Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Daftar Milestone Bayi di Bawah 1 Tahun, Kenali Tahapan Perkembangannya

Daftar Milestone Bayi di Bawah 1 Tahun, Kenali Tahapan Perkembangannya
Pexels/polina-tankilevitch
  • Perkembangan bayi di bawah satu tahun mencakup motorik kasar dan halus, bahasa, sosial-emosional, serta kognitif, dengan kemampuan yang muncul bertahap melalui aktivitas sehari-hari.
  • Milestone memiliki rentang waktu berbeda pada setiap bayi dan perlu dinilai dari kondisi anak secara keseluruhan; interaksi, bermain, berbicara, dan membaca mendukung perkembangannya.
  • Konsultasikan ke dokter bila bayi mengalami keterlambatan tertentu, seperti belum tersenyum di usia 6 bulan atau belum duduk mandiri pada 9 bulan, termasuk kehilangan kemampuan yang pernah dikuasai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat bayi tumbuh dan mempelajari berbagai kemampuan baru tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi orangtua. Apalagi, perkembangan bayi di tahun pertamanya berlangsung begitu cepat.

Meski begitu, memantau perkembangan bayi juga bisa membuat orangtua merasa khawatir. Ketika si Kecil belum mencapai kemampuan tertentu sesuai perkiraan usia, Mama mungkin bertanya-tanya apakah perkembangannya berjalan dengan baik.

Padahal, setiap bayi memiliki kecepatan tumbuh dan berkembang yang berbeda-beda.

“Milestone perkembangan memiliki rentang waktu dan perlu dilihat berdasarkan kondisi anak secara keseluruhan, bukan dinilai secara terpisah," kata David B. Levine, MD, FAAP, dokter spesialis anak, melansir The Bump.

Meski setiap anak memiliki waktunya masing-masing, Mama tetap perlu mengetahui berbagai tahapan perkembangan bayi. Berikut Popmama.com telah merangkum daftar milestone bayi di bawah 1 tahun mengutip dari laman The Bump.

  1. 1. Perkembangan kemampuan motorik kasar bayi

    Perkembangan kemampuan motorik kasar bayi
    Pexels/Arina Krasnikova

    Kemampuan motorik berkaitan dengan cara bayi menggerakkan tubuhnya. Perkembangan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu motorik kasar dan motorik halus.

    Motorik kasar melibatkan otot-otot besar, seperti otot pada tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Beberapa milestone motorik kasar yang dapat berkembang selama tahun pertama bayi antara lain:

    • Mengangkat dan menahan kepala saat melakukan tummy time.
    • Menggerakkan tangan dan kaki.
    • Mampu menjaga kepala tetap stabil tanpa bantuan ketika digendong.
    • Mendorong tubuh dengan bertumpu pada siku dan lengan bawah saat tengkurap.
    • Berguling dari posisi tengkurap ke telentang.
    • Berguling dari posisi telentang ke tengkurap.
    • Mendorong tubuh dengan kedua lengan lurus saat tengkurap.
    • Bertumpu pada tangan untuk menopang tubuh ketika duduk.
    • Berusaha masuk ke posisi duduk tanpa bantuan.
    • Duduk sendiri tanpa bantuan.
    • Menarik tubuh untuk berdiri.
    • Berjalan sambil berpegangan pada furnitur atau cruising.

  2. 2. Perkembangan kemampuan motorik halus bayi

    Perkembangan kemampuan motorik halus bayi
    Pexels/Helena Lopes

    Sementara itu, motorik halus berkaitan dengan koordinasi otot-otot kecil, terutama pada tangan dan jari. Kemampuan ini akan membantu bayi melakukan berbagai aktivitas yang membutuhkan gerakan lebih terarah dan terkoordinasi.

