APKI menilai kondisi ini memerlukan respons cepat dan terukur dari seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pelaku industri. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa semakin luas.
Dalam skenario terburuk, industri diapers bahkan berpotensi menghadapi penghentian produksi. Hal ini tentu berisiko pada keberlangsungan tenaga kerja, termasuk kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif.
APKI memperkirakan, jika dalam 1–2 bulan ke depan tidak ada kepastian pasokan bahan baku, maka risiko tersebut akan semakin nyata. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih kuat antar pihak, termasuk kelancaran perizinan dan impor bahan baku agar rantai pasok tetap terjaga.
Dengan kondisi yang masih dinamis, solusi cepat menjadi kunci agar industri tetap bertahan dan kebutuhan masyarakat, khususnya produk bayi, tetap tersedia di pasaran.
Nah, itu tadi informasi tentang
Semoga informasi ini membantu Mama lebih siap menghadapi kondisi ini.