Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagian Tubuh Bayi Mana yang Tidak Boleh Dipijat? Hindari Area ini!
freepik.com/peoplecreations
  • Hindari memijat pusar bayi sebelum tali pusat lepas atau sembuh, serta jangan menekan ubun-ubun yang masih terbuka; sentuhan kepala harus sangat lembut.
  • Payudara, puting, dan area genital bayi tidak dianjurkan dipijat. Pembengkakan payudara pada bayi baru lahir umumnya normal, tetapi tekanan dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Jangan pijat kulit yang ruam, iritasi, lecet, cedera, atau bengkak. Hentikan bila bayi kesakitan dan periksakan ke dokter jika keluhan memburuk atau tidak membaik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi boleh dipijat pelan supaya nyaman. Tapi jangan pijat pusar yang belum sembuh, ubun-ubun di kepala, payudara, puting, dan bagian kelamin. Jangan juga pijat kulit yang merah atau luka, serta bagian yang bengkak dan sakit. Kalau bayi kesakitan atau bengkaknya tidak hilang, ibu perlu membawa bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memijat bayi bisa menjadi cara mudah untuk membuat si Kecil lebih rileks. Namun, tidak semua bagian tubuh sang Bayi boleh dipijat sembarangan karena beberapa area masih sangat sensitif.

Mama perlu memperhatikan teknik dan tekanan saat memijat, termasuk mengetahui bagian tubuh yang sebaiknya dihindari.

Lantas, bagian tubuh bayi mana yang tidak boleh dipijat? Berikut Popmama.com sajikan artikel lengkapnya di bawah!

1. Area pusar yang belum sembuh

pexels.com/William Fortunato

Area pusar perlu mendapat perhatian khusus, terutama pada bayi baru lahir yang tali pusarnya belum lepas atau belum benar-benar sembuh.

Saat memijat perut, hindari memberikan tekanan di sekitar pusar jika tali pusat si Kecil masih dalam proses penyembuhan. Sebaiknya tunggu sampai area tersebut pulih sebelum memberikan pijatan di sekitarnya.

Menurut Raising Children Network, pijat perut dapat dilakukan dengan gerakan melingkar searah jarum jam ketika perut bayi terasa lembut.

Namun, area pusar perlu dihindari jika tali pusat belum sembuh.

2. Area kepala yang masih memiliki ubun-ubun

freepik.com/peoplecreations

Kepala bayi juga membutuhkan sentuhan yang lebih lembut. Pada bagian kepala terdapat ubun-ubun atau fontanel yang masih terbuka selama proses perkembangan tulang tengkorak.

Jika ingin memijat kepala, lakukan dengan sangat lembut dan hindari memberikan tekanan langsung pada bagian ubun-ubun. Area fontanel sangat dihindari saat melakukan pijat kepala.

Mama tidak perlu memberikan tekanan kuat untuk mendapatkan manfaat dari pijat. Sentuhan ringan dan lembut sudah cukup untuk membuat si Kecil merasa nyaman.

3. Payudara, puting, dan area genital

freepik.com/peoplecreations

Payudara dan puting bayi juga termasuk area yang sebaiknya tidak dipijat. Pada bayi baru lahir, bagian tersebut terkadang tampak membengkak akibat pengaruh hormon dari ibu.

Kondisi tersebut umumnya normal dan dapat membaik dengan sendirinya. Menurut HealthyChildren.org, payudara atau puting bayi yang membengkak tidak boleh dipijat maupun ditekan karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, area genital juga sebaiknya dihindari saat memijat. Untuk bagian tubuh lainnya, lakukan pijatan dengan gerakan lembut dan perhatikan respons si Kecil.

4. Area kulit yang sedang iritasi atau mengalami ruam

Magnific/cookie_studio

Kalau ada bagian kulit si Kecil yang sedang mengalami ruam, kemerahan, lecet, atau iritasi, sebaiknya jangan dipijat terlebih dahulu.

Gesekan dan tekanan dari tangan bisa membuat kulit semakin sensitif atau memperparah rasa tidak nyaman.

Mama bisa menunggu sampai kondisi kulit membaik. Jika ruam semakin luas, disertai bengkak, luka, atau tanda infeksi, sebaiknya periksakan ke dokter, ya.

5. Area tubuh yang sedang mengalami cedera atau bengkak

pexels.com/Trúc Giang

Bagian tubuh yang mengalami cedera, bengkak, atau terasa sakit saat disentuh juga sebaiknya tidak dipijat.

Hindari memberikan tekanan pada area tersebut sebelum mama mengetahui penyebabnya.

Jika si Kecil menunjukkan rasa sakit saat bagian tertentu disentuh atau digerakkan, hentikan pijatan dan perhatikan kondisinya.

Bila nyeri atau bengkak tidak membaik, konsultasikan dengan dokter, ya, Ma.

Itu dia informasi tentang bagian tubuh bayi mana yang tidak boleh dipijat. Pastikan Mama memijat dengan lembut dan menghindari area tubuh si Kecil yang masih sensitif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article