“Mengayun bayi memang dapat membuat tidurnya lebih nyenyak, karena gerakan tersebut mirip dengan yang dirasakannya ketika di kandungan. Meskipun demikian, tidur dalam ayunan tidak direkomendasikan,” jelas dr. Meta dalam bukunya.
Benarkah Bayi Harus Tidur Diayun dalam Ayunan agar Nyenyak?

Dijelaskan dr. Meta jika menaruh bayi dalam ayunan memang dapat membantunya merasa tenang dan mengantuk, tetapi bayi tidak harus tidur diayun agar nyenyak.
Sebaliknya, ayunan tidak direkomendasikan sebagai tempat tidur rutin karena bayi dapat kesulitan menjaga posisi kepala dan leher.
Bayi yang tertidur di ayunan sebaiknya dipindahkan ke permukaan tidur yang keras, datar, dan tidak miring saat memungkinkan.
Mengayun bayi menjadi salah satu cara yang kerap dilakukan orangtua untuk membuat si Kecil lebih tenang dan mudah tertidur. Gerakan yang lembut dan berulang memang bisa memberikan rasa nyaman bagi bayi, sehingga muncul anggapan bahwa bayi harus tidur diayun agar tidurnya lebih nyenyak.
Padahal, mengayun bayi dan membiarkannya tidur di dalam ayunan merupakan dua hal yang berbeda. Mengayun dapat membantu menenangkan bayi, tetapi ayunan bukan tempat yang direkomendasikan untuk tidur.
Hal tersebut juga dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). dalam bukunya Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja.
Berikut Popmama.com rangkum fakta selengkapnya!
Table of Content
1. Bayi tidak harus tidur diayun agar tidur nyenyak

Pexels/Julia Filirovska Ketika ditanya apa benar bayi harus diayun dalam ayunan agar tidur nyenyak? Jawabannya adalah tidak. Bayi tidak harus tidur diayun agar tidurnya nyenyak.
Menurut dr. Meta, mengayun bayi memang dapat membuat tidurnya lebih nyenyak karena gerakan tersebut mirip dengan sensasi yang dirasakan bayi ketika masih berada di dalam kandungan.
Gerakan mengayun yang lembut dan berulang dapat membantu bayi merasa nyaman dan tenang sehingga lebih mudah mengantuk. Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian bayi dapat lebih cepat tertidur ketika digendong sambil diayun atau berada dalam ayunan.
Namun, rasa nyaman tersebut bukan berarti bayi harus terus berada di dalam ayunan ketika sudah tertidur. Mengayun dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu bayi rileks, tetapi bukan menjadi syarat agar bayi mendapatkan tidur yang nyenyak.
Rekomendasi tersebut sejalan dengan American Academy of Pediatrics (AAP), yang tidak merekomendasikan ayunan sebagai tempat tidur rutin bagi bayi. AAP memasukkan ayunan ke dalam sitting devices yang tidak dirancang untuk tidur. Jika bayi tertidur di dalamnya, bayi sebaiknya dipindahkan ke tempat tidur yang sesuai sesegera mungkin ketika situasinya memungkinkan.
2. Bayi belum mampu menjaga posisi kepala dan leher dengan baik

Pexels/Liz Serafini M Lantas, mengapa bayi tidak dianjurkan tidur di dalam ayunan meskipun gerakannya dapat membuat si Kecil lebih tenang?
dr. Meta menjelaskan bahwa bayi masih memiliki kemampuan otot yang terbatas untuk mempertahankan posisi kepala dan leher, terutama ketika berada dalam posisi seperti yang terdapat pada ayunan.
“Bayi belum memiliki kekuatan otot yang cukup untuk menjaga posisi kepala dan leher tetap aman saat berada di ayunan,” tulis dr. Meta.
Hal tersebut penting diperhatikan karena bayi, khususnya yang masih sangat kecil, belum memiliki kontrol kepala dan leher yang baik. Ketika tertidur dalam posisi duduk atau setengah duduk, kepala bayi dapat terkulai ke depan atau berubah posisi sehingga berpotensi mengganggu jalan napas.
AAP juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini. Bayi di bawah usia 4 bulan umumnya masih memiliki kontrol kepala yang buruk sehingga penggunaan perangkat dengan posisi duduk untuk tidur dapat meningkatkan risiko posisi kepala yang tidak aman.
Oleh karena itu, meskipun bayi tampak tidur pulas di dalam ayunan, orangtua tetap perlu mempertimbangkan keamanan posisi tidurnya.
3. Ayunan tidak dirancang sebagai tempat tidur bayi

Pexels/Maria Camila Castaño Selain kemampuan bayi dalam menjaga posisi kepala dan leher, dr. Meta menegaskan bahwa ayunan memang bukan tempat tidur untuk bayi.
“Selain itu, ayunan tidak didesain sebagai tempat tidur. Sebenarnya, bayi dapat tidur dengan baik selama merasa nyaman, kenyang, dan tenang,” jelas dr. Meta.
Artinya, orangtua tidak perlu menjadikan ayunan sebagai tempat tidur bayi hanya karena si Kecil lebih cepat terlelap ketika diayun. Ayunan boleh digunakan untuk membantu menenangkan bayi, tetapi ketika bayi sudah tertidur, tempatkan ia di tempat tidur yang memang aman untuk tidur.
AAP merekomendasikan bayi tidur dalam posisi telentang di atas permukaan yang keras, datar, dan tidak miring, seperti kasur pada boks bayi atau bassinet yang memenuhi standar keamanan. Area tidur juga sebaiknya bebas dari bantal, selimut longgar, boneka, dan benda empuk lainnya.
Jadi, tidak perlu khawatir jika bayi tidak selalu membutuhkan ayunan untuk tertidur. Selama kebutuhan dasarnya terpenuhi dan bayi berada dalam lingkungan tidur yang nyaman serta aman, ia tetap dapat tidur dengan baik tanpa harus diayun.
Jika bayi terlanjur tertidur di ayunan, orangtua tidak perlu panik. Namun, sebaiknya bayi dipindahkan ke permukaan tidur yang aman sesegera mungkin ketika memungkinkan. Yang terpenting, jangan menjadikan ayunan sebagai tempat tidur rutin bagi bayi.





















