Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Ciri-Ciri Tortikolis pada Bayi, Perhatikan dan Segera Tangani!

4 min read
7 Ciri-Ciri Tortikolis pada Bayi, Perhatikan dan Segera Tangani!
Ilustrasi bayi tidur (freepik.com/jcomp)
  • Tortikolis adalah kondisi otot leher bayi memendek atau tegang sehingga kepala cenderung mengarah ke satu sisi; dapat bersifat bawaan lahir atau muncul selama pertumbuhan.

  • Tanda yang perlu diperhatikan meliputi kepala sulit menoleh, kesulitan menyusu dari arah tertentu, wajah dan bahu tidak simetris, serta benjolan, bengkak, atau kekakuan pada otot leher.

  • Bayi juga dapat tampak rewel saat posisi kepala diubah, sensitif terhadap sentuhan kepala, atau mengalami kedutan leher; penanganan dini diperlukan agar pertumbuhan tidak terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tortikolis pada bayi merupakan masalah kesehatan yang banyak mengancam bayi pasca bayi lahir hingga beberapa bulan awal kelahiran. Kondisi ini mengacu pada otot leher yang memendek atau menegang, sehingga leher bayi mengarah ke satu sisi saja. 

Tortikolis sendiri diklasifikasikan menjadi dua, yakni congenital torticollis (bawaan lahir) atau acquired torticollis (terjadi semasa pertumbuhan bayi). 

Kondisi ini perlu ditangani sedini mungkin agar tidak memicu masalah kesehatan jangka panjang yang memengaruhi pertumbuhan bayi. Untuk itu, orangtua perlu mengetahui bagaimana ciri-cirinya. 

Simak beberapa ciri-ciri tortikolis pada bayi yang telah Popmama.com rangkum berikut ini. Disimak, yuk, Ma!

  1. 1. Kepala menghadap ke satu sisi saja

    Kepala menghadap ke satu sisi saja
    ilustrasi bayi yang sedang tidur (magnific.com/magnific)

    Salah satu ciri utama bayi yang mengalami tortikolis adalah kepalanya cenderung menghadap ke satu sisi saja. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari posisi sejak di dalam rahim yang menekan leher di satu sisi saja dalam waktu lama.

    Terlalu sering menidurkan bayi di satu sisi saja juga dapat membuat otot leher menjadi lebih kaku, sehingga si Kecil terbiasa menghadap ke satu sisi saja.

    Mengutip dari NHS Scotland, trauma pada proses persalinan juga dapat memicu pembengkakan kecil atau jaringan parut (fibrosis) pada otot sternocleidomastoid (SCM) yang lambat laun akhirnya memendek. 

  2. 2. Sulit menyusui dari arah yang berlawanan

    Sulit menyusui dari arah yang berlawanan
    illustrasi ibu menyusui (pexels.com/Helena Lopes)

    Selanjutnya ciri bayi tortikolis menurut Cleveland Clinic adalah sulit menyusui dari arah yang berlawanan. Hal ini dikarenakan otot SCM akan tertarik secara paksa, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri. 

    Bayi kesulitan menoleh cukup jauh untuk mengarahkan mulutnya ke puting secara alami pada posisi menyusui. Kemiringan kepala akibat tortikolis mengganggu simetri rahang dan koordinasi hisap-telan, menyebabkan bayi sering terlepas dari payudara atau menyusu kurang maksimal.

  3. 3. Terdapat perbedaan fitur wajah kanan dan kiri

    Terdapat perbedaan fitur wajah kanan dan kiri
    Ilustrasi bayi mengalami Tortikolis (Cleveland Clinic)

    Tortikolis menyebabkan pemendekan otot SCM, sehingga kepala bayi selalu miring ke satu sisi dan terputar ke sisi sebelahnya. Hal ini juga telah dibuktikan oleh penelitian PubMed soal perubahan fitur wajah dan simetri rahang akibat ketegangan otot SCM.  

