Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Bantal Isi Beras atau Kacang Hijau Bisa Atasi Kepala Peang?
Popmama.com/Marelda Ananda Kesuma Putri/AI
  • Bantal berisi beras atau kacang hijau tidak terbukti memperbaiki kepala peang bayi; kondisi ini umumnya terjadi karena kepala terlalu sering menghadap satu sisi.

  • Penyebab lain meliputi posisi menyusu yang sama, terlalu lama di bouncer atau kursi mobil, tortikolis, serta tekanan atau keterbatasan ruang saat di kandungan.

  • Penanganan mencakup tummy time, berganti posisi kepala saat tidur, menyusu, dan menggendong, serta membatasi alat duduk; dokter dapat mempertimbangkan helm terapi pada kondisi tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada awal kehidupannya, tubuh bayi masih mengalami perubahan-perubahan yang pesat. Seperti pada bagian kepala, karena tulang tengkoraknya cenderung masih lunak sehingga bentuknya dapat berubah mengikuti pertumbuhan dan posisi kepala bayi. 

Terdapat beberapa kondisi yang membuat bentuk kepala bayi menjadi tak simetris, sehingga ketika melihat kepala si Kecil, Mama mungkin menyadari bagian belakang atau sampingkepalanya terlihat sedikit lebih datar dibandingkan sisi lainnya, atau yang biasa yang disebut dengan kepala peang.

Kondisi tersebut pun dapat membuat Mama khawatir hingga menggunakan berbagai cara agar kepalanya kembali ke bentuk bulat yang sempurna. Salah satu cara yang cukup sering dibicarakan adalah menggunakan bantal berisi beras atau kacang hijau. Anggapan ini pun beredar di masyarakat dan tak sedikit pula yang memercayainya.

Tetapi, benarkah bantal isi beras atau kacang hijau bisa atasi kepala peang? Simak faktanya dalam informasi yang Popmama.com siapkan berikut ini.

Benarkah Bantal Berisi Beras atau Kacang Hijau Bisa Atasi Kepala Peang?

Magnific/Pvproductions

Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K)., dalam bukunya yang berjudul Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja (2026) memaparkan bahwa bantal berisi beras dan kacang hijau tidak dapat memperbaiki kepala peang.

Karena pada umumnya, kepala peang (plagiocephaly) disebabkan karena posisi kepala bayi yang sering menghadap ke satu sisi saja. Dengan kata lain, kepala bayi yang peang bisa diatasi dengan bantal berisi beras atau kacang hijau hanyalah mitos belaka. Belum ada penelitian yang menyatakan jika penggunaan kedua bantal tersebut bisa mengatasi kepala peang. 

“Solusinya adalah dengan mengganti posisi kepala bayi secara bergantian miring ke kiri dan ke kanan, serta melakukan sesi tummy time yang cukup,” jelas dr. Meta dalam bukunya.


Penyebab Kepala Peang pada Bayi

Popmama.com/Marelda Ananda Kesuma Putri/AI

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kepala peang pada bayi bisa disebabkan oleh posisi kepala bayi yang sering menghadap ke satu sisi saja. Tetapi, selain itu masih ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kepala bayi menjadi peang, seperti:

  • Posisi saat menyusu. Bayi yang selalu menyusu dengan posisi kepala menghadap ke sisi yang sama dapat membuat satu bagian kepala lebih sering mendapat tekanan. 

  • Terlalu lama di bouncer atau kursi mobil. Bayi yang terlalu sering atau terlalu lama berada di bouncer maupun kursi mobil dapat membuat kepalanya berada dalam posisi yang sama terus-menerus, sehingga meningkatkan tekanan pada bagian kepala tertentu.

  • Gerakan leher terbatas (tortikolis). Kondisi ini terjadi ketika otot leher bayi lebih tegang atau memendek di salah satu sisi. Akibatnya, bayi mungkin kesulitan menoleh ke arah tertentu dan cenderung mempertahankan kepala pada satu posisi, sehingga bagian kepala yang sama lebih sering mendapat tekanan.

  • Tekanan saat di dalam kandungan. Bentuk kepala bayi juga dapat dipengaruhi oleh posisi dan ruang yang tersedia selama berada di dalam rahim. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada kehamilan kembar atau ketika ruang di dalam rahim relatif terbatas.

Sampai Usia Berapa Kepala Peang Bisa Diperbaiki?

Magnific

Bayi yang baru lahir memang memiliki tengkorak yang lunak. Tengkorak itu pun akan mulai mengeras perlahan dan menutup saat bayi berusia 14 hingga 26 bulan. Oleh karena itu, kepala bayi yang peang masih bisa diperbaiki sebelum tengkorak mulai mengeras, baik secara alami maupun oleh penanganan dokter.

Mama bisa segera membawa si Kecil ke dokter untuk diberikan penanganan. Tetapi, umumnya dokter akan berusaha memperbaiki kepala peang saat bayi berusia 6 hingga 12 bulan, karena setelah usianya menginjak 12 bulan, pertumbuhan tulang kepalanya akan melambat.


Cara Mengatasi Kepala Peang pada Bayi

Pexels/Mohsin Bashir

Untuk mengatasi kepala peang pada kepala si Kecil, Mama bisa melakukan beberapa cara seperti:

  • Perbanyak waktu tummy time. Tummy time merupakan salah satu kegiatan yang krusial bagi bayi. Pasalnya, tidak ada tekanan pada bagian belakang kepala ketika bayi sedang tengkurap. Tak hanya itu, tengkurap juga bisa memperkuat otot bahu, leher, dan lengan yang nanti akan membantunya untuk belajar merangkak dan duduk.

  • Mengubah posisi kepala dan arah tidur. Meski bayi tetap harus tidur telentang untuk mencegah Sudden Infant Death Sydrome (SIDS), tetapi posisi kepalanya dapat diubah sesekali saat ia sudah tertidur pulas. Selain itu, ubah posisi bayi di tempat tidurnya setiap hari, seperti kepala di ujung utara hari ini, lalu ujung selatan besok agar ia terdorong menoleh ke arah yang berbeda. Karena secara naluriah, bayi biasanya akan menoleh ke arah sumber cahaya atau pintu kamar.

  • Ubah sisi kepala saat menyusui dan menggendong. Saat waktu menyusu tiba, biasakan mengarahkan kepaa bayi pada kedua sisi secara bergantian. Begitu pula ketika menggendongnya, gantilah lengan penopang kiri dan kanan secara bergantian dengan rutin.

  • Minimalisir penggunaan car seat, bouncer, dan stroller. Bayi yang terlalu lama dibiarkan berbaring di car seat, bouncer, atau stroller dapat membuat kepala peang semakin memburuk, karena perangkat-perangkat tersebut memiliki permukaan yang keras dan dapat membatasi ruang gerak kepala bayi.

  • Menggunakan helm terapi (cranial orthosis). Jika usia bayi telah memcapai 5-6 bulan, dan metode-metode yang sudah disebutkan sebelumnya tidak membuahkan hasil yang maksimal, dokter spesialis atau dokter bedah saraf anak biasanya akan menyarankan bayi untuk menggunakan helm terapi yang akan dicetak khusus menyesuaikan dengan bentuk kepala bayi. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article