Memelihara kucing di rumah sering kali membuat sebagian orangtua khawatir, terutama ketika ada bayi yang baru lahir. Ada anggapan bahwa keberadaan kucing dan paparan bulunya dapat meningkatkan risiko alergi sehingga bayi sebaiknya tidak tinggal bersama hewan peliharaan.
Benarkah Memelihara Kucing Bisa Mengurangi Reaksi Alergi pada Bayi?

Memelihara kucing sejak dini dapat berkaitan dengan penurunan risiko alergi pada sebagian anak.
Paparan hewan peliharaan sejak bayi diduga membantu sistem imun beradaptasi terhadap berbagai alergen.
Memelihara kucing tetap perlu dilakukan dengan aman, termasuk menjaga kebersihan dan selalu mengawasi interaksi kucing dengan bayi.
Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Sejumlah penelitian justru menemukan adanya hubungan antara paparan hewan peliharaan sejak awal kehidupan dengan risiko alergi yang lebih rendah di kemudian hari.
Studi mengenai hal tersebut juga disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak dr. Handayani, M.Ked(Ped), Sp.A., yang aktif membagikan informasi seputar kesehatan anak melalui akun Instagram-nya, @dokteranak_handa.
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai benarkah memelihara kucing bisa mengurangi reaksi alergi pada bayi?
Table of Content
1. Benarkah memelihara kucing bisa kurangi reaksi alergi pada bayi?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Jawabannya bisa, tapi tidak berlaku pada semua anak, ya, Ma. Dalam penjelasannya, dr. Handa menyebutkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Disease in Childhood. Studi tersebut menemukan bahwa paparan kucing sejak dini berkaitan dengan penurunan risiko alergi hingga 40 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan hewan peliharaan di sekitar bayi tidak selalu berarti meningkatkan risiko alergi. Paparan terhadap hewan sejak dini justru diduga dapat membantu sistem kekebalan tubuh beradaptasi terhadap berbagai alergen dan membentuk toleransi tertentu.
Namun, hubungan antara paparan kucing dan risiko alergi cukup kompleks. Penelitian lain juga menemukan hasil yang beragam, sehingga memelihara kucing tidak dapat dianggap sebagai cara pasti untuk mencegah alergi pada bayi
2. Paparan hewan peliharaan sejak dini dikaitkan dengan risiko alergi yang lebih rendah

Magnific Temuan mengenai hubungan antara hewan peliharaan dan alergi pada anak ternyata tidak hanya berasal dari satu penelitian. Studi berjudul “Pet-keeping in early life reduces the risk of allergy in a dose-dependent fashion” yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One juga menemukan adanya hubungan serupa, seperti dikutip dari National Library of Medicine.
Dalam penelitian tersebut, anak yang tinggal bersama kucing atau anjing pada tahun pertama kehidupannya diketahui memiliki lebih sedikit gejala alergi dan asma ketika memasuki usia sekolah. Bahkan, efek perlindungan tersebut terlihat lebih kuat pada anak yang terpapar lebih dari satu jenis hewan, misalnya kucing sekaligus anjing.
Namun, hubungan ini tidak berarti memelihara kucing secara langsung dapat mencegah alergi, karena risiko alergi pada anak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kondisi keluarga dan lingkungan
3. Cara mengenalkan kucing kepada bayi dengan aman

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Jika Mama sudah memiliki kucing sebelum kelahiran si Kecil, Mama tidak perlu langsung menjauhkan hewan peliharaan dari bayi. Namun, proses perkenalan sebaiknya dilakukan secara perlahan dan tetap dalam pengawasan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membiarkan kucing mengenali aroma bayi terlebih dahulu. Mama dapat memperkenalkan aroma pakaian atau kaus kaki bayi kepada kucing sebelum membiarkannya mendekati bayi secara langsung.
Setelah kucing mulai terbiasa, Mama dapat membiarkannya mengendus bayi dengan jarak yang aman dan testap diawasi. Berikan perhatian atau belaian ketika kucing menunjukkan perilaku tenang di dekat bayi agar kucing dapat beradaptasi dengan kehadiran anggota keluarga baru.
Yang tidak kalah penting, jangan pernah meninggalkan bayi sendirian bersama kucing, meskipun kucing tersebut sudah lama dipelihara dan jinak.
4. Tips aman memelihara kucing di rumah bersama bayi

Magnific Meskipun penelitian menunjukkan adanya kemungkinan manfaat dari paparan hewan peliharaan sejak dini, kebersihan dan keamanan tetap perlu menjadi perhatian. Salah satunya untuk mengurangi risiko paparan Toxoplasma gondii, parasit yang dapat ditularkan melalui kotoran kucing yang terinfeksi.
Beberapa langkah yang dapat Mama lakukan, antara lain:
Jaga kucing tetap berada di dalam rumah.
Jangan biarkan kucing mendekati kucing liar, terutama anak kucing liar yang tidak diketahui riwayat kesehatannya.
Jauhkan bayi dari kotoran dan kotak pasir kucing.
Cuci tangan dengan sabun setelah menyentuh kucing atau perlengkapannya.
Jangan memberikan daging mentah kepada kucing.
Bersihkan kotak pasir secara rutin.
Pastikan kucing mendapatkan perawatan rutin.
Semoga informasi di atas bermanfaat. Apakah Mama dan keluarga juga suka memelihara kucing di rumah?






















