“Sayur dan buah itu mengandung serat tinggi yang jika terlalu banyak dikonsumsi, itu dapat menghambat penyerapan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan si anak,” jelas dr. Vivi.
Hindari Terlalu Banyak Sayur dan Buah di Awal MPASI, Ini Alasannya

Pada awal MPASI usia 6 bulan, terlalu banyak sayur dan buah berpotensi menghambat penyerapan nutrisi lain karena kandungan seratnya tinggi.
Serat berlebih dapat membuat bayi kenyang lebih lama, sementara sayur dan buah cenderung rendah energi sehingga kebutuhan kalori dan gizi padat berisiko tidak terpenuhi.
Fokus MPASI menurut penjelasan dr. Vivi dan IDAI adalah karbohidrat, lemak, serta protein hewani untuk mencegah anemia. Sayur dan buah cukup sebagai pengenalan rasa atau selingan.
Saat si Kecil mulai memasuki usia 6 bulan dan siap mendapatkan MPASI, Mama tentu ingin memberikan makanan yang bergizi. Buah dan sayur pun sering menjadi pilihan karena dikenal mengandung banyak nutrisi.
Namun, pada awal MPASI, buah dan sayur ternyata tidak perlu diberikan dalam jumlah banyak. Ada alasan mengapa porsi keduanya sebaiknya tidak mendominasi menu makan si Kecil.
Apa saja alasannya?
Di bawah ini Popmama.com telah merangkum alasan kenapa orangtua perlu hindari terlalu banyak sayur dan buah di awal MPASI.
Table of Content
1. Terlalu banyak sayur dan buah dapat menghambat penyerapan gizi

Magnific Sayur dan buah memang mengandung serat yang dibutuhkan tubuh. Namun, jika diberikan terlalu banyak pada awal MPASI, menurut dr. Vivi Septriani, Sp.A., melalui Instagram pribadinya @dr.vivi.spa, dapat membuat kebutuhan gizi utama bayi kurang terpenuhi.
Kandungan serat yang tinggi dapat menghambat penyerapan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan si Kecil.
Jadi, meski boleh diberikan, sayur dan buah tidak perlu menjadi bagian terbesar dari menu MPASI si Kecil.
2. Serat tinggi bisa membuat bayi kenyang terlalu lama

Magnific Bayi yang baru mulai makan juga membutuhkan asupan kalori dan gizi utama dari MPASI. Namun, terlalu banyak makanan tinggi serat dapat membuat perut bayi terasa kenyang lebih lama.
Akibatnya, si Kecil bisa menjadi kurang mendapatkan asupan kalori dan gizi utama yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan.
“Serat yang tinggi akan membuat lambung bayi kenyang terlalu lama, sehingga asupan kalori dan gizi utama justru kurang,” ujar dr. Vivi.
Oleh karena itu, Mama perlu memastikan menu MPASI tidak hanya terdiri dari sayur dan buah.
3. Sayur dan buah memiliki kandungan energi yang rendah

Magnific Selain membuat kenyang lebih lama, buah dan sayur juga memiliki kandungan energi yang rendah jika dibandingkan dengan makanan lainnya.
Padahal, pada awal MPASI, bayi membutuhkan makanan dengan kandungan gizi yang padat. Pemberian buah dan sayur dalam jumlah banyak saja tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Menurut dr. Vivi, buah memiliki kandungan energi yang rendah sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi mikro yang padat pada awal MPASI.
Hal ini membuat Mama perlu memberikan menu yang lebih lengkap, bukan hanya mengandalkan buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan si Kecil.
4. Terlalu banyak sayur dan buah berisiko menyebabkan kekurangan zat besi

Magnific Zat besi juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat bayi mulai mendapatkan MPASI. Terlalu banyak memberikan sayur dan buah dapat membuat asupan makanan yang menjadi fokus utama MPASI justru kurang.
dr. Vivi menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan fokus utama MPASI adalah karbohidrat, lemak, dan protein hewani, bukan sayur atau buah.
“Fokus utama MPASI adalah karbohidrat, lemak, dan protein hewani, bukan sayur atau buah untuk mencegah anemia,” kata dr. Vivi.
Oleh karena itu, Mama dapat memberikan sayur dan buah sebagai bagian dari menu, tetapi bukan sebagai makanan utama.
5. Sayur dan buah cukup diberikan sebagai selingan

Magnific Bukan berarti sayur dan buah harus dihindari saat si Kecil mulai MPASI, ya, Ma. Keduanya tetap boleh diberikan, tetapi porsinya tidak perlu besar.
Menurut dr. Vivi, sayur dan buah dapat diberikan sebagai selingan atau snack. Sementara itu, selama enam bulan pertama MPASI, Mama dianjurkan fokus pada menu lengkap yang didominasi protein hewani.
“Gunakanlah sayur atau buah sekadar untuk pengenalan rasa, tidak perlu porsi yang besar,” jelasnya.
Dengan begitu, sayur dan buah tetap dapat dikenalkan kepada si Kecil tanpa membuat menu utamanya didominasi oleh makanan yang tinggi serat dan rendah energi.
Nah, itu alasan di balik anjuran untuk hindari terlalu banyak memberikan sayur dan buah di awal MPASI. Keduanya tetap boleh dikenalkan kepada si Kecil, tetapi cukup dalam porsi kecil sebagai pelengkap menu utama, ya, Ma!





