    Akibat ketegangan otot leher yang terus-menerus menarik rahang bawah, pertumbuhan sendi rahang bisa terpengaruh. Hal ini membuat salah satu sisi pipi tampak lebih datar, pipi lainnya terlihat lebih penuh, atau garis bibir dan rahang terlihat agak miring saat diam maupun tersenyum.

  4. 4. Salah satu sisi pundak terlihat lebih tinggi

    Salah satu sisi pundak terlihat lebih tinggi
    ilustrasi membersihkan area wajah bayi (freepik.com/jcomp)

    Tortikolis juga berpengaruh terhadap postur tubuh bayi, sebab otot SCM terhubung dari tulang dada/tulang selangka ke pangkal tengkorak di belakang telinga. Karena lehernya kaku dan miring ke satu sisi, bayi secara alami akan mengangkat bahunya di sisi yang kaku untuk mengurangi rasa tegang atau tidak nyaman pada leher. 

    Kondisi ini dapat memicu ketidakseimbangan postur pada tulang belakang bagian atas (leher dan punggung atas). Hal ini membuat seluruh bidang bahu dan dada bayi tampak asimetris atau miring saat berbaring, duduk, dan saat diangkat.

  5. 5. Terdapat benjolan kecil di otot leher

    Terdapat benjolan kecil di otot leher
    Ilustrasi bayi tidur miring ke satu sisi (Unsplash/Frankie)

    Benjolan kecil di otot leher bayi baru lahir dapat muncul akibat adanya area pembengkakan lokal dan penumpukan jaringan ikat di dalam serat otot SCM. 

    Mengutip dari Boston Children's Hospital, ciri-ciri ini dapat terjadi pada bayi dengan tortikolis bawaan lahir. Tekanan berlebih pada posisi kepala bayi yang tertekuk ekstrem saat berada di dalam kandungan dapat menjadi penyebab utama kondisi ini terjadi. 

  6. 6. Otot leher bengkak, kaku, dan terlihat tenggelam

    Otot leher bengkak, kaku, dan terlihat tenggelam
    Ilustrasi bayi mengalami Tortikolis (Web MD)

    Ciri-ciri tortikolis selanjutnya dapat dilihat dari otot leher yang terlihat tenggelam. Karena otot SCM yang memendek menghubungkan tulang dada dan tulang selangka langsung ke pangkal tengkorak di belakang telinga, tarikan otot yang kaku ini memposisikan kepala bayi terus miring ke bawah dekat dengan bahu. 

    Akibatnya, lipatan leher di sisi yang kaku menyempit dan otot tampak tertarik, menciptakan persepsi visual seolah leher bayi pendek atau tenggelam di satu sisi.

  7. 7. Sakit kepala dan tremor

    Sakit kepala dan tremor
    Ilustrasi bayi tidur miring ke satu sisi (Unsplash/Glenn M Horgan)

    Ketegangan hebat dan pemendekan otot SCM serta otot trapezius dapat menekan saraf-saraf di sekitar leher atas dan pangkal tengkorak. 

    Pada bayi, sakit kepala ini ditunjukkan lewat tanda-tanda ketidaknyamanan, seperti sering menangis tanpa sebab jelas, gelisah, sensitif terhadap sentuhan di kepala, atau rewel saat posisi kepalanya diubah.

    Ketika bayi berusaha meluruskan pandangan atau menyeimbangkan kepalanya, sistem saraf mengirimkan sinyal motorik yang belum terkoordinasi dengan sempurna, sehingga tampak seperti gerakan tremor atau kedutan singkat pada leher.

    Itu dia penjelasan mengenai ciri-ciri tortikolis pada bayi yang harus orangtua ketahui agar si Kecil dapat segera mendapat penanganan lebih lanjut.

    Semoga ciri-ciri tersebut tidak ditemukan pada bayi Mama, ya! 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More