    Untuk perkembangan motorik halus, beberapa kemampuan yang dapat muncul pada bayi meliputi:

    • Membuka telapak tangan dalam waktu singkat.
    • Memegang mainan ketika diletakkan di tangannya.
    • Menggerakkan lengan untuk memukul atau meraih mainan.
    • Membawa tangan ke mulut.
    • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.
    • Menggunakan jari untuk menarik atau menyapu makanan ke arah dirinya.
    • Minum dari cangkir tanpa penutup dengan bantuan orang dewasa yang memegangnya.
    • Mengambil benda kecil menggunakan ibu jari dan jari telunjuk atau dikenal sebagai pincer grasp.

  3. 3. Milestone bahasa dan bicara bayi di bawah satu tahun

    Milestone bahasa dan bicara bayi di bawah satu tahun
    Pexels/Vika Glitter

    Sebelum bisa mengucapkan kata dengan jelas, bayi sebenarnya sudah mulai belajar berkomunikasi sejak usia yang sangat dini. Tangisan, ocehan, suara yang dibuat sebagai respons, hingga gerakan tubuh dapat menjadi bagian dari perkembangan bahasa dan kemampuan bicaranya.

    Kemampuan tersebut biasanya berkembang secara bertahap. Beberapa milestone bahasa dan bicara bayi di bawah satu tahun antara lain:

    • Mengeluarkan suara selain menangis.
    • Memberikan respons terhadap suara yang keras.
    • Mulai mengoceh.
    • Membalas dengan suara ketika diajak berbicara.
    • Menoleh untuk mencari arah suara orangtua.
    • Bergantian membuat suara saat berinteraksi dengan orang lain.
    • Membuat suara seperti mengeluarkan gelembung atau raspberry sound.
    • Mengeluarkan suara melengking.
    • Mengoceh dengan bunyi berulang, seperti “mamamama” atau “babababa”.
    • Mengangkat tangan sebagai tanda ingin digendong.
    • Melambaikan tangan untuk mengucapkan “dadah”.
    • Memanggil orangtua dengan sebutan seperti “mama”, “papa”, atau panggilan khusus lainnya.
    • Mulai memahami arti kata “tidak”, misalnya dengan berhenti atau terdiam sesaat saat mendengarnya.

    Setiap bayi dapat menunjukkan perkembangan bahasa dalam waktu yang berbeda. Namun, interaksi sehari-hari seperti mengajak bayi berbicara, membacakan buku, atau merespons ocehannya dapat menjadi cara sederhana untuk mendukung kemampuan komunikasinya.

  4. 4. Milestone sosial dan emosional bayi

    Milestone sosial dan emosional bayi
    Pexels/Pixabay

    Perkembangan sosial dan emosional juga menjadi bagian penting dalam tahun pertama kehidupan bayi. Pada tahap ini, si Kecil mulai mengenali orang-orang terdekatnya dan menunjukkan respons terhadap perhatian maupun interaksi yang diberikan kepadanya.

    Beberapa milestone sosial dan emosional bayi meliputi:

    • Menjadi lebih tenang saat diajak bicara atau digendong.
    • Memperhatikan wajah orang lain.
    • Tampak senang ketika melihat orangtuanya.
    • Tersenyum ketika diajak bicara atau diberi senyuman.
    • Tersenyum untuk menarik perhatian.
    • Tertawa kecil ketika diajak bercanda.
    • Menatap, bergerak, atau mengeluarkan suara untuk mendapatkan maupun mempertahankan perhatian.
    • Mengenali orang-orang yang sudah familiar.
    • Senang melihat dirinya sendiri di cermin.
    • Tertawa.
    • Bersikap malu, lebih lekat dengan orangtua, atau takut ketika bertemu orang asing.
    • Menunjukkan beragam ekspresi wajah, seperti bahagia, sedih, marah, dan terkejut.
    • Menoleh atau memberikan respons ketika namanya dipanggil.
    • Bereaksi saat orangtua pergi, misalnya dengan melihat, meraih, atau menangis.
    • Tersenyum atau tertawa ketika bermain cilukba.
    • Menikmati permainan interaktif bersama orangtua.

