Bagaimana Cara agar Bayi Lancar BAB? Ini Tips Ampuhnya

- BAB bayi bervariasi dan sering kali normal. Untuk membantu kelancaran, orangtua dapat memijat perut, menggerakkan kaki seperti bersepeda, memandikan dengan air hangat, serta menyesuaikan cairan dan serat menurut usia.
- Susah BAB dapat dipicu pencernaan yang belum matang, transisi formula atau MPASI, kurang cairan, dan takaran formula tidak tepat. Tanda sembelit meliputi feses keras, mengejan berlebihan, perut kembung, serta nafsu makan menurun.
- Bayi ASI eksklusif dapat BAB jarang tanpa sembelit bila feses tetap lembek. Dokter perlu dihubungi bila belum BAB saat baru lahir, sembelit lebih dari 5–7 hari, atau disertai darah, muntah, demam, dan perut membuncit.
Melihat wajah si Kecil memerah sambil mengejan lama saat mau BAB memang bikin hati Mama ikut deg-degan. Belum lagi kalau bayi mama tiba-tiba tidak BAB selama beberapa hari, padahal biasanya rutin setiap habis menyusu.
Tenang, Ma, hampir semua orangtua pernah mengalami momen cemas seperti ini. Kabar baiknya, pola BAB bayi memang sangat bervariasi dan sebagian besar bukan tanda masalah serius.
Supaya Mama tidak bolak-balik panik sendiri, berikut Popmama.com mengulas bagaimana cara agar bayi lancar BAB? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Bagaimana Cara agar Bayi Lancar BAB?

Pexels/Sarah Chai Sebelum buru-buru khawatir, Mama bisa coba beberapa cara sederhana di rumah ini dulu untuk membantu pencernaan si Kecil bekerja lebih lancar.
1. Pijat lembut perut si Kecil
Melansir Medical News Today, Mama bisa memijat perut bayi dengan gerakan memutar searah jarum jam menggunakan ujung jari. Cara ini dipercaya membantu merangsang gerakan usus sehingga BAB bayi mama lebih lancar.
2. Gerakan kaki mengayuh sepeda
Menurut NHS UK, gerakan menekuk dan meluruskan kaki bayi seperti mengayuh sepeda saat ia berbaring bisa membantu mendorong feses bergerak di dalam usus. Lakukan dengan lembut selama beberapa menit setiap hari.
3. Mandi air hangat
Mengutip Healthline, mandi air hangat dapat membuat otot perut si Kecil lebih rileks sehingga ia tidak terlalu tegang saat mengejan. Cara ini juga sekaligus jadi momen bonding yang menenangkan buat Mama dan bayi.
4. Cukupi cairan dan serat sesuai usia
Jika bayi mama sudah berusia di atas 6 bulan, Mama bisa menawarkan sedikit air putih di antara waktu menyusu, seperti dikutip dari Medical News Today. Untuk si Kecil yang sudah MPASI, perbanyak makanan tinggi serat seperti pir, pepaya, atau brokoli yang dihaluskan.
Penyebab Bayi Susah BAB

Pexels/Anna Shvets Setelah tahu caranya, penting juga buat Mama memahami apa saja yang sebenarnya bikin bayi mama jadi susah BAB.
1. Sistem pencernaan yang masih berkembang
Melansir Healthline, saluran cerna bayi memang belum sepenuhnya matang di bulan-bulan awal kehidupannya. Wajar jika pola BAB si Kecil naik turun dan berbeda dari bayi lain.
2. Peralihan ke susu formula atau MPASI
Menurut CBHS Health, sembelit lebih sering muncul saat bayi baru mulai minum susu formula atau mengenal makanan padat. Sistem pencernaannya butuh waktu untuk beradaptasi dengan asupan baru tersebut.
3. Kurang asupan cairan
Mengutip NHS UK, kekurangan cairan pada bayi, misalnya karena bayi sedang tumbuh gigi atau tidak nyaman minum, bisa membuat feses lebih keras dan sulit dikeluarkan.
4. Takaran susu formula kurang tepat
Mengutip CBHS Health, susu formula yang terlalu kental karena salah takaran juga bisa jadi biang keladi si Kecil susah BAB. Pastikan Mama selalu mengikuti petunjuk perbandingan air dan bubuk formula di kemasan.
Bagaimana Mengetahui Bayi Mengalami Sembelit?

