Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

2 Kategori Jenis Ruam pada Bayi, Apa Saja?

2 Kategori Jenis Ruam pada Bayi, Apa Saja?
Pexels/Luis Becerra Fotógrafo
  • Ruam bayi tanpa demam atau gatal umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang sendiri, termasuk erythema toxicum neonatorum, jerawat bayi, serta ruam popok akibat iritasi.

  • Ruam yang disertai demam dan gatal dapat terkait infeksi virus, seperti cacar air dengan lepuhan berisi cairan atau flu Singapura pada tangan, kaki, dan mulut.

  • Bayi perlu segera diperiksakan jika ruam menyebar, demam tinggi menetap, bengkak, sangat rewel atau lemas, sulit bernapas, maupun ruam tidak membaik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ruam pada bayi bisa muncul karena berbagai kondisi, seperti iritasi atau infeksi. Salah satu hal yang bisa diperhatikan adalah gejala yang menyertainya.

Ada ruam yang muncul tanpa demam atau gatal, tetapi ada juga yang disertai keduanya.

Lantas, apa saja kondisi yang termasuk dalam dua kategori tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel Popmama.com tentang 2 kategori jenis ruam pada bayi berikut ini.

  1. 1. Ruam tanpa demam atau gatal

    Ruam tanpa demam atau gatal
    Theasianparent.com

    Ruam pada bayi yang muncul tanpa disertai gatal atau demam umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Kondisi ini muncul akibat iritasi atau reaksi tubuh terhadap infeksi virus tertentu.

    Berikut adalah beberapa kondisi ruam tanpa demam atau gatal yang umum ditemukan pada bayi.

    • Erythema Toxicum Neonatorum (ETN)
      Melansir dari Raising Children Network, erythema toxicum neonatorum (ETN) adalah ruam kulit yang umum yang biasanya muncul 1-3 hari setelah bayi lahir dan tidak berbahaya pada bayi baru lahir.

    • Jerawat bayi (baby acne)
      Jerawat bayi ditandai dengan bintik atau benjolan kecil berwarna merah atau putih yang biasanya muncul di wajah si Kecil. Dilansir Healthline, kondisi ini umum terjadi pada beberapa bulan pertama dan umumnya akan hilang sendiri tanpa pengobatan.

    • Ruam popok
      Ruam popok merupakan iritasi atau peradangan pada kulit yang tertutup popok, seperti bokong, selangkangan, hingga area sekitar alat kelamin yang ditandai dengan kulit kemerahan, bintik-bintik merah, kulit kering atau mengelupas.

  2. 2. Ruam disertai demam dan gatal

    Ruam disertai demam dan gatal
    Honestdocs.id

    Ruam gatal yang muncul bersamaan dengan demam pada bayi bisa menjadi tanda adanya infeksi, termasuk infeksi virus yang cukup umum.

    Berikut adalah beberapa kondisi ruam disertai demam dan gatal yang umum ditemukan pada bayi.

    • Cacar air (chickenpox)
      Melansir Baby Center, meski cacar air jarang terjadi pada bayi, cacar air biasanya menimbulkan gejala yang lebih ringan, seperti demam dan ruam merah yang gatal. Ruam tersebut kemudian dapat berubah menjadi lepuhan berisi cairan sebelum mengering menjadi koreng.

    • Hand, foot, mouth disease
      Dikutip dari What to Expect, hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau dikenal juga dengan flu Singapura merupakan infeksi yang cukup sering menyerang bayi dan anak di bawah usia 5 tahun yang ditandai dengan demam dan muncul ruam merah, benjolan, atau lepuhan di telapak tangan, telapak kaki, dan bagian dalam mulut.

  3. Kapan Perlu Diperiksakan ke Dokter?

    Kapan Perlu Diperiksakan ke Dokter?
    Magnific/pressfoto

    Segera periksakan ke dokter jika ruam justru menyebar, disertai demam tinggi yang tak kunjung turun, bengkak, bayi tampak sangat rewel atau lemas, sulit bernapas, atau ruam tidak kunjung membaik.

    Itu dia 2 kategori jenis ruam pada bayi. Semoga informasi ini bisa membantu Mama lebih mudah mengenali jenis ruam yang muncul pada kulit bayi untuk mengambil tindakan penanganan yang tepat jika muncul ruam di kemudian hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More