Penyebab Bayi Rewel setiap Mau Tidur dan Cara Mengatasinya

- Bayi bisa rewel sebelum tidur karena kelelahan, stimulasi berlebihan, rasa lapar saat growth spurt, gangguan pencernaan, ritme sirkadian belum stabil, atau kecemasan saat berpisah dari Mama.
- Mama disarankan mengenali tanda kantuk awal, