“Bayi sehat bukan dilihat dari gemuk atau tidak. Tapi dari pola pertumbuhannya,” ujar dr. Hans.
Bayi Sehat Bukan Dilihat dari Gemuk, tapi dari Pola Pertumbuhan

- Dokter menegaskan bayi sehat tidak ditentukan oleh tubuh gemuk, melainkan pola pertumbuhan yang sesuai usia dan kenaikan berat badan yang dipantau rutin.
- Pemantauan pertumbuhan memakai kurva WHO meliputi berat, panjang atau tinggi, proporsi berat badan, IMT, dan lingkar kepala untuk mendeteksi berbagai risiko.
- Ciri bayi sehat mencakup pertumbuhan stabil, perkembangan motorik dan interaksi, serta rasa ingin tahu; kesehatan didukung ASI, MPASI, imunisasi, tidur cukup, dan kebersihan.
Saat merawat bayi, tak jarang orangtua mendengar berbagai anggapan mengenai kesehatannya. Salah satunya, banyak orang yang menganggap bahwa bayi yang memiliki tubuh gemuk merupakan bayi yang paling sehat.
Padahal, faktanya belum tentu demikian. Dokter Spesialis Anak, dr. Hans Natanael, Sp.A, BCCS, CIMI, CBATR, C.HydroT. dalam akun Instagram pribadinya @drhans_spesialisanak memberikan informasi mengenai persoalan ini. Ia menjelaskan bahwa bayi sehat bukan dilihat dari gemuk, tapi dari pola pertumbuhan.
Penjelasan lebih lengkapnya sudah Popmama.com rangkum berikut ini.
Bayi Sehat bukan Dilihat dari Gemuk, tapi dari Pola Pertumbuhan

Magnific Mama, faktanya anak yang sehat itu tidak harus selalu terlihat gemuk atau berisi. dr. Hans mengatakan bahwa bayi yang sehat bukan dilihat dari tipe tubuhnya.
Secara medis, bayi yang sehat dinilai dari grafik pertumbuhan berdasarkan usianya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana berat badan bayi bertambah dari waktu ke waktu. Pada usia 0–6 bulan, berat badan bayi umumnya akan bertambah sekitar 150–200 gram setiap minggu.
Misalnya, bayi dengan berat 4 kilogram dapat mengalami kenaikan berat badan secara bertahap hingga sekitar 600 gram dalam sebulan. Meski begitu, pertumbuhan setiap bayi bisa berbeda. Yang penting, berat badan bayi terus bertambah dan pertumbuhannya mengikuti pola yang sesuai dengan usianya.
“Pastikan berat badan bayi dipantau secara rutin untuk melihat apakah pertumbuhannya sudah sesuai,” kata dr. Hans.
Indikator Utama pada Kurva Pertumbuhan Bayi

Pexels/Emma Bauso Menurut World Health Organization (WHO), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memantau pertumbuhan bayi yang stabil. Beberapa indikator utama pada kurva pertumbuhan bayi yang perlu diketahui orangtua di antaranya seperti:
- Berat Badan menurut Umur (BB/U). Indikator ini digunakan untuk menilai apakah berat badan bayi sudah sesuai dengan usianya. Kurva BB/U dapat membantu memantau perubahan berat badan dalam waktu singkat, misalnya saat bayi mengalami sakit. Namun, indikator ini tidak dapat menunjukkan apakah bayi memiliki tubuh pendek atau tinggi dan kurus.
- Panjang/Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U). Indikator ini menggambarkan pertumbuhan panjang atau tinggi badan bayi kurva ini dapat membantu mendeteksi masalah gizi kronis (jangka panjang) yang berisiko menyebabkan stunting.
- Berat Badan menurut Panjang/Tinggi Badan (BB/PB atau BB/TB). Merupakan indikator penting karena menilai proporsi tubuh tanpa tergantung pada usianya. Kurva ini dapat membantu melihat apakah status gizi anak seimbang, mengalami wasting (gizi buruk/kurus), atau justru kelebihan berat badan (overweight) hingga obesitas.
- Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). IMT/U dapat membantu mendeteksi risiko obesitas atau kondisi tubuh yang terlalu kurus sejak awal, terutama saat bayi mulai beranjak besar.
- Lingkar Kepala menurut Umur. Meski bukan menjadi prioritas utama, lingkar kepala bayi juga harus dipantau untuk mengetahui pertumbuhan otak, mendeteksi mikrosefali (kepala terlalu kecil), atau makrosefali dan hidrosefalus (kepala membesar dengan tidak normal).
Tidak Harus Gemuk, Ini Ciri-ciri Bayi yang Sehat