Pexels/Polina Smelova Nah, supaya Mama tidak salah sangka antara BAB yang jarang tapi normal dan BAB yang benar-benar bermasalah, kenali dulu tanda-tanda sembelit berikut ini.
1. Feses keras dan menggumpal
Menurut Healthline, tanda paling khas sembelit adalah feses yang keras, kering, atau berbentuk butiran-butiran kecil seperti kotoran kambing. Ini berbeda dengan feses bayi ASI yang biasanya lembek.
2. Mengejan berlebihan dan rewel
Melansir Medical News Today, bayi yang sembelit biasanya terlihat mengejan cukup lama, menangis, atau tampak kesakitan saat berusaha BAB. Wajahnya bisa memerah dan tubuhnya menegang.
3. Perut terasa keras dan nafsu makan menurun
Melansir WebMD, perut yang terasa kembung atau keras saat disentuh, disertai nafsu makan yang menurun, juga jadi tanda pencernaan si Kecil sedang terganggu.
4. Ada darah pada feses
Jika Mama melihat ada bercak darah di feses bayi mama, segera hubungi dokter. Menurut Healthline, ini bukan tanda sembelit biasa dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Apakah ASI Bisa Membantu Bayi agar Lancar BAB?

Pexels/Bill Salazar Jawabannya, iya, Ma. ASI dikenal sebagai laksatif alami karena lebih mudah dicerna dibandingkan dengan susu formula, sehingga bayi yang minum ASI eksklusif jarang mengalami sembelit sungguhan.
Melansir Healthline, tubuh bayi ASI eksklusif bisa menyerap hampir seluruh kandungan gizi dari ASI sehingga ampas yang perlu dikeluarkan pun sedikit. Karena itu, tidak aneh kalau si Kecil hanya BAB sekali dalam beberapa hari, bahkan sampai seminggu, tanpa itu berarti ia sembelit.
Dikutip dari CBHS Health, sembelit sejati justru jarang terjadi pada bayi yang murni disusui. Selama feses yang keluar tetap lembek dan bayi mama tidak rewel berlebihan saat BAB, kondisi ini termasuk normal, jadi Mama tidak perlu terlalu cemas.
Kapan Bayi Susah BAB Perlu Dibawa ke Dokter?

Pexels/Huynh Van Meski sebagian besar kasus tergolong wajar, ada beberapa situasi yang sebaiknya tidak Mama tunda dan segera dikonsultasikan ke dokter anak.
1. Bayi baru lahir sama sekali belum BAB
Melansir Healthline, bila bayi mama yang berusia di bawah 6 minggu belum BAB sama sekali, segera periksakan ke dokter karena bisa jadi tanda ada masalah pada saluran cernanya.
2. Sembelit berlangsung lebih dari 5-7 hari
Mengutip WebMD, Mama disarankan menghubungi dokter jika si Kecil sudah lebih dari 5 sampai 7 hari sembelit meski sudah dicoba berbagai cara di rumah.
3. Muncul gejala penyerta yang mengkhawatirkan
Menurut Medical News Today, segera cari bantuan medis jika bayi mama juga muntah, demam, menolak menyusu, perutnya membuncit, atau tubuhnya melengkung seperti menahan sakit.
4. Ada darah dalam feses
Ini adalah tanda yang menurut Healthline tidak boleh diabaikan. Sekecil apa pun bercak darahnya, sebaiknya Mama langsung membawa si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Nah, itulah pembahasan mengenai bagaimana cara agar bayi lancar BAB? Semoga pembahasan tadi informatif dan bermanfaat, Ma!





















