Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Seberapa Banyak Interaksi dan Waktu Bermain yang Dibutuhkan Bayi?

Seberapa Banyak Interaksi dan Waktu Bermain yang Dibutuhkan Bayi?
Magnific
  • Tidak ada durasi bermain harian yang baku untuk bayi. Kebutuhan interaksi tiap bayi berbeda dan dapat dikenali melalui suara, ekspresi wajah, serta gerak tubuhnya.

  • Interaksi sederhana saat memberi makan atau mengganti popok, seperti mengobrol dan tersenyum, mendukung perkembangan komunikasi, pemahaman kata, serta kemampuan sosial bayi.

  • Hentikan stimulasi saat bayi mengucek mata, mengalihkan pandangan, rewel, melengkungkan punggung, menutup mata, atau mengantuk. Lanjutkan dengan aktivitas tenang dan istirahat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bermain dan berinteraksi dengan bayi bukan hanya menjadi momen menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama. Aktivitas sederhana seperti mengajak bicara, tersenyum, bernyanyi, atau bermain juga membantu mendukung perkembangan kemampuan bayi, termasuk berbicara, memahami kata-kata, hingga belajar bersosialisasi.

Mama merupakan salah satu teman bermain favorit si Kecil sekaligus guru pertamanya. Namun, bukan berarti bayi perlu terus-menerus diajak bermain selama terjaga. Bayi juga membutuhkan waktu untuk mengeksplorasi lingkungan dan belajar menikmati waktu sendiri.

Lalu, sebenarnya seberapa banyak interaksi dan waktu bermain yang dibutuhkan bayi? Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasannya untuk Mama. Yuk, disimak!

  1. Seberapa Banyak Interaksi dan Waktu Bermain yang Dibutuhkan Bayi?

    Magnific
    Magnific

    Tidak ada patokan khusus mengenai berapa lama bayi harus bermain setiap harinya. American Academy of Pediatrics (AAP) memang menilai bermain sangat penting bagi anak dan bahkan merekomendasikan dokter anak memberikan "resep" untuk bermain. Namun, AAP tidak menetapkan jumlah waktu bermain tertentu.

    Kebutuhan setiap bayi juga bisa berbeda. Ada bayi yang merasa nyaman berbaring sambil memperhatikan jari kakinya, sementara bayi lainnya mungkin lebih sering membutuhkan interaksi dengan orang di sekitarnya.

    Oleh karena itu, Mama bisa belajar mengenali tanda-tanda yang diberikan si Kecil. Bayi biasanya menyampaikan kebutuhannya melalui suara, seperti ocehan dan tangisan, ekspresi wajah, maupun gerakan tangan dan kaki.

    Saat Mama merespons sinyal tersebut, hubungan dengan si Kecil pun dapat semakin terbangun. Hal sederhana seperti mengajak bicara dan tersenyum saat mengganti popok atau memberi makan juga termasuk bentuk interaksi.

    Pada bayi baru lahir, waktu bermain juga belum menjadi bagian besar dari kesehariannya. Bayi baru lahir dapat tidur hingga 16 jam sehari. Saat terjaga, Mama biasanya masih berfokus pada kegiatan memberi makan dan merawat si Kecil.

    Seiring bertambahnya usia dan ketika bayi mulai siap berinteraksi lebih banyak, Mama bisa memperkenalkan aktivitas bermain secara bertahap.

  2. Kenali Tanda Bayi Sudah Lelah Bermain dan Berinteraksi

    Seberapa banyak interaksi dan waktu bermain yang dibutuhkan bayi?
    Magnific

    Meski bermain penting, bayi juga bisa merasa lelah, bosan, atau terlalu banyak menerima stimulasi. Apalagi, rentang perhatian bayi masih jauh lebih singkat daripada anak yang lebih besar atau orang dewasa.

    Supaya Mama tahu kapan waktunya berhenti bermain, perhatikan perubahan perilaku si Kecil. Beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:

    1. Mengucek mata
    2. Mengalihkan pandangan
    3. Menangis atau rewel
    4. Melengkungkan punggung
    5. Menutup mata atau mulai tertidur

    Jika tanda-tanda tersebut mulai terlihat, Mama bisa membereskan mainan dan mengajak si Kecil melakukan kegiatan yang lebih tenang.

    Mama dapat menggendong bayi di pangkuan sambil mengayun atau menyanyikan lagu. Jika matanya mulai terpejam dan terlihat mengantuk, Mama bisa mencoba menidurkannya.

  3. Cara Sederhana Bermain dan Berinteraksi dengan Bayi

    Seberapa banyak interaksi dan waktu bermain yang dibutuhkan bayi?
    Magnific

    Mengajak bayi bermain tidak harus selalu dengan aktivitas yang rumit atau membutuhkan banyak persiapan. Mama bisa memanfaatkan momen sehari-hari untuk mengajak si Kecil berinteraksi. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:

    1. Ajak si Kecil mengobrol. Saat bayi mengeluarkan suara seperti ocehan atau celotehan, Mama bisa menirukannya dan membuat percakapan dua arah. Mama juga dapat menceritakan apa yang sedang dilakukan, dilihat, atau ke mana Mama dan si Kecil akan pergi.
    2. Balas senyum bayi. Ketika si Kecil tersenyum, Mama bisa memberikan respons dengan tersenyum kembali. Interaksi sederhana ini menjadi salah satu cara untuk berbagi momen bersama bayi.
    3. Berikan benda yang aman untuk dimainkan. Mama bisa memberikan benda yang aman untuk digenggam dan dimasukkan ke mulut, seperti kerincingan atau mainan. Pastikan benda tersebut berada dalam jangkauan bayi saat ia bermain.
    4. Bacakan buku untuk bayi. Membacakan buku bisa menjadi salah satu kegiatan sederhana yang dilakukan bersama si Kecil. Mama dapat menjadikan momen ini sebagai waktu untuk berinteraksi dengan bayi.
    5. Ajak bayi melihat lingkungan dari sudut berbeda. Mama bisa meletakkan bayi di beberapa tempat berbeda yang aman di sekitar rumah. Dengan begitu, si Kecil dapat melihat lingkungan di sekitarnya dari sudut pandang yang berbeda.
    6. Gunakan cermin yang aman untuk bayi. Cermin yang aman untuk bayi dapat digunakan saat bermain. Mama bisa mengajak si Kecil melihat pantulan dirinya sekaligus memperhatikan ekspresi wajahnya.
    7. Bermain cilukba dan bernyanyi. Permainan cilukba dapat menjadi aktivitas sederhana untuk dilakukan bersama bayi. Mama juga bisa menyanyikan lagu atau memutar musik untuk mengajak si Kecil berinteraksi.
    8. Sediakan benda-benda aman untuk dieksplorasi. Setelah rumah dibuat aman untuk bayi, Mama bisa menyediakan satu laci atau lemari dapur yang berisi benda-benda aman untuk dimainkan. Sendok kayu, panci, dan wajan dapat menjadi benda yang dieksplorasi si Kecil.

    Nah, itu dia penjelasan soal seberapa banyak interaksi dan waktu bermain dibutuhkan bayi. Setiap bayi bisa memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi Mama dapat mengenali sinyal si Kecil untuk mengetahui kapan ia ingin bermain dan kapan membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More