7 Cara Mengatasi Bruntusan pada Bayi yang Aman dan Ampuh

- Bruntusan pada bayi baru lahir umum terjadi, antara lain akibat hormon ibu saat hamil yang masih terbawa dan memicu bintik mirip jerawat di wajah.
- Perawatan rumahan meliputi memotong kuku rutin, membersihkan area dengan air hangat serta sabun lembut, lalu mengeringkannya dengan ditepuk perlahan tanpa menggosok.
- Jangan memencet bruntusan atau memakai obat jerawat dewasa; gunakan krim khusus bayi bila perlu dan konsultasikan kepada dokter anak jika kondisi tidak membaik.
Melihat pipi si Kecil dipenuhi bintik-bintik kecil kemerahan tentu bikin Mama panik. Tenang, kondisi yang biasa disebut bruntusan ini sangat umum terjadi pada bayi baru lahir.
Menurut laman Puskesmas Perampuan, bruntusan pada bayi kerap muncul karena hormon ibu yang masih terbawa saat hamil, sehingga memicu bintik mirip jerawat di wajah si Kecil.
Biar Mama tidak bingung saat menangani si Kecil yang bruntusan, berikut Popmama.com mengulas 7 cara mengatasi bruntusan pada bayi. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Potong kuku bayi secara rutin

Pexels/RDNE Stock project Langkah pertama yang wajib Mama lakukan adalah rutin memotong kuku si Kecil. Mengutip situs Puskesmas Perampuan, kuku bayi yang panjang berisiko mencakar dan melukai kulit yang sedang bruntusan.
Melansir Nationwide Children's Hospital, garukan tak sengaja bisa meninggalkan luka kecil di kulit yang justru membuka jalan bagi bakteri untuk masuk. Kondisi ini bisa memicu infeksi kulit yang lebih serius pada bayi mama.
Jadi, selalu biasakan memeriksa dan memotong kuku si Kecil setiap beberapa hari sekali, terutama saat bruntusan sedang muncul. Gunakan gunting kuku bayi yang ujungnya tumpul agar lebih aman.
2. Bersihkan area yang bruntusan dengan lembut

Pexels/Sarah Chai Setelah kuku aman, saatnya Mama membersihkan area kulit yang bruntusan. Menurut laman Puskesmas Perampuan, area ini sebaiknya dibersihkan dengan handuk lembut yang dibasahi air hangat sebanyak dua kali sehari.
Cara ini dipercaya bisa meredakan rasa gatal sekaligus menenangkan kulit si Kecil yang sensitif. Mengutip Columbia Doctors, membersihkan wajah bayi dengan air hangat dan sabun ringan tanpa pewangi juga aman dilakukan setiap hari.
Pastikan Mama mengusap kulit dengan gerakan lembut, bukan menggosok kasar. Hindari juga penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol atau pewangi berlebih.
3. Tepuk-tepuk kulit bayi yang bruntusan

Pexels/Nataliya Vaitkevich Setelah dibersihkan, jangan langsung mengelap kulit si Kecil dengan gerakan menggosok. Kulit yang bruntusan sebaiknya ditepuk-tepuk perlahan menggunakan tangan yang sudah dicuci bersih.
Cara ini bertujuan menghindari paparan bakteri dari tangan Mama ke area kulit yang sedang sensitif. Melansir Mayo Clinic, mengeringkan wajah bayi dengan cara ditepuk juga membantu mencegah iritasi tambahan pada bruntusan.
Jadi ingat, ya, Ma, tepuk-tepuk lembut, bukan usap kasar, apalagi digosok kuat-kuat. Hal tersebut membuat bruntusan dapat menyebar ke area kulit bayi mama.
4. Oleskan krim khusus untuk meredakan bruntusan

Pexels/Keira Burton Jika bruntusan membuat si Kecil rewel karena gatal, Mama bisa mengoleskan krim khusus bayi pada area yang terkena. Mengutip laman Puskesmas Perampuan, krim yang diformulasikan untuk meredakan gatal pada bayi cukup aman digunakan.
Pilih produk yang memang dirancang untuk kulit bayi, bukan sembarang krim dewasa. Pastikan juga area kulit sudah bersih dan kering sebelum krim dioleskan.
Kalau ragu memilih produk yang tepat, jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter anak agar krim yang dipakai benar-benar sesuai kondisi kulit bayi mama.
5. Jangan memencet atau menggaruk bruntusan

Pexels/Eric Moura Sebesar apa pun rasa gemas melihat bintik di pipi si Kecil, Mama wajib menahan diri untuk tidak memencetnya. Mengutip Columbia Doctors, memencet atau menekan bruntusan pada bayi tidak dianjurkan karena berisiko menyebabkan infeksi.
Melansir Mayo Clinic, kulit bayi yang dicubit atau digosok kasar justru dapat menyebabkan semakin iritasi. Jadi, biarkan bruntusan mereda dengan sendirinya seiring waktu.
Selain itu, awasi juga tangan si Kecil agar tidak menggaruk area yang gatal tersebut. Inilah kenapa langkah memotong kuku di poin pertama tadi jadi penting banget, Ma.
6. Hindari obat jerawat kepada bayi

Pexels/Fernando Serrano Meski bruntusan tampak mirip jerawat, Mama sama sekali tidak disarankan memakai obat jerawat orang dewasa pada kulit si Kecil. Melansir Mayo Clinic, penggunaan losion, salep, atau produk perawatan tertentu justru bisa memperparah bruntusan pada bayi.
Kandungan dalam obat jerawat dewasa umumnya terlalu keras untuk kulit bayi yang masih sangat tipis dan sensitif. Kondisi ini berisiko menimbulkan iritasi baru, bukan malah menyembuhkan.
Jika bruntusan tak kunjung membaik, sebaiknya Mama membawa si Kecil berkonsultasi ke dokter anak daripada mencoba obat sembarangan.
7. Gunakan sabun bayi yang lembut

Pexels/ray guesc Terakhir, perhatikan juga produk sabun yang dipakai saat memandikan si Kecil. Melansir Nationwide Children's Hospital, membersihkan kulit bayi cukup menggunakan air dan sabun bayi yang lembut tanpa pewangi berlebihan.
Mengutip Columbia Doctors, sabun bayi berbahan ringan aman digunakan setiap hari, bahkan saat kulit si Kecil sedang bruntusan. Hindari sabun dewasa yang biasanya mengandung bahan kimia lebih keras.
Dengan memilih sabun yang tepat, kelembapan kulit bayi mama pun lebih terjaga dan risiko iritasi dapat ditekan dan tidak menyebar ke area kulit lain.
Itulah pembahasan mengenai 7 cara mengatasi bruntusan pada bayi yang bisa Mama praktikkan di rumah. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!




















