6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menjemur Bayi

Jangan di bawah matahari yang terlalu terik ya, Ma!

24 Mei 2018

6 Hal Harus Diperhatikan Saat Menjemur Bayi
pixabay/PublicDomainPictures

Manfaat berjemur untuk bayi baru lahir dengan sinar matahari di jam-jam 7 s/d 9 pagi, tentu tidak perlu diragukan lagi manfaatnya.

Vitamin D alami yang diperoleh dari sinar matahari tersebut dipercaya mampu meningkatkan kesehatan tulang bagi sanga bayi.

Gak heran kalau para Mama rajin menjemur bayinya di pagi hari untuk mendapatkan manfaat langsung. 

Tidak cuma kesehatan tulang, sinar matahari juga dipercaya mampu merangsang pelepasan hormon endorfin yang menurunkan kadar stres pada manusia. Tapi tentu saja bukan matahari yang sedang terik-teriknya di siang bolong ya! Jadi semua usia bisa merasakan manfaat baik dari sinar matahari, bukan cuma bayi dan lansia saja.

Biasanya bayi yang baru lahir mulai dijemur setelah 1-2 hari tiba di rumah. Tapi ada juga yang mengatakan untuk tidak menjemur bayi sebelum usianya genap satu minggu.

Mana yang benar ya?

Popmama.com punya informasi menarik tentang seluk beluk menjemur bayi di bawah sinar matahari.

Perhatikan enam hal di bawah ini sebelum menjemur Si Kecil ya, Ma!

1. Tidak ada batasan usia, kecuali bayi prematur

1. Tidak ada batasan usia, kecuali bayi prematur
pixabay/smpratt90

Mama tidak perlu khawatir soal mitos yang meyebutkan larangan menjemur bayi berusia di bawah satu minggu. Bayi usia berapa pun boleh dijemur, selama ia lahir dengan kondisi normal atau tidak prematur.

Pada bayi prematur, dibutuhkan temperatur lingkungan yang stabil dengan dimasukkan dalam inkubator selama beberapa hari.

Sedangkan sinar matahari dan lingkungan di luar rumah bisa berubah-ubah temperaturnya.

Kondisi ini harus dihindari bagi bayi yang lahir prematur. 

Begitu pulang dari rumah sakit, keesokan paginya Mama sudah bisa menjemur Si Kecil. Sinar matahari justru sangat baik untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah.

Cara yang efektif untuk menghindari terpapar penyakit kuning. Karena kerja organ hati pada bayi baru lahir belum optimal.

Sehingga berpotensi terkena penyakit kuning jika kadar bilirubin dalam darah cukup tinggi.

2. Jemur dalam keadaan telanjang

2. Jemur dalam keadaan telanjang
maxpixel.freegreatpicture

Agar paparan sinar matahari merata di seluruh tubuh bayi, sebaiknya jemur ia dalam kondisi telanjang. Bisa benar-benar telanjang atau menggunakan popok saja. Jemur sambil dibolak-balik badannya agar bagian punggung dan tubuh belakang juga mendapat sinar matahari.

3. Pilih waktu yang tepat

3. Pilih waktu tepat
pxhere

Meski memiliki banyak manfaat baik, tapi jangan menjemur bayi di bawah sinar matahari terik. Ini bisa mengakibatkan kondisi hipertemia atau temperatur tubuh yang di atas normal. Pilih waktu sekitar pukul 7-9 pagi dan jemur selama 10-15 menit saja, tapi pastikan hari sedang cerah. Matahari pada kisaran waktu tersebut cukup teduh ketimbang tengah hari bolong yang sedang terik-teriknya.

Editors' Picks

4. Hindari kontak langsung dengan mata

4. Hindari kontak langsung mata
pxhere

Poin ini penting sekali untuk Mama perhatikan. Seluruh bagian tubuh bayi boleh terpapar sinar matahari langsung, kecuali mata. Intensitas cahaya yang tinggi dari sinar matahari tidak baik bagi kerja mata.

Mama bisa manfaatkan kain yang dilipat untuk menutup mata Si Kecil, atau menggunakan penutup mata khusus bayi yang kini banyak dijual di pasaran.

5. Lakukan pijatan lembut

5. Lakukan pijatan lembut
maxpixel.freegreatpicture

Sebelum menjemur bayi, Mama bisa membalurkan baby oil terlebih dahulu untuk menghindari kulit kering.

Aktivitas berjemurnya bisa diselingi dengan pijatan-pijatan lembut guna memperlancar peredaran darah dan memberi sensasi tenang.

Bisa juga memanfaatkan momen ini untuk membersihkan telinga dan hidung.

Cahaya matahari yang terang memudahkan Mama untuk melihat ke dalam lubang telingan atau hidung.

Menjemur bayi memang paling tepat dilakukan sebelum ia mandi. Jadi selepas dipijat dan dibersihkan bagian-bagian tersembunyinya, kemudian dibasuh dengan air mandi.

Setelah itu tinggal disusui dan saatnya tidur!

6. Tidak harus di luar rumah

6. Tidak harus luar rumah
maxpixel.freegreatpicture

Bagi Mama yang tinggal di kawasan padat lalu-lintas, udara di luar rumah tentu kurang sehat akibat polusi. Menjemur Si Kecil di luar rumah malah bisa membuatnya terpapar polusi udara.

Nah, untuk menyiasatinya, Mama tidak harus selalu menjemur bayi di luar rumah.

Bisa manfaatkan bagian rumah yang mendapat sinar matahari cukup dari jendela. Atau memanfaatkan pekarangan belakang dan samping yang banyak ditumbuhi pepohonan.

Sehingga udara yang ada di sekitarnya lebih segar.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!