Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Menggelitik Bayi Bisa Berbahaya? Ini Faktanya
Pexels/Laura Garcia
  • Dokter menyebut gelitikan dapat membuat bayi stres, terutama sebelum usia 4–6 bulan ketika mereka belum mampu memahami sentuhan itu sebagai permainan.

  • Tawa saat digelitik belum tentu berarti senang; respons ini bisa berupa refleks dan berpotensi disertai napas terhenti sesaat, detak jantung meningkat, iritasi, atau rasa sakit.

  • Orangtua perlu menghentikan gelitikan saat bayi menangis, meringis, atau bernapas cepat, serta memilih interaksi lembut seperti kontak kulit, bernyanyi, ciluk ba perlahan, dan mainan lembut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gelitikan pada bayi dapat memicu respons refleks, stres, napas lebih cepat, peningkatan detak jantung, serta iritasi bila dilakukan berlebihan.
  • Who?
    Bayi, orang tua atau pengasuh yang menggelitik, serta dr. Amit Gupta, spesialis neonatologi dan anak di Motherhood Hospitals India.
  • Where?
    Risiko muncul dalam interaksi sehari-hari ketika bayi digelitik, terutama pada telapak kaki atau bagian tubuh lain yang sensitif.
  • When?
    Pada empat hingga enam bulan pertama, bayi belum tentu dapat memahami gelitikan sebagai permainan; bayi umumnya mulai tertawa sadar sekitar usia empat bulan.
  • Why?
    Bayi belum mampu membedakan sentuhan bercanda dan rangsangan lain. Tawa saat digelitik dapat menjadi refleks, bukan selalu tanda bayi merasa senang.
  • How?
    Orang tua dapat memantau tangisan, meringis, napas cepat, atau detak jantung meningkat dan menghentikan gelitikan. Alternatifnya meliputi kontak kulit, bernyanyi, ciluk ba perlahan, dan mainan lembut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menggelitik bayi bisa membuat bayi tertawa, tapi bayi belum tentu senang. Bayi kecil bisa bingung dan merasa stres saat digelitik. Napasnya juga bisa jadi cepat, dan kulitnya bisa merah. Kalau bayi menangis atau takut, gelitiknya harus berhenti. Lebih baik peluk bayi, bernyanyi, main cilukba pelan, atau mengobrol dengannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa sih yang tidak gemas melihat bayi yang cekikikan saat telapak kaki mungilnya dicolek? Tawanya terdengar seperti hadiah kecil, sampai kita ingin mengulanginya lagi dan lagi.

Namun, belakangan muncul peringatan bahwa menggelitik bayi ternyata tidak sepolos kelihatannya. Melansir The Week, bayi yang digelitik belum tentu tanda ia sedang bahagia.

Untuk menjawab keresahan Mama akan hal tersebut, berikut Popmama.com mengulas benarkah mengelitik bayi bisa berbahaya? Yuk, simak sampai habis!

Apakah Benar Menggelitik Bayi Bisa Berbahaya?

Pexels/Boys in Bristol Photography

Mengutip The Week, dr. Amit Gupta, dokter spesialis neonatologi dan anak di Motherhood Hospitals di India, menyebutkan bahwa gelitikan justru bisa membuat bayi stres, bukan senang.

Menurut dr. Gupta, butuh sekitar 4 sampai 6 bulan, bahkan bisa lebih, sampai gelitikan terasa seperti permainan. Sebelum itu, bayi belum bisa membedakan apakah sentuhan tersebut ajakan bercanda atau hal lain.

Melansir Memorial Care, penelitian sains belum punya jawaban pasti. Sejauh ini pun belum ada yang benar-benar mengetahui aktivitas otak bayi saat digelitik.

Mengapa Bayi Tertawa saat Digelitik?

Pexels/Helena Lopes

Melansir American Psychology Association, bayi biasanya mulai bisa tertawa secara sadar saat mereka menginjak usia sekitar empat bulan. 

Salah satu pemicu tawa pertama mereka adalah respons terhadap sentuhan fisik atau kejutan yang tidak terduga, seperti saat digelitik.

Oleh karena itu, saat bayi tertawa karena digelitik, ia sebenarnya sedang menyampaikan pesan tentang ikatan emosional atau perasaan yang dialaminya saat itu.

Apa Dampak Jika Menggelitik Bayi?

Pexels/Jonathan Borba

Sekilas, gelitikan hanyalah sentuhan ringan. Para ahli menyebut ada beberapa hal yang bisa terjadi di balik tawa bayi.

  • Tawa yang belum tentu tanda senang
    Dikutip dari The Week, tawa bayi saat digelitik bisa sekadar refleks. Gelitikan pada bayi tidak menimbulkan rasa nikmat, hanya tampilan luarnya saja.

  • Napas dan detak jantung terganggu
    Napas bayi bisa terhenti sesaat dan detak jantungnya melonjak ketika digelitik, seperti dikutip dari Euro Kids. 

  • Bayi bingung dari mana sentuhan datang
    Melansir Science Daily, bayi pada empat bulan pertama merasakan sentuhan dan menggerakkan kakinya tanpa menghubungkannya dengan orang yang menggelitik.

  • Rasa sakit dan iritasi
    Melansir IDN Times, gelitikan berlebihan dapat memicu sakit di dada dan perut bayi. Selain itu, kulit bayi yang halus bisa memerah dan iritasi, sedangkan anak dengan asma berisiko mengalami gangguan napas.

Bagaimana Mengetahui Bayi Menikmati atau Tidak Menyukai Gelitikan?

Pexels/Agung Pandit Wiguna

Tawa memang bisa menipu, jadi Mama perlu membaca sinyal tubuh si Kecil. Menurut The Week, bayi yang tidak nyaman bisa menangis, meringis, bernapas lebih cepat, atau mengalami peningkatan detak jantung.

Melansir Memorial Care, suasana hati bayi ikut menentukan. Reaksinya bisa berbeda saat ia sedang senang, lapar, atau mengantuk.

Bayi yang tenang dan ceria, lalu digelitik orangtua yang bersuara penuh sayang, lebih mungkin menikmatinya. Namun, kalau bayi tampak tidak nyaman atau takut, hentikan saja.

Bagaimana Cara Bermain dengan Bayi yang Lebih Aman daripada Menggelitik?

Pexels/Hannah Barata

Kabar baiknya, interaksi seru dengan bayi tidak harus lewat gelitikan. Berikut beberapa ide sederhana yang bisa langsung Mama praktikkan.

  • Kontak kulit ke kulit
    Mengutip The Week, cobalah perawatan metode kanguru dan kontak kulit ke kulit. Pelukan hangat ini terasa menenangkan tanpa membuat bayi kewalahan.

  • Bernyanyi
    Melansir IDN Times, orangtua disarankan untuk menyanyikan lagu riang untuk menghibur bayi, dan bernyanyi merupakan salah satu cara berinteraksi.

  • Main ciluk ba
    Mengutip The Week, ciluk ba merupakan alternatif bermain. Lakukan perlahan saja, sebab yang terlalu sering dikagetkan bisa mengalami gangguan tidur dan kecemasan.

  • Mainan lembut
    Melansir IDN Times, orangtua disarankan untuk bermain dengan mainan lembut sebagai pengganti gelitikan. Pilih yang aman dan nyaman digenggam oleh si Kecil.

  • Mengobrol tanpa layar
    Mengutip The Week, penting untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dengan saling berbicara dan menghindari layar. Interaksi nyata jauh lebih berarti untuk bayi.

Jadi, apakah menggelitik bayi benar-benar berbahaya? Belum ada bukti bahwa sekali atau dua kali gelitikan akan membawa celaka, tetapi berdasarkan penjelasan di atas, disepakati bahwa bayi lebih butuh sentuhan lembut dan kehadiranmu daripada gelitikan.

Nah, itulah pembahasan mengenai benarkah mengeelitik bayi bisa berbahaya? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article