Kandungan Popok Bayi yang Berbahaya, Mama Harus Waspada

- Ftalat dapat menyebabkan risiko terhadap kulit bayi yang sensitif dan dapat menyebar ke lingkungan sekitar.
- PAHS pada popok berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius seperti kanker dan gangguan perkembangan.
- Bisfenol, dioksin, wewangian, VOCs, dan natrium poliakrilat juga memiliki dampak buruk terhadap kesehatan bayi.
Popok sekali pakai merupakan salah satu perlengkapan penting untuk mendukung kenyamanan bayi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Walaupun mudah dan praktis untuk digunakan, beberapa jenis popok sekali pakai tersebut mengandung senyawa kimia berbahaya yang berisiko terhadap kulit bayi yang masih sensitif.
Oleh karena itu, Popmama.com telah merangkum beberapa jenis kandungan popok bayi yang berbahaya untuk Mama waspadai dan hindari.
Table of Content
1. Ftalat

Ftalat merupakan senyawa kimia sebagai plasticizer sebagai bahan dalam produk plastik agar plastik menjadi lebih mudah untuk dilunakkan.
Kandungan ftalat umumnya berada pada lapisan luar popok bayi sekali pakai yang bersifat tahan air sekaligus memberikan tekstur halus menyerupai plastik lembut.
Namun, senyawa ini tergolong berbahaya karena zat kimianya tidak terikat pada produk popok, tetapi dapat menyebar dan lepas ke lingkungan sekitar, baik melalui udara, air, maupun makanan.
Kondisi ini memiliki potensi bahaya terhadap bayi, khususnya jika si Kecil menyentuh atau memasukkan benda-benda asing di sekitarnya yang terpapar ftalat.
2. Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHS)

Senyawa organik ini terdiri dari beberapa cincin benzena yang saling terikat dan dapat ditemukan dalam produk sehari-hari, termasuk popok.
Namun, keberadaan senyawa ini pada popok perlu menjadi perhatian lebih karena telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang serius, seperti kanker, gangguan perkembangan bagi si Kecil, hingga melemahnya daya tahan tubuh.
3. Bisfenol

Bisfenol, terutama Bisphenol-A (BPA), merupakan zat kimia yang cenderung digunakan dalam beberapa produk plastik, termasuk popok sekali pakai. Kandungan BPA pada popok berfungsi dalam meningkatkan daya tahan serta fleksibilitas material.
Namun, sebuah studi yang telah dipublikasikan oleh The Journal of Steroid Biochemistry and Molecular Biology menunjukkan bahwa kandungan BPA pada popok dapat memengaruhi masalah perkembangan bagi si Kecil sehingga Mama perlu berhati-hati terhadap kandungan senyawa ini.
4. Dioksin

Dioksin merupakan senyawa yang digunakan dalam proses pemutihan bahan popok agar terlihat lebih putih serta menarik secara visual.
Namun, di balik tampilannya, senyawa dioksin sangat beracun bahkan berpotensi menimbulkan beberapa masalah bagi kesehatan bayi, mulai dari gangguan perkembangan, kerusakan sistem kekebalan tubuh, hingga gangguan hormon pada bayi.
Meskipun penggunaan kadar dioksin dalam popok relatif kecil, tetapi penggunaan produk dalam jangka panjang dengan senyawa tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh si Kecil seiring waktu.
5. Wewangian dan lotion

Walaupun wewangian dalam popok berfungsi untuk menyamarkan bau tidak sedap dan kandungan lotionnya berfungsi untuk menenangkan kulit bayi, tetapi kedua kandungan tersebut berdampak tidak baik terhadap kulit bayi.
Kedua kandungan tersebut mengandung bahan kimia sintetis sehingga berpotensi memicu iritasi kulit, alergi, hingga gangguan pernapasan, terutama terhadap kulit bayi yang masih sangat sensitif.
6. Volatile organic compounds (VOCs)

Senyawa organik volatil, seperti toluena, xilena, dan etilbenzena, merupakan kelompok bahan kimia yang biasanya ditemukan pada beberapa jenis popok.
Mama perlu mewaspadai keberadaan senyawa ini pada popok bayi karena sifatnya mudah menguap dan terhirup oleh bayi sehingga menimbulkan risiko terhadap sistem pernapasan bayi.
Paparan senyawa VOC dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan hati, ginjal, atau sistem saraf pusat.
7. Natrium poliakrilat

Natrium poliakrilat atau sodium polyacrylate merupakan bahan berbentuk gel penyerap yang banyak digunakan dalam popok sekali pakai untuk menyerap cairan agar menjaga permukaan bayi tetap kering.
Walaupun bahan tersebut terkesan efektif dalam mengunci kelembapan, bahan ini berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit maupun reaksi alergi pada bayi.
Nah, itulah berbagai kandungan popok bayi yang berbahaya. Pastikan Mama terus mengawasi setiap kandungan atau bahan yang terdapat pada popok si Kecil agar ia tetap terhindar dari setiap risiko iritasi dan gangguan kesehatan lainnya, ya, Ma.


















