Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bayi Penasaran Ternyata Tanda Cerdas Sejak Dini, Ini Penjelasannya

Bayi Penasaran Ternyata Tanda Cerdas Sejak Dini, Ini Penjelasannya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Studi Johns Hopkins University menemukan bahwa rasa penasaran bayi sejak usia 11 hingga 17 bulan berkaitan dengan perkembangan kemampuan kognitif di masa depan.
  • Bayi yang lebih lama memperhatikan hal-hal tak terduga cenderung tumbuh menjadi anak yang aktif mengeksplorasi dan mencari tahu lingkungan sekitarnya.
  • Rasa ingin tahu sejak dini bukan hanya lucu, tapi menjadi dasar kebiasaan belajar dan tanda awal berkembangnya kecerdasan anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah Mama memperhatikan bagaimana si Kecil menatap lingkungan sekitarnya dengan penuh rasa penasaran? Bahkan, beberapa bayi bisa terdiam lama sambil mengamati, mengoceh, atau fokus pada satu objek yang menarik perhatiannya.

Banyak orang mungkin menganggap ini hanya tingkah lucu khas bayi, padahal ada hal yang lebih dalam di baliknya lho, Ma! Rasa ingin tahu yang muncul sejak dini ternyata berkaitan dengan perkembangan kecerdasan anak di masa depan. Hal ini diungkap dalam sebuah studi dari Universitas Johns Hopkins.

Berikut Popmama.com akan membahas lebih lanjut tentang bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini.

Table of Content

1. Penelitian tentang rasa penasaran bayi

1. Penelitian tentang rasa penasaran bayi

Bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sebuah studi tahun 2021 dari Johns Hopkins University menunjukkan bahwa bayi yang memiliki rasa ingin tahu tinggi cenderung tetap menunjukkan karakter yang sama saat mereka tumbuh menjadi balita, hal ini dapat berkaitan dengan kemampuan kognitif mereka di masa depan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengamati 65 bayi untuk melihat bagaimana rasa ingin tahu mereka berkembang dari waktu ke waktu. Pengamatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu saat bayi berusia 11 bulan dan kemudian kembali diteliti saat usia 17 bulan.

2. Respons bayi terhadap hal baru cenderung konsisten

Bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada tahap awal penelitian (usia 11 bulan), bayi diperlihatkan dua jenis mainan, yaitu mainan yang bergerak normal dan mainan yang sengaja dibuat tampak “tidak masuk akal”. Tujuannya untuk melihat bagaimana bayi merespons sesuatu yang sesuai kenyataan dibandingkan hal yang terasa aneh atau tidak biasa.

Enam bulan kemudian, saat bayi berusia 17 bulan, eksperimen yang sama kembali dilakukan dengan mainan yang berbeda. Kali ini, bayi juga diperlihatkan objek yang bergerak normal serta objek yang tampak tidak mungkin terjadi, seperti melayang di udara.

Peneliti kemudian mengamati respons bayi melalui lamanya mereka menatap objek tersebut. Hasilnya menunjukkan pola yang cukup konsisten, yaitu bayi yang sejak usia 11 bulan lebih lama memperhatikan kejadian “ajaib” cenderung tetap menunjukkan pola perhatian yang sama saat berusia 17 bulan.

3. Anak dengan rasa penasaran cenderung lebih aktif mencari tahu

Bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Peneliti kemudian membandingkan hasil pengamatan dengan penilaian orangtua mengenai rasa ingin tahu anak dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, bayi yang lebih lama memperhatikan hal-hal tak terduga cenderung dinilai lebih aktif dalam mencari tahu dan lebih sering mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Dari temuan ini, peneliti melihat bahwa rasa ingin tahu sejak dini bisa menjadi salah satu gambaran awal bagaimana anak belajar dan memahami dunia di sekitarnya.

4. Rasa ingin tahu itu berkembang

Bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu Direktur Laboratorium Pengembangan Anak, Johns Hopkins University, Lisa Feigenson, menjelaskan bahwa rasa ingin tahu bayi terhadap hal-hal yang tidak biasa dapat menjadi gambaran awal bagaimana rasa ingin tahu tersebut berkembang ketika anak memasuki usia prasekolah.

Artinya, ketertarikan anak pada hal baru sejak dini bukan hanya hal yang lucu, tetapi bisa menjadi dasar terbentuknya kebiasaan belajar di kemudian hari. Anak yang terbiasa memperhatikan dan mengeksplorasi lingkungan sejak kecil ini, dinilai lebih siap dalam memahami berbagai hal di sekitarnya.

“Rasa ingin tahu bayi tentang trik sulap tampaknya memprediksi seberapa besar rasa ingin tahu mereka saat prasekolah,” ujar Lisa Feigenson.

 

5. Rasa penasaran tanda kecerdasan

Bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Rasa ingin tahu pada si Kecil berkaitan dengan kemampuan berpikir yang menjadi dasar perkembangan kognitifnya. Saat anak sering mengamati dan mencoba memahami hal-hal baru di sekitarnya, ia sedang melatih cara berpikirnya sendiri.

Dari kebiasaan inilah, rasa penasaran bisa menjadi salah satu tanda awal berkembangnya kecerdasan anak di masa depan.

6. Cara mengenalkan dan menstimulasi rasa penasaran pada bayi

Bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Rasa penasaran pada bayi bisa mulai distimulasi sejak dini melalui interaksi sederhana sehari-hari. Bayi bisa belajar dari apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan dari orang terdekatnya, terutama orangtua. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Sering ajak bayi berbicara
    Walaupun bayi belum bisa merespons dengan kata-kata, ajakan bicara tetap penting untuk mengenalkan suara dan bahasa.

  • Respons setiap celotehan bayi
    Saat bayi mengoceh atau bereaksi, balas dengan suara atau kata sederhana agar ia merasa didengar dan mulai belajar berkomunikasi.

  • Ajak bayi mengamati lingkungan sekitar
    Tunjukkan benda-benda di rumah atau saat berjalan-jalan sambil menyebutkan namanya dengan sederhana.

  • Berikan stimulasi visual dan suara
    Gunakan mainan berwarna cerah atau suara lembut untuk menarik perhatian bayi dan melatih fokusnya.

Nah, itu penjelasan tentang bayi penasaran ternyata tanda cerdas sejak dini. Yuk, stimulasi rasa penasaran pada bayi sejak dini!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More