Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Boleh Sering Pijat ILU pada Bayi? Ini Penjelasannya

Apa Boleh Sering Pijat ILU pada Bayi? Ini Penjelasannya
Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
  • Pijat ILU membantu bayi mengeluarkan gas dan meredakan kembung. Menurut IDAI, tidak ada batasan khusus frekuensi pijat bayi; pijat ini dapat dilakukan setidaknya tiga kali sehari.

  • Waktu yang disarankan ialah saat bayi terjaga, tenang, tidak terlalu lapar atau kenyang. Hindari tepat setelah menyusu dan menjelang tidur; bisa dilakukan setelah mandi beberapa menit pascamenyusu.

  • Pijatan harus segera dihentikan bila bayi menangis, rewel, menegang, menggeliat, menjauh, atau kulit perut kemerahan dan iritasi. Lanjutkan hanya saat bayi tampak nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pijat I Love You (ILU) bisa menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu si Kecil membuang gas yang sulit dikeluarkan.

Ketika melakukan pijat bayi ini, mungkin ada satu pertanyaan yang terlintas di benak Mama, apa boleh sering pijat ILU pada bayi?

Untuk mendapatkan jawabannya, simak penjelasannya dari Popmama.com tentang apa boleh sering pijat ILU pada bayi berikut ini!

  1. Apa Boleh Sering Pijat ILU pada Bayi?

    Apa Boleh Sering Pijat ILU pada Bayi?
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Pijat ILU atau pijat I Love You merupakan salah satu pijat bayi yang membantu bayi membuang gas dan membuat perut si Kecil lebih nyaman.

    Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidak ada batasan khusus mengenai seberapa sering pijat bayi boleh dilakukan.

    IDAI turut mengatakan bahwa pijat bayi, termasuk pijat ILU, dapat dilakukan setidaknya tiga kali sehari. Terlebih, pijat ILU memiliki manfaat utama untuk membantu bayi membuang gas dan meredakan kembung sehingga dikatakan aman jika menjadi salah satu rutinitas si Kecil.

  2. Kapan Waktu yang Tepat untuk Pijat ILU pada Bayi?

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Pijat ILU pada Bayi?
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Dikutip dari Baby Centre, waktu terbaik untuk melakukan pijat ILU adalah saat bayi tidak terlalu lapar maupun terlalu kenyang. Pilih momen ketika si Kecil sedang terjaga dan tenang.

    Mama perlu ingat untuk menghindari memijat tepat setelah menyusu atau menjelang waktu tidurnya agar bayi tidak merasa terganggu dan rewel.

    Pijat ILU juga bisa menjadi salah satu rutinitas sebelum tidur yang dilakukan setelah mandi dan beberapa menit setelah menyusu.

    Pijatan lembut ILU dapat membantu bayi lebih rileks setelah beraktivitas seharian dan membuatnya tidur lebih nyenyak.

  3. Kapan Harus Berhenti Melakukan Pijat ILU pada Bayi?

    Kapan Harus Berhenti Melakukan Pijat ILU pada Bayi?
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Meski pijat ILU dilakukan dengan gerakan lembut, Mama tetap perlu memperhatikan respons si Kecil. Segera hentikan pijatan jika bayi mulai menangis, rewel, tubuhnya menegang, menggeliat, atau berusaha menjauh dari sentuhan.

    Pijat ILU juga sebaiknya dihentikan jika kulit perut bayi terlihat kemerahan atau mengalami iritasi, terutama setelah menggunakan minyak pijat.

    Untuk hal ini, Mama hanya perlu melihat sinyal dari si Kecil. Jika si Kecil terlihat nyaman, pijat bisa dilanjutkan dengan lembut, tetapi kalau mulai tidak nyaman, seperti rewel dan banyak menggeliat, Mama bisa berhenti dulu.

    Itulah penjelasan tentang apa boleh sering pijat ILU pada bayi. Meski umumnya boleh dilakukan sering dengan tujuan membuat si Kecil rileks, Mama tetap perlu memperhatikan reaksi si Kecil, segera hentikan memijat apabila si Kecil terlihat tidak nyaman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More