    Pada usia tertentu, bayi kemungkinan mulai mengalami separation anxiety atau kecemasan saat berpisah dari orangtua. Kondisi ini dapat terlihat ketika bayi menangis atau berusaha meraih Mama saat Mama meninggalkannya.

    Hal tersebut bisa menjadi salah satu bagian dari perkembangan emosional karena bayi semakin mengenali orang-orang yang membuatnya merasa aman.

  5. 5. Perkembangan kognitif membantu bayi memahami dunia sekitarnya

    Perkembangan kognitif membantu bayi memahami dunia sekitarnya
    Pexels/Helena Lopes

    Kemampuan kognitif berkaitan dengan cara bayi belajar, berpikir, mengingat, serta memahami lingkungan di sekitarnya. Selama tahun pertama, bayi akan banyak belajar melalui apa yang dilihat, didengar, disentuh, dan bahkan dimasukkan ke dalam mulutnya.

    Melalui pengalaman sehari-hari, bayi mulai memahami bahwa benda tertentu dapat bergerak, jatuh, atau tetap ada meskipun tidak lagi terlihat.

    Kemampuan-kemampuan sederhana ini menjadi dasar penting bagi proses belajar si Kecil pada tahap perkembangan berikutnya.

    Beberapa milestone kognitif bayi yang dapat muncul selama usia di bawah satu tahun, yaitu:

    • Memperhatikan orangtua atau orang lain saat bergerak.
    • Menatap mainan selama beberapa detik.
    • Membuka mulut saat melihat payudara atau botol ketika sedang lapar.
    • Memperhatikan kedua tangannya dengan rasa ingin tahu.
    • Memasukkan benda ke dalam mulut sebagai cara mengeksplorasi.
    • Meraih mainan atau benda yang diinginkannya.
    • Menutup bibir sebagai tanda tidak ingin makan lagi.
    • Mencari benda yang jatuh dan tidak terlihat.

    Kemampuan mencari benda yang hilang dari pandangan menjadi salah satu tanda awal berkembangnya pemahaman tentang object permanence. Artinya, bayi mulai belajar bahwa suatu benda tetap ada meskipun untuk sementara waktu tidak dapat dilihatnya.

  6. 6. Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter anak?

    Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter anak?
    Unsplash/Omar Lopez

    Mama sebaiknya tidak ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai perkembangan si Kecil. Setiap anak memang berkembang dengan kecepatannya masing-masing, tetapi ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

    Menurut Amir Miodovnik, MD, MPH, seorang dokter spesialis anak di bidang perkembangan dan perilaku, beberapa tanda perkembangan yang perlu dikonsultasikan antara lain:

    • Belum tersenyum dan/atau kontak mata masih sangat terbatas pada usia 6 bulan.
    • Belum mampu duduk sendiri pada usia 9 bulan.
    • Belum mengoceh saat berusia 1 tahun.
    • Belum menggunakan gerakan atau gestur, seperti melambaikan tangan, pada usia 1 tahun.
    • Belum memberikan respons ketika namanya dipanggil pada usia 1 tahun.
    • Belum mampu menarik tubuh untuk berdiri pada usia 1 tahun.

    Selain itu, Mama juga perlu memperhatikan apabila bayi kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasainya. Hal ini dapat terjadi pada kemampuan motorik, bahasa, maupun penggunaan gestur dan menjadi alasan penting untuk berdiskusi dengan dokter.

    Itu dia pembahasan mengenai daftar milestone bayi di bawah 1 tahun. Sejatinya, milestone bukanlah jadwal yang harus dicapai tepat pada tanggal tertentu.

    Namun, memahami tahapan perkembangan bayi dapat membantu Mama memberikan stimulasi yang sesuai dan lebih peka terhadap perubahannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More