada posisi yang sesuai dengan tumbuh kembangnya.

Untuk mengetahui posisi yang aman dan nyaman, yuk simak penjelasan Popmama.com berikut ini seputar aturan posisi bayi di stroller sesuai usianya. Disimak yuk, Ma!

Posisi Bayi di Stroller Sesuai Usia

0-4 Bulan (Baseline/Flat Recline)

ilustrasi bayi di stroller (pexels.com/RDNE Stock project)

Bayi yang baru lahir tubuhnya masih cukup rentan, otot lehernya juga belum cukup kuat untuk mengangkat kepalanya. Dengan ini, bayi perlu diposisikan di permukaan yang benar-benar datar.

Mengutip dari Mom Push, posisi datar akan melindungi tulang belakang bayi yang sedang berkembang dan memungkinkan pernapasan lebih terbuka.

Posisi bayi berbaring telentang juga membuat dagu menjauh dari dada, sehingga saluran udara si Kecil terbuka sepenuhnya dan mencegah risiko kepala merosot ke depan. 

Mama juga perlu memerhatikan beberapa hal saat menggunakan stroller, mulai dari bantalan yang kokoh dan rata, tali pengunci banyak dan terikat sempurna (harness 5 titik), aliran udara berjalan baik di stroller, dan juga pastikan pembatas di samping cukup tinggi untuk mencegah si Kecil terguling keluar stroller.

4-6 Bulan (Semi Reclined)

ilustrasi stroller (unsplash.com/Tamara Govedarovic)

Setelah bayi beranjak ke usia 3 atau 4 bulan, biasanya kontrol kepalanya mulai baik. Bayi sudah bisa mengangkat kepalanya dan juga melacak benda-benda di sekitarnya dengan mata.

Tahapan ini juga menjadi transisi bayi yang semakin bertumbuh, sehingga penggunaan alat bantu pada bayi juga harus disesuaikan untuk mendukung pertumbuhannya.

Stroller bayi setidaknya harus dimiringkan sekitar 30-40 derajat, mengutip dari Mom Cozy. Jika kursi terlalu tegak, kepala si Kecil akan tersangkup ke depan dan menekan saluran udara.

Posisi ini juga akan memberikan dukungan pada punggung bayi, sambil memberikan penglihatan yang lebih baik ke luar stroller dibandingkan posisi datar sepenuhnya.

Di atas 6 Bulan (Upright Seating)

Ilustrasi anak tiduran di stroller dengan nyaman. (Pexels/William Fortunato)

Bayi yang sudah mulai beranjak ke usia 6 bulan umumnya sudah mencapai tonggak perkembangan yang dibutuhkan untuk duduk di kursi tegak.

Bayi umumnya sudah memiliki kontrol kepala dan leher yang baik dan solid. Pada kondisi ini, bayi sudah bisa duduk dengan kursi tegak atau semi tegak di stroller.

Kepala bayi bisa diharapkan ke arah depan setelah bayi menunjukkan keseimbangan postural yang konsisten. Posisi ini juga dapat membantu mengenalkan ada apa saja di sekeliling si Kecil.

Pada usia 6 bulan, bayi sudah mulai terduduk di stroller, menahan kepalanya dengan stabil, dan menunjukkan rasa ingin tahunya terhadap sekelilingnya. Bayi mungkin juga akan mulai menolak untuk berbaring karena ingin melihat lebih banyak hal.

Posisi Berbaring Bayi di Stroller

ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

Posisi berbaring bukan hanya diterapkan saat bayi baru lahir dan butuh penyesuaian terhadap tubuhnya yang masih rentan. Bayi yang sudah beranjak usianya sesekali juga dapat diposisikan berbaring, terutama saat tertidur di stroller.

Untuk itu, penting mengetahui bagaimana posisi berbaring yang aman dan nyaman untuk bayi sesuai dengan usianya. 

Jangan terlalu datar, namun terlalu tegak juga tidak baik untuk bayi, terlebih saat usianya belum menginjak 3 bulan. Mama setidaknya dapat menerapkan tiga posisi berbaring, yakni:

  • Flat penuh (180 derajat) untuk bayi baru lahir dan tidur siang

  • Semi berbaring (kurang lebih 140 derajat) untuk transisi bayi 4-6 bulan

  • Tegak (kurang lebih 110 derajat) untuk bayi berusia 6 bulan ke atas.

Selama bayi berada di stroller, selalu pantau posisi bayi, Ma. Segera perbaiki jika posisi kepala si kecil jatuh ke depan dada, tubuh merosot ke satu sisi, atau melengkung ke belakang kursi.

Itu dia penjelasan mengenai aturan posisi bayi di stroller sesuai usianya. Sesuaikan posisi si Kecil saat di stroller, Ma! 

Curated For You

Editorial Team

Related Article