- Naikkan kalori dalam MPASI. Mama bisa memberikan makanan dengan kalori lebih tinggi, seperti nasi tim sebagai sumber karbohidrat. Kalori dalam makanan juga dapat ditingkatkan dengan menambahkan minyak, santan, atau mentega. Selain dari makanan, susu formula tinggi kalori dapat diberikan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Tetap berikan ASI. Meski sudah mulai mengenal makanan padat, bayi tetap membutuhkan ASI hingga usia 2 tahun. Intensitas menyusu mungkin berkurang setelah MPASI, tetapi Mama tetap dapat memberikan ASI di antara waktu makan. ASI juga penting bagi bayi yang masih beradaptasi dengan makanan padat atau sulit makan.
- Batasi pemberian camilan. Camilan boleh diberikan, tetapi jangan terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu makan. Pemberian camilan berlebihan dapat membuat si Kecil kenyang sehingga malas makan atau menyusu. Mama dapat memberikan camilan satu kali sehari dan memilih makanan yang bernutrisi agar tidak menggantikan makanan utama.
- Berikan makanan yang mengandung lemak baik. Lemak baik dapat membantu menambah asupan kalori sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Mama dapat memberikan ikan berlemak seperti salmon, tuna, makarel, dan sarden. Pilihan lainnya adalah alpukat, keju, yoghurt, dan kacang-kacangan yang dapat dimasukkan ke dalam menu MPASI atau camilan.
Kenapa Bayi Terlihat Kurus sejak Mulai MPASI? Ini Penjelasannya

Bayi dapat terlihat lebih kurus saat awal MPASI karena tubuh beradaptasi mengolah makanan padat, sementara menu yang banyak belum tentu memenuhi kebutuhan kalori, protein, dan lemak.
Aktivitas bayi yang meningkat, seperti duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan, membuat energi lebih banyak terpakai sehingga kenaikan berat badan bisa melambat dibanding sebelum MPASI.
Dukung kenaikan berat badan bayi dengan MPASI padat kalori, ASI tetap diberikan, camilan dibatasi, dan lemak baik ditambahkan. Waspadai berat badan turun, kurva melandai, lesu, rewel, atau sering sakit.
Memasuki usia 6 bulan, si Kecil mulai memasuki tahap baru dalam tumbuh kembangnya, yaitu mengenal makanan pendamping ASI (MPASI). Setelah sebelumnya kebutuhan nutrisinya lebih banyak didapatkan dari ASI atau susu formula, kini bayi mulai belajar mengenal berbagai makanan dengan tekstur dan rasa yang berbeda.
Di masa awal MPASI, Mama mungkin mulai melihat beberapa perubahan pada si Kecil. Salah satunya, berat badan yang tidak bertambah secepat sebelumnya atau tubuhnya yang terlihat lebih kurus. Kondisi ini tentu bisa membuat Mama bertanya-tanya, apalagi jika si Kecil sudah mulai makan setiap hari.
Lantas, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Untuk membantu Mama memahami kondisi ini, berikut Popmama.com telah merangkum penyebab kenapa bayi terlihat kurus sejak mulai MPASI.
Table of Content
Kenapa Bayi Terlihat Kurus sejak Mulai MPASI?

Magnific Bayi yang terlihat lebih kurus setelah mulai MPASI dapat terjadi karena tubuhnya masih belajar mengolah makanan padat yang masuk. Berbeda dari ASI atau susu formula yang nutrisinya sudah sesuai dengan kebutuhan bayi dan lebih mudah diserap, makanan padat membutuhkan proses penyesuaian dari tubuh si Kecil.
Pada saat yang sama, orangtua juga masih belajar memberikan MPASI dengan menu dan jumlah yang sesuai. Tidak jarang bayi sebenarnya sudah makan dalam jumlah cukup banyak, tetapi makanan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan kalorinya.
Misalnya, makanan yang dikonsumsi si Kecil masih kurang mengandung lemak atau protein. Akibatnya, jumlah makanan yang terlihat banyak belum tentu memberikan asupan kalori yang cukup untuk mendukung kenaikan berat badannya.
Pemberian air putih yang terlalu banyak saat proses makan juga dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Dalam kondisi tersebut, asupan makanan yang masuk bisa menjadi kurang optimal.
Selain karena pola makan, bayi yang mulai MPASI biasanya juga sedang berada pada masa semakin aktif bergerak. Si Kecil mulai belajar duduk, merangkak, berdiri, bahkan berjalan. Berbagai aktivitas tersebut membuat energi yang digunakan tubuhnya semakin banyak.
Dengan begitu, meskipun kebutuhan kalorinya mungkin sudah tercukupi, sebagian energi tersebut digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat membuat kenaikan berat badan si Kecil tidak sepesat saat sebelum mulai MPASI.
Oleh karena itu, Mama tetap perlu memperhatikan perkembangan si Kecil dengan memantau kurva pertumbuhannya.
Tips Mendukung Kenaikan Berat Badan Bayi saat MPASI

Magnific Ketika berat badan si Kecil sulit naik, Mama dapat memperhatikan kembali makanan yang diberikan selama masa MPASI.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan kalorinya, antara lain:
Kapan Mama Perlu Waspada?

Magnific Perubahan berat badan bayi perlu lebih diperhatikan ketika berat badannya justru mengalami penurunan. Mama juga perlu melihat kurva pertumbuhan si Kecil karena kurva yang mulai melandai dapat menjadi tanda bahwa pertumbuhannya perlu dipantau lebih lanjut.
Selain melihat angka pada berat badan, kondisi si Kecil sehari-hari juga penting diperhatikan. Mama dapat memperhatikan apakah bayi mulai terlihat lesu, lebih rewel dari biasanya, atau sering sakit.
Jika beberapa kondisi tersebut mulai terlihat bersamaan dengan berat badan yang turun dan kurva pertumbuhan yang melandai, Mama perlu lebih waspada terhadap kondisi pertumbuhan si Kecil.
Nah, itu dia alasan di balik kenapa bayi terlihat kurus sejak mulai MPASI. Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma!





















