5 Langkah Merawat Kulit Bayi agar Tetap Sehat dan Bersih

Wajib baca untuk Mama yang baru memiliki anak!

4 April 2019

5 Langkah Merawat Kulit Bayi agar Tetap Sehat Bersih
Pixabay/Kimpton_house

Kulit bayi tentu sangat berbeda kondisinya dengan kulit orang dewasa. Apalagi kulit bayi jauh lebih sensitif dan mudah terkena gangguan. Untuk itu, perawatannya harus benar-benar ekstra dan diperhatikan agar kesehatannya tetap terjaga. 

Sebagai orangtua yang baru memiliki anak, tak jarang masih ada kesalahan dan perlu banyak belajar dalam memahami permasalahan kulit bayi. 

Untuk Mama yang baru menjadi orangtua tak perlu khawatir karena Popmama.com sudah merangkum beberapa cara merawat kulit bayi tetap sehat. 

Wajib disimak agar bisa terus merawat kulit bayi dengan baik ya, Ma!

1. Hindari kulit bayi dari paparan sinar matahari 

1. Hindari kulit bayi dari paparan sinar matahari 
Pixabay.com/nguyenbaqua

Bayi baru lahir tentu memiliki kulit yang sangat sensitif apalagi bila terkena paparan sinar matahari terlalu sering. 

Jika Mama ingin membawa si Kecil keluar rumah pada siang hari, cobalah untuk selalu pastikan kulitnya tidak langsung terpapar langsung dengan sinar matahari. Kulit bayi yang kepanasan karena sinar matahari dapat memicu munculnya ruam bahkan bisa terbakar. 

Untuk meminimalisir risiko yang bisa terjadi, ada baiknya selalu mempersiapkan pakaian yang perlu digunakan si Kecil saat ke luar rumah. Pastikan untuk memakaikan baju, celana panjang, topi hingga sarung tangan serta kaos kaki bayi. 

2. Berusahalah untuk selalu mengganti popok 

2. Berusahalah selalu mengganti popok 
Pixabay/ReadyElements

Sebagai orangtua yang baru memiliki anak mungkin masih banyak belajar mengenai kebutuhan si Kecil, termasuk dalam menggunakan popok yang tepat. 

Bisa dikatakan kalau kegiatan mengganti popok cukup melelahkan karena harus sering dilakukan. Hal ini dinilai sangat penting karena dapat berdampak pada kebersihan serta kesehatan bayi. 

Perlu diketahui bahwa selalu mengganti popok dapat bermanfaat untuk menghindari bayi dari iritasi kulit. Kondisi seperti ini terjadi karena kulit bayi secara langsung bisa bersentuhan dengan urine atau kotorannya sendiri. 

Maka dari itu, pergantian popok perlu dilakukan secepat mungkin bila sudah basah atau kotor untuk menghindari ruam popok atau iritasi kulit.

Editors' Picks

3. Menjaga kulit bayi tetap lembap

3. Menjaga kulit bayi tetap lembap
Freepik/freepic.dillera

Seperti yang sudah diketahui kalau kulit bayi yang tetap dalam keadaan lembab dapat mencegah terjadinya iritasi, ruam dan gatal-gatal pada kulit. 

Jika Mama ingin selalu menjaga kulit bayi tetap lembap, ada baiknya selalu mengoleskan lotion atau produk yang ramah terhadap kulit bayi untuk menjaga kelembapannya. Berikan juga sentuhan hangat yang bisa menenangkan kulit bayi seperti membelai, memijat dan memberikan sebuah pelukan. 

Cara seperti ini dapat membuat si Kecil menjadi lebih tenang dan tidurnya terasa nyenyak.  

Baca juga: 5 Jenis Ruam yang Sering Terjadi pada Bayi dan Anak

4. Berusaha untuk tidak memandikan terlalu sering

4. Berusaha tidak memandikan terlalu sering
pixabay.com/amyelizabethquinn

Dilansir dari WebMD untuk menghindari terjadinya iritasi atau kulit kering pada bayi, usahakan tidak perlu terlalu sering dimandikan. Terlalu sering memandikannya hanya akan menghilangkan minyak alami yang dapat melindungi kulit bayi. 

Menurut US National Centre for Biotechnology Information, kulit anak masih sangat lembut dan rentan mengalami iritasi juga alergi kontak dermatitis. Dengan alasan ini, banyak dokter yang merekomendasikan untuk memandikan bayi hanya sekitar 3 kali seminggu. Terutama pada bayi usia di bawah 12 bulan ya, Ma. 

Namun, jumlahnya bisa ditambah untuk menghilangkan kotoran atau bakteri yang menempel di kulit bayi. Tergantung kondisi cuaca, kelembapan dan seberapa aktifnya si Kecil selama beraktivitas. 

Baca juga: Mama Wajib Tahu! Tips Aman Memandikan Bayi Baru Lahir

5. Pilihlah produk yang aman untuk kulit bayi

5. Pilihlah produk aman kulit bayi
Dok. Mitu Baby

Perlu diketahui kalau pemakaian bedak bayi kerap menjadi kekhawatiran tersendiri untuk para orangtua. Banyak yang tidak ingin kalau anak-anaknya berisiko mengalami gangguan pada sistem pernapasan. 

Hal ini juga didukung oleh studi yang dilakukan American Pediatric Association (APA) di tahun 2017. Studi ini merekomendasikan agar tidak menggunakan bedak tabur karena partikel bahan mineral atau talc dapat membahayakan sistem pernapasan bayi.

"Penggunaan bedak tabur memiliki risiko terhadap sistem pernapasan bayi. Partikel bedak tabur yang terbawa di udara dapat dengan mudah dihirup oleh bayi sehingga bisa mempengaruhi akses pernapasan dan kesehatan. Menghirup partikel bedak tabur secara berulang dapat menyebabkan luka pada paru-paru yang berakibat sesak napas dan batuk kronis. Bedak bayi dalam bentuk losion bisa menjadi solusi yang lebih aman bagi pernapasan bayi serta dapat merawat kulit bayi tetap sehat," jelas dr Attila Dewanti Sp.A(K) pada peluncuran Mitu Baby Liquid Powder (20/3) lalu. 

Maka dari itu dengan banyaknya inovasi terbaru, Mama perlu bijak dalam menjaga kulit bayi tetap kering, halus dan sehat. Berusahalah juga untuk menghindari produk perawatan pada kulit bayi yang mengandung bahan kimia. 

Itulah beberapa langkah yang bisa diterapkan dalam merawat kulit bayi tetap sehat dan bersih.

Semoga informasi kali ini memberikan pengetahuan baru ya, Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!