Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Membuang Popok Bayi yang Benar, Aman, dan Bebas Bau
Pexels/Emma Bauso
  • Popok bekas perlu ditangani higienis: buang kotoran padat ke toilet jika memungkinkan, gulung rapat dengan perekat, masukkan ke tempat sampah berlapis plastik atau diaper pail, lalu cuci tangan.
  • Pembuangan popok yang sembarangan berisiko menyebarkan kuman seperti Salmonella, E. coli, dan norovirus, menyumbat pipa bila disiram ke toilet, mencemari lingkungan, serta memicu bau menyengat.
  • Untuk mengontrol kebersihan dan bau, lipat sisi kotor ke dalam, sertakan tisu basah, gunakan kantong khusus atau baking soda, tutup tempat sampah, bersihkan alas ganti, dan pisahkan pakaian terkontaminasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Langkah pembuangan popok bayi bekas mencakup membuang kotoran padat ke toilet bila memungkinkan, menggulung dan merekatkan popok, memasukkannya ke tempat sampah tertutup, lalu mencuci tangan.
  • Who?
    Orang tua atau pengasuh bayi menangani popok bekas, termasuk membersihkan area ganti popok dan memisahkan pakaian bayi yang terkena kotoran sebelum dicuci.
  • Where?
    Penanganan dilakukan di area ganti popok dan tempat sampah tertutup atau diaper pail di rumah; popok berbau menyengat dapat segera dipindahkan ke tempat sampah luar.
  • When?
    Langkah dilakukan setiap kali popok bayi diganti, setelah popok digunakan, serta setelah popok dibuang untuk membersihkan tangan dan area alas ganti.
  • Why?
    Popok bekas dapat menyimpan kuman, menimbulkan bau, mencemari lingkungan bila dibuang sembarangan, dan menyumbat saluran pembuangan jika disiram ke toilet.
  • How?
    Kotoran padat dibuang ke toilet bila memungkinkan, popok dilipat ke dalam, tisu dimasukkan, digulung rapat dan dikunci perekat, lalu dibuang ke wadah berlapis plastik serta bertutup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Popok bayi yang kotor harus dibuang dengan rapi supaya rumah tidak bau dan kuman tidak menyebar. Kotoran padat bisa dibuang ke toilet, lalu popok digulung dan direkatkan. Popok masuk tempat sampah yang tertutup. Popok jangan disiram ke toilet. Setelah itu, Mama cuci tangan pakai sabun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ganti popok mungkin terasa seperti rutinitas biasa yang Mama lakukan berkali-kali sehari. Tapi, tahukah Mama kalau cara membuang popok bekas ternyata tidak boleh sembarangan?

Popok bayi mama yang sudah dipakai menyimpan kuman dan kotoran yang bisa jadi masalah kalau dibuang asal-asalan, mulai dari bau menyengat sampai risiko kesehatan bagi seisi rumah. 

Untungnya, ada cara sederhana yang bisa Mama praktikkan supaya urusan buang popok jadi lebih rapi dan higienis. Berikut Popmama.com mengulas cara membuang popok bayi yang benar. Yuk, simak sampai habis!

Cara Membuang Popok Bayi yang Benar

Pexels/William Fortunato

Sebelum buru-buru melempar popok ke tempat sampah, ada beberapa langkah kecil yang sebaiknya Mama lakukan dulu. Berikut urutan cara membuang popok bayi yang benar:

  1. Buang dulu kotoran padat ke toilet jika memungkinkan.
    Melansir Pampers, langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi bau sekaligus menjaga kebersihan tempat pembuangan akhir.

  2. Gulung popok dan rekatkan dengan perekat.
    Rekatkan popok bayi yang kotor dengan perekat yang tersedia di belakangnya. Mengutip Pampers, metode roll and tape ini adalah cara standar untuk mengamankan sisa kotoran di dalam popok.

  3. Masukkan popok yang sudah digulung ke tempat sampah.
    Masukkan popok yang telah tertutup atau diaper pail. Melansir Momcozy, Mama disarankan untuk selalu menempatkan plastik di tempat sampah supaya lebih mudah dibersihkan.

  4. Cuci tangan dengan sabun setelah selesai.
    Melansir La Green Tech, langkah ini sangat penting dilakukan setiap kali selesai menangani popok bekas agar tangan Mama terhindar dari kuman yang menempel di tangan.

