Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cara Tepat Melakukan ‘Baby Talk’ untuk Mendukung Kemampuan Bicara Bayi

Cara Tepat Melakukan ‘Baby Talk’ untuk Mendukung Kemampuan Bicara Bayi
Pexels/Helena Lopes
  • Orangtua dianjurkan mengajak bayi berkomunikasi sejak dalam kandungan karena bayi mulai mengenali suara dan intonasi yang sering didengar, sebagai stimulasi awal kemampuan bahasa.
  • Percakapan rutin bisa dilakukan lewat narasi aktivitas harian, membaca buku, lagu, dan permainan; bayi belajar menghubungkan kata dengan benda serta memahami komunikasi dari respons orangtua.
  • Baby talk efektif memakai intonasi bernada, pelafalan jelas, dan kalimat sederhana. Beri jeda agar bayi merespons, lalu sesuaikan panjang respons dengan perkembangan katanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mendengar bayi mengucapkan kata pertamanya tentu menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh banyak orangtua.

Namun, bayi umumnya baru mulai mengucapkan kata-kata ketika usianya sekitar satu tahun. Meski begitu, bukan berarti Mama perlu menunggu sampai anak bisa berbicara untuk mulai mengajaknya berkomunikasi.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa berbicara dengan bayi sejak dini dapat membantu mendukung perkembangan kemampuan bicaranya. Salah satu cara berkomunikasi dengan bayi yang dikenal dapat mendukung perkembangan bicara adalah baby talk. 

Lantas, bagaimana cara tepat melakukan baby talk untuk mendukung kemampuan bicara bayi? Berikut penjelasannya telah Popmama.com siapkan melansir The Bump.

  1. 1. Ajak bayi berbicara sejak masih berada dalam kandungan

    Ajak bayi berbicara sejak masih berada dalam kandungan
    Magnific/prostooleh

    Para ahli sepakat bahwa orangtua sebaiknya mulai berbicara dengan bayi jauh sebelum ia mampu memberikan respons melalui kata-kata. Bahkan, Mama sudah bisa mengajak calon bayi berkomunikasi sejak ia masih berada di dalam kandungan.

    Jocelyn M. Wood, seorang ahli patologi bahasa dan bicara bilingual yang berbasis di New York City, menjelaskan bahwa bayi mulai mengenali suara dan intonasi bahasa yang sering mereka dengar.

    Selain itu, bayi juga dapat memberikan respons terhadap suara maupun musik yang sudah terasa familier baginya.

    “Bayi mulai menangkap suara dan nada dari bahasa yang digunakan di rumah, serta memberikan respons terhadap suara dan musik yang sudah mereka kenal,” ujar Jocelyn M. Wood.

    Kebiasaan mengajak bayi berbicara sejak dini juga dapat menjadi awal dari terbentuknya kemampuan komunikasi. Meskipun bayi belum dapat menjawab dengan kata-kata, suara Mama tetap dapat menjadi stimulasi penting bagi perkembangan bahasanya.

  2. 2. Lakukan percakapan sederhana dengan bayi secara rutin

    Lakukan percakapan sederhana dengan bayi secara rutin
    Pexels/Jonathan Borba

    Kathy Hirsh-Pasek, profesor psikologi di Temple University sekaligus penulis How Babies Talk dan Einstein Never Used Flashcards, juga menekankan pentingnya mulai melakukan percakapan dengan bayi sejak mereka masih kecil.

    Menurutnya, kemampuan melakukan percakapan yang mulai berkembang sejak masa bayi dapat berkaitan dengan kemampuan bahasa anak pada tahap awal.

    Keterampilan komunikasi yang dibangun sejak dini bahkan dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa anak dan kemampuan mereka di sekolah pada masa mendatang. 

    Karena itu, Mama dapat mulai membiasakan diri berbicara kepada anak, meskipun respons yang diberikan masih berupa gerakan, ekspresi wajah, atau ocehan sederhana.

    Seiring pertumbuhannya, bayi juga akan mulai memperhatikan bagaimana orangtua bereaksi terhadap suara dan gerakan yang mereka lakukan.

    Dari interaksi tersebut, bayi dapat belajar bahwa tindakan dan suara yang mereka keluarkan bisa menjadi bagian dari proses komunikasi dengan orang lain.

  3. 3. Gunakan intonasi yang jelas dan bernada saat melakukan baby talk

    Gunakan intonasi yang jelas dan bernada saat melakukan baby talk
    Pexels/Kampus Production

    Sejumlah penelitian selama beberapa dekade terakhir menemukan bahwa komunikasi orangtua dengan bayi sejak dini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan suara dan kemampuan berbicara si Kecil.

    Salah satunya melalui gaya bicara Parentese, yaitu cara berbicara kepada bayi dengan intonasi yang lebih bernada dan menonjolkan pelafalan vokal.

    Menurut Wood, gaya bicara ini menggunakan nada suara yang lebih tinggi, ritme seperti bernyanyi, serta kalimat yang lebih sederhana.

    Cara tersebut dapat membantu menarik perhatian bayi terhadap suara dalam bahasa dan memudahkannya mengenali batas antara satu kata dengan kata lainnya.

    “Semua bahasa memiliki melodi dan nada yang khas, dan bayi mulai mengenali perbedaan tersebut sejak dini. Parentese memanfaatkan kemampuan ini dengan menggunakan suara bernada tinggi, seperti bernyanyi, serta bahasa yang lebih sederhana,” jelas Wood.

    Sementara itu, penelitian dari University of Washington pada 2020 menemukan bahwa bayi berusia enam bulan yang lebih sering diajak berbicara menggunakan Parentese memiliki kosakata lebih banyak saat mencapai usia 14 bulan.

    Meski terdengar sedikit berlebihan, gaya bicara seperti ini dapat membantu bayi mengenali suara dan kata yang nantinya menjadi bagian dari kosakatanya.

  4. 4. Biasakan berbicara sambil menceritakan kegiatan yang sedang dilakukan

    Biasakan berbicara sambil menceritakan kegiatan yang sedang dilakukan
    Pexels/Kampus Production

    Mama tidak perlu merasa bingung harus membicarakan apa saat bersama bayi. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menceritakan kegiatan sehari-hari yang sedang Mama dan bayi lakukan.

    Misalnya, saat mengganti popok, menyiapkan botol susu, atau berjalan-jalan, Mama dapat menjelaskan apa yang sedang terjadi.

    Mama juga bisa memasukkan kegiatan membaca buku ke dalam rutinitas bersama anak. Cobalah membacakan buku anak sambil menunjuk gambar dan menyebutkan nama benda yang terlihat.

    Dengan begitu, bayi dapat mendengarkan berbagai kata dan mulai menghubungkannya dengan benda atau hal yang ada di sekitarnya.

    “Memang terkadang sulit mengetahui apa yang harus dilakukan bersama bayi yang masih sangat kecil, tetapi orangtua bisa berfokus untuk menceritakan apa yang sedang mereka lakukan, seperti saat mengganti popok, memperhatikan hal-hal yang dilihat ketika berjalan, atau menyiapkan botol susu. Gunakan juga lagu, permainan jari, dan Parentese,” kata Wood.

    Musik dan melodi juga dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mendukung perkembangan bicara bayi. Hal ini karena area perkembangan bahasa dan musik di otak saling berkaitan.

    Mama pun dapat mengajak bayi bernyanyi sambil berbicara dan melakukan berbagai aktivitas bersama.

  5. 5. Beri bayi kesempatan untuk merespons dan gantian berbicara

    Beri bayi kesempatan untuk merespons dan gantian berbicara
    Pexels/Pixabay

    Saat bayi mulai mengoceh, Mama dapat mulai membangun percakapan dua arah dengannya.

    Bayi mungkin belum mampu mengucapkan kata-kata, tetapi ia dapat mendengar, bergerak, mengeluarkan suara, atau menunjukkan ekspresi tertentu. Semua respons tersebut bisa Mama jadikan bagian dari interaksi.

    Misalnya, saat bayi menggerakkan tangan atau mengeluarkan suara tertentu, Mama dapat menanggapinya dengan mengatakan, “Apa yang kamu bilang? Oh, iya, tadi kamu menggerakkan tanganmu!” Mama juga bisa membicarakan ekspresi lucu, gerakan, atau benda yang sedang diperhatikan si Kecil.

    “Lakukan percakapan secara bergantian. Kamu bisa berkata, ‘Apa yang kamu katakan? Oh, iya, kamu baru saja menggerakkan tanganmu!’ Hal itu bisa terjadi secara alami, seperti saat kamu bernyanyi bersama bayi,” ujar Hirsh-Pasek.

    Hal terpenting dalam komunikasi dengan bayi adalah memberikan kesempatan untuk saling bergantian merespons.

    Jangan sampai Mama terlalu mendominasi percakapan. Usahakan untuk berbicara, kemudian berhenti sejenak agar bayi memiliki waktu untuk memberikan respons melalui suara, gerakan, atau ekspresi.

    “Ketika bayi mulai lebih banyak mengoceh, kamu bisa mulai menghubungkan suara tersebut dengan kata-kata yang sebenarnya. Misalnya, saat bayi berkata ‘bababa’, kamu bisa menjawab, ‘Oh, kamu mau botol susu,’ tentu saja sesuai dengan situasi yang sedang terjadi,” jelas Wood.

    Saat bayi mulai menggunakan satu kata untuk berkomunikasi, Mama juga dapat menyesuaikan cara berbicara. Jika anak menggunakan satu kata, Mama dapat merespons dengan dua hingga tiga kata.

    Ketika bayi sudah mulai menggunakan dua kata, Mama bisa memberikan respons dengan tiga hingga empat kata. Cara ini dapat membantu bayi mendengar bentuk kalimat yang lebih panjang secara bertahap.

    Itu dia cara tepat melakukan ‘baby talk’ untuk mendukung kemampuan bicara bayi. Interaksi yang dilakukan secara responsif, bergantian, dan penuh perhatian dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung perkembangan komunikasi serta kemampuan bicara anak sejak dini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More