Pexels/Nelly Aran Bayi tidak perlu terlihat gemuk untuk memiliki tubuh yang sehat. Justru beberapa ciri-ciri berikut bisa menunjukkan bahwa bayi memiliki tubuh yang sehat.
- Kenaikan berat badan yang stabil. Hal ini membuktikan bahwa bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
- Mampu menopang berat badannya sendiri. Biasanya, bayi yang berusia 1 bulan sudah bisa menahan kepalanya sendiri meski hanya sebentar. Kemudian di usia 3 bulan, bayi sudah bisa menopang kepala serta berat badannya sendiri.
- Merasa tenang ketika berada di dekat orangtuanya. Sering menangis merupakan cara bayi yang baru lahir untuk berkomunikasi. Orangtua bisa memberikan sentuhan lembut atau mengajaknya berbicara. Ketika bayi merasa nyaman di dekat orangtuanya, hal ini bisa mengindikasikan bahwa bayi berada dalam kondisi yang sehat, karena perkembangan emosionalnya berjalan dengan baik.
- Mampu berinteraksi dengan orang sekitar. Umumnya, bayi sudah bisa berinteraksi dengan orang lain sejak berusia 1–2 bulan dengan melakukan kontak mata dan tersenyum ketika diajak bercanda atau berbicara. Memasuki usia 4 bulan, bayi biasanya mulai tertawa ketika diajak bercanda. Respons tersebut menunjukkan bahwa bayi berada dalam kondisi yang sehat karena ia mulai mengenali dan merespons lingkungan di sekitarnya.
- Merasa tertarik dengan sekelilingnya. Memasuki usia 2 bulan, bayi umumnya mulai tertarik dengan berbagai hal di sekitarnya, seperti warna cerah, wajah dan gerakan orang lain, atau benda yang bergerak. Hal ini menunjukkan perkembangan fungsi mata dan otaknya. Pada usia 3 bulan, kemampuan motoriknya juga mulai berkembang, salah satunya dengan mulai mencoba meraih benda yang menarik perhatiannya. Dan hal ini juga merupakan ciri-ciri bayi yang sehat.
Cara Mendukung Kesehatan Bayi

Magnific/Jcomp Mama juga bisa melakukan beberapa hal untuk mendukung kesehatan si Kecil agar tetap optimal, seperti:
- Memberikan ASI eksklusif hingga si Kecil berusia 6 bulan. Hal ini juga bisa diteruskan hingga usianya mencapai 2 tahun untuk meningkatkan daaya tahan tubuhnya.
- Memberikan makanan pendamping asi (MPASI) setelah si Kecil genap berusia 6 bulan.
- Memastikan si Kecil mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter.
- Memastikan waktu tidur yang cukup sesuai usia si Kecil untuk keoptimalan perkembangan mental dan fisiknya.
- Memandikan si Kecil secara rutin agar tubuhnya bersih dan terhindar dari kuman dan infeksi.
Itu penjelasan soal bayi sehat bukan dilihat dari gemuk, tapi dari pola pertumbuhan. Semoga informasi ini bisa jadi wawasan baru untuk orangtua.





