Dampak Membuang Popok Bayi dengan Cara yang Salah

Pexels/Monstera Production

Kalau langkah di atas dilewati atau dilakukan asal-asalan, ada beberapa risiko yang mengintai. Berikut dampak yang bisa terjadi akibat cara membuang popok yang salah:

  1. Menyebarkan kuman penyebab penyakit.
    Popok yang dibuang dengan cara yang salah dapat menimbulkan kuman seperti Salmonella, E. coli, dan norovirus. Melansir CANR, kuman-kuman ini bisa tetap ada di popok meski bayi mama dalam kondisi sehat.

  2. Menyumbat saluran pipa rumah.
    Jika popok dibuang lewat toilet, hal tersebut dapat membuat saluran pembuangan menjadi macet. Menurut Pampers, popok sekali pakai tidak pernah boleh disiram karena bisa merusak sistem pembuangan.

  3. Mencemari lingkungan.
    Jika Mama membuang popok yang telah dipakai oleh si Kecil dengan sembarangan, apalagi di ruang terbuka, hal tersebut dapat membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan mengotori lingkungan.

  4. Menimbulkan bau menyengat.
    Jika Mama membuang popok bayi dengan cara yang kurang tepat, hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan rumah. Popok yang tidak disegel rapat menjadi salah satu penyebab utama bau tak sedap di kamar bayi.

Cara Menggulung Popok Bayi agar Tidak Mengotori

Pexels/https://kaboompics.com/

Salah satu trik yang paling menentukan kebersihan adalah cara menggulung popok sebelum dibuang. Berikut cara menggulung popok bayi mama supaya tidak mengotori dan bocor:

  1. Lipat bagian depan popok ke arah dalam terlebih dahulu.
    Mengutip Mom Cozy, cara ini membuat sisi yang kotor tetap berada di bagian dalam gulungan dan tidak membuat kotoran tercerai-berai.

  2. Sisipkan tisu basah.
    Setelah membersihkan popok, masukkan tisu basah ke dalam lipatan sebelum digulung. Langkah ini membantu tisu tidak berceceran dan ikut tergulung rapi.

  3. Gulung popok
    Gulung popok menjadi satu bentuk padat dan rapat. Menurut La Greentech, popok perlu digulung seperti bola kecil agar sisa kotoran benar-benar terkurung di dalamnya.

  4. Kunci gulungan
    Popok yang telah dibersihkan, jangan lupa dikunci dengan perekat yang ada di bagian belakang popok. Langkah ini merupakan penutup akhir sebelum popok dibuang.

Cara Membuang Popok agar Tidak Menimbulkan Bau

Pexels/cottonbro studio

Bau tak sedap dari tempat sampah popok memang jadi keluhan banyak orang tua, tapi ada beberapa cara untuk menyiasatinya.Berikut tips membuang popok bayi mama supaya rumah tetap wangi:

  1. Gunakan kantong kecil khusus
    Hal ini dilakukan untuk popok yang sangat bau. Melansir Mom Cozy, cara ini dilakukan terutama untuk popok yang berisi kotoran padat yang baunya lebih menyengat.

  2. Taburkan baking soda
    Tabur baking soda di dasar tempat sampah popok. Mengutip Huggies, cara ini efektif untuk menetralkan bau tanpa bahan kimia tambahan.

  3. Segera keluarkan popok
    Keluarkan segera popok yang sangat bau dari tempat sampah di dalam ruangan. Mengutip Pampers, popok seperti ini langsung dipindahkan ke tempat sampah luar sebelum tempat penampungan di dalam rumah penuh.

  4. Pastikan tutup tempat sampah.
    Dikutip dari Mom Cozy, kebiasaan ini menjadi kunci utama untuk mengontrol bau di antara waktu pembuangan sampah. Supaya sampah yang telah dibuang tidak menimbulka bau.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuang Popok Bayi?

Pexels/cottonbro studio

Urusan belum selesai begitu popok masuk tempat sampah, ada beberapa langkah penutup yang tak kalah penting. Berikut yang sebaiknya Mama lakukan setelah membuang popok bayi:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air
    Lakukan cuci tangan selama minimal 20 detik. Melansir La Greentech, kebiasaan ini harus dilakukan karena imun si Kecil belum sekuat imun orang dewasa.

  2. Bersihkan area alas ganti popok.
    Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan sisa kotoran atau cairan yang menempel. Melansir CANR, permukaan ini perlu dilap rutin meski terlihat tidak kotor.

  3. Pisahkan pakaian bayi.
    Pakaian yang terkena kotoran dimasukkan ke dalam kantong plastik sebelum dicuci. Langkah ini dilakukan agar kuman tidak menyebar ke barang lain, apalagi barang yang sering dipegang si Kecil.

Nah, itulah pembahasan mengenai cara membuang popok bayi yang benar dan dapat Mama praktikkan di rumah setelah si Kecil buang air. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article