Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah MPASI Harus Dimulai dari Tekstur Encer agar Bayi Tidak Kaget?

Benarkah MPASI Harus Dimulai dari Tekstur Encer agar Bayi Tidak Kaget?
Magnific
  • Anggapan MPASI awal harus sangat encer agar pencernaan bayi tidak kaget adalah mitos. Tekstur yang dianjurkan ialah bubur halus, lembut, dan cukup kental demi memenuhi kebutuhan nutrisi.

  • Tekstur MPASI perlu naik bertahap sesuai kemampuan bayi menerima, menelan, dan mengolah makanan. Tahapannya dimulai dari puree, mashed, minced, chopped, finger foods, hingga makanan keluarga.

  • Usia 6 bulan dimulai dengan puree, 7–8 bulan beralih ke mashed dan minced, 9–12 bulan dapat finger foods, sedangkan usia 12 bulan mulai makanan keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasuki usia 6 bulan, si Kecil mulai memasuki tahap baru dalam perjalanan makannya. Setelah sebelumnya hanya mengenal ASI, kini Mama mulai memperkenalkan berbagai jenis makanan sebagai pendamping ASI.

Bagi sebagian Mama, masa awal MPASI mungkin terasa penuh pertanyaan. Mulai dari jenis makanan yang diberikan, jumlah porsinya, hingga tekstur makanan yang paling sesuai untuk si Kecil. Apalagi, ada anggapan bahwa makanan pertama bayi perlu dibuat sangat encer agar lebih mudah diterima oleh saluran cernanya.

Di sisi lain, tekstur makanan bayi ternyata juga akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Dari makanan yang lembut, perlahan si Kecil akan dikenalkan dengan tekstur yang lebih kasar hingga akhirnya dapat menikmati makanan keluarga.

Lalu, seperti apa sebenarnya tekstur MPASI yang perlu diberikan sejak awal? Benarkah MPASI harus dimulai dari tekstur encer?

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya di bawah ini. Yuk, disimak!

  1. Benarkah MPASI Harus Dimulai dari Tekstur Encer?

    Benarkah MPASI harus dimulai dari tekstur encer?
    Magnific

    Menurut Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K) dalam buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja, anggapan bahwa MPASI harus dimulai dengan tekstur yang sangat encer seperti ASI agar saluran cerna bayi tidak kaget merupakan mitos.

    MPASI yang terlalu encer justru tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Untuk bayi yang baru mulai makan, tekstur MPASI sebaiknya berupa bubur yang halus dan lembut, cukup kental, serta tidak terlalu encer.

    Setelah bayi mulai terbiasa, tekstur makanan dapat dinaikkan secara bertahap menjadi lebih kasar. Dengan demikian, bayi dapat mengenal berbagai tekstur makanan sesuai tahap perkembangannya.

  2. Tahapan Tekstur MPASI Bayi

    Benarkah MPASI harus dimulai dari tekstur encer?
    Magnific

    Tekstur MPASI bukan hanya soal seberapa halus makanan yang diberikan kepada si Kecil. Seiring bertambahnya usia, kemampuan bayi dalam menerima dan mengolah makanan juga berkembang sehingga teksturnya perlu disesuaikan secara bertahap.

    Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tekstur MPASI dapat dimulai dari makanan yang paling halus, kemudian perlahan menjadi lebih kasar hingga si Kecil siap menikmati makanan keluarga.

    Berikut tahapannya yang perlu Mama ketahui:

    1. Puree: makanan dihaluskan hingga memiliki tekstur seperti bubur kental.
    2. Mashed: makanan dilumatkan sampai halus.
    3. Minced: makanan dicincang menjadi bagian-bagian kecil dan halus.
    4. Chopped: makanan dicincang dengan ukuran yang lebih kasar.
    5. Finger foods: makanan yang dapat dipegang dan dimasukkan sendiri ke mulut oleh anak.
    6. Makanan keluarga: makanan yang sama seperti makanan anggota keluarga lainnya dan dapat dihaluskan seperlunya.

    Tekstur tersebut diberikan secara bertahap mengikuti kemampuan si Kecil dalam menerima, menelan, serta mengolah makanan.

  3. Tahapan Tekstur MPASI Berdasarkan Usia Bayi

    Benarkah MPASI harus dimulai dari tekstur encer?
    Magnific

    Seiring bertambahnya usia, kemampuan si Kecil dalam menerima dan mengolah makanan juga ikut berkembang. Oleh krena itu, tekstur MPASI perlu disesuaikan secara bertahap agar makanan yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangannya.

    Berikut tahapan tekstur MPASI yang bisa Mama kenalkan sesuai usia si Kecil:

    Usia 6 Bulan

    Ketika pertama kali mulai MPASI, bayi dapat diperkenalkan dengan makanan bertekstur puree. Makanan dihaluskan dan disaring sehingga menjadi lebih lembut dan mudah diterima bayi.

    Pada usia ini, sistem pencernaan bayi sudah lebih siap menerima sari-sari makanan. Namun, bukan berarti bayi bisa langsung diberikan makanan dalam bentuk utuh.

    Pemberian puree dapat menjadi tahap awal bagi bayi untuk mengenal tekstur makanan. Mama bisa memberikan sekitar 2–3 sendok MPASI dalam satu kali makan sebagai permulaan.

    Usia 7–8 Bulan

    Memasuki usia 7 bulan, tekstur MPASI dapat dibuat lebih meningkat. Dari yang sebelumnya berupa puree, Mama dapat mulai memberikan mashed, yaitu makanan yang sudah dilumatkan hingga halus.

    Saat usia 8 bulan, teksturnya dapat kembali dinaikkan menjadi minced, yakni makanan yang dicincang halus. Secara bertahap, bayi juga dapat mulai diperkenalkan dengan makanan bertekstur chopped.

    Pada usia ini, gigi depan bayi biasanya mulai tumbuh dan mulai belajar mengunyah. Kemampuan mengunyah tersebut dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi motorik oral atau oromotor.

    Selain itu, bayi pada usia ini juga sudah dapat menelan makanan dengan tekstur yang lebih kental.

    Usia 9–12 Bulan

    Saat memasuki usia 9 bulan, Mama sudah dapat memberikan finger foods kepada si Kecil. Pada tahap ini, bayi mulai mampu menggenggam makanan dan membawanya sendiri ke dalam mulut.

    Makan menggunakan tangan mungkin membuat waktu makan menjadi lebih berantakan. Namun, kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan keterampilan bayi untuk belajar makan sendiri.

    Selanjutnya, ketika usia si Kecil mencapai 12 bulan, Mama dapat mulai memberikannya makanan keluarga.

    Usia 12–23 Bulan

    Pada usia 12–23 bulan, bayi sudah dapat beradaptasi dengan berbagai bentuk makanan. Meski begitu, kemampuan mengunyahnya terkadang masih belum sempurna.

    Pada usia ini, si Kecil mulai terbiasa dengan beragam menu, termasuk makanan yang dikonsumsi anggota keluarga lainnya. Ia juga mulai mengenali makanan berdasarkan bentuk, rasa, dan aromanya.

    Kemampuan makan si Kecil pun semakin berkembang. Salah satunya, ia sudah bisa memegang sendok sendiri.

    Nah, itulah penjelasan terkait benarkah MPASI harus dimulai dari tekstur encer. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More