Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Suka Tidur di Ketiak Ibunya? Ini Alasannya!

4 min read
Kenapa Bayi Suka Tidur di Ketiak Ibunya? Ini Alasannya!
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Bayi suka tidur di ketiak ibunya karena mengenali aroma, kehangatan, detak jantung, dan sentuhan kulit yang membentuk rasa tenang sejak awal kehidupan.

  • Kebiasaan mencari tekanan atau sentuhan pada pipi dapat muncul sejak minggu-minggu awal dan bertahan hingga masa kanak-kanak.

  • Wajah bayi tidak boleh terhalang tubuh mama; jika orangtua mengantuk, pindahkan bayi ke kasur datar, tanpa bantalan tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi yang suka tertidur di ketiak ibunya atau menyelipkan wajah di lekukan lengan, mungkin terlihat menggemaskan. Posisi ini sering membuat bayi tampak nyaman, seolah-olah ingin terus berada dekat dengan Mama meski sudah waktunya tidur.

Kebiasaan ini bisa membuat Mama bertanya-tanya, mengapa bayi suka tidur di ketiak? Apakah karena merasa hangat atau ada alasan lain yang membuatnya lebih mudah terlelap? Meski kedekatan dengan orangtua dapat memberikan rasa nyaman, posisi tidur bayi tetap perlu diperhatikan agar jalan napasnya tidak terhalang.

Untuk membantu Mama memahami kebiasaan ini, Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai kenapa bayi suka tidur di ketiak ibunya? Yuk, disimak, Ma!

  1. Kenapa Bayi Suka Tidur di Ketiak Ibunya?

    Kenapa bayi suka tidur di ketiak ibunya?
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi suka tidur di dekat ketiak ibu karena posisi tersebut memberikan sensasi kehangatan, kedekatan, dan aroma tubuh yang sudah dikenalnya sejak lahir. Saat berada dalam pelukan mama, si Kecil merasa lebih tenang karena merasakan sentuhan kulit dan kehadiran orang yang merawatnya.

    Menurut dr. Sarah Mitchell, ahli tidur anak sekaligus chiropractor dari Helping Babies Sleep, bayi sejak masa baru lahir terbiasa merasakan sentuhan kulit di pipi, misalnya ketika menyusu. Pengalaman tersebut membentuk asosiasi positif terhadap sensasi wajah yang bersentuhan dengan tubuh mama.

    Karena itu, bayi mungkin mencari sensasi serupa ketika mengantuk, seperti saat pipinya menempel pada lekukan tubuh mama, termasuk area ketiak.

  2. Alasan Bayi Suka Tidur di Ketiak Ibu

    Alasan bayi suka tidur di ketiak ibu
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ada beberapa hal yang dapat membuat bayi merasa nyaman ketika tidur di ketiak mama, di antaranya:

    1. Mengenali aroma tubuh mama: Indra penciuman bayi sudah berkembang sejak lahir. Aroma tubuh ibu yang familier dapat membantu si Kecil merasa lebih tenang.
    2. Merasakan kehangatan dan detak jantung: Kedekatan dengan tubuh mama memberikan sensasi hangat dan suara yang sudah dikenal bayi sejak awal kehidupannya.
    3. Terbiasa dengan sentuhan kulit: Saat menyusu atau digendong, pipi bayi sering bersentuhan dengan kulit orangtua. Sensasi ini dapat menjadi sesuatu yang menenangkan ketika bayi mengantuk.

  3. Sampai Usia Berapa Bayi Suka Tidur di Ketiak Ibu?

    Sampai kapan bayi suka tidur di ketiak ibu?
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Kebiasaan bayi mencari posisi tidur dekat tubuh orangtua dapat berlanjut seiring bertambahnya usia. Menurut dr. Mitchell, bayi mulai membentuk asosiasi positif terhadap tekanan atau sentuhan pada pipi sejak minggu-minggu awal kehidupannya. Kebiasaan ini dapat bertahan hingga masa kanak-kanak.

    Seiring pertumbuhannya, bayi mungkin tetap mencari kenyamanan melalui pelukan, sentuhan, atau tidur dekat Mama. Namun, setiap bayi memiliki kebiasaan yang berbeda. Ada bayi yang mudah tidur setelah digendong, sementara bayi lainnya lebih nyaman ketika dibaringkan di tempat tidurnya sendiri.

  4. Risiko dan Keamanan saat Bayi Tidur di Ketiak Ibu

    Risiko dan keamanan saat bayi tidur di ketiak ibu
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Meski terlihat nyaman, membiarkan bayi tidur dengan wajah menempel di ketiak atau terjepit di antara tubuh orangtua dapat meningkatkan risiko jalan napas tertutup. Kondisi ini berbahaya karena bayi, terutama yang baru lahir, belum mampu mengubah posisi kepala dengan baik untuk membebaskan jalan napasnya.

    Ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan saat bayi tertidur di ketiak, di antaranya:

    1. Pastikan jalan napas bayi tidak tertutup oleh lengan atau payudara mama.
    2. Hindari wajah bayi tertekan terlalu dalam ke tubuh mama agar hidung dan mulutnya tidak terhalang.
    3. Pindahkan bayi ke tempat tidur yang aman jika Mama mengantuk, dengan posisi telentang di permukaan yang datar dan kokoh.

  5. Cara Membantu Bayi Tidur Nyaman di Tempat Tidurnya Sendiri

    Cara membantu bayi tidur nyaman di tempat tidurnya sendiri
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Proses adaptasi dapat dilakukan secara bertahap dengan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman sekaligus aman. Dikutip dari Romper, berikut beberapa cara untuk bantu bayi tidur nyaman di tempat tidurnya sendiri:

    1. Jaga suhu kamar tetap nyaman. Hindari ruangan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Sesuaikan pakaian tidur bayi dengan suhu ruangan agar si Kecil tidak kepanasan.
    2. Pilih kasur yang datar dan kokoh. Gunakan kasur yang sesuai dengan ukuran crib atau bassinet, dilengkapi seprai yang terpasang erat. Hindari kasur empuk, bantal, dan tambahan bantalan yang berisiko menghalangi jalan napas.
    3. Buat rutinitas sebelum tidur. Mama dapat membiasakan anak dengan kegiatan menenangkan, seperti menyanyikan lagu, membacakan cerita, atau meredupkan lampu sebelum tidur.
    4. Pindahkan bayi dengan hati-hati. Setelah bayi tertidur dalam pelukan, baringkan ia secara perlahan dalam posisi telentang di tempat tidurnya sendiri.
    5. Tetap temani saat bayi membutuhkan kenyamanan. Jika bayi terbangun, Mama bisa menenangkannya dengan suara lembut, sentuhan, atau menggendongnya sejenak sebelum kembali membaringkannya di tempat tidur.

    Jadi, itulah alasan kenapa bayi suka tidur di ketiak ibunya. Semoga informasi ini dapat menambah insight mama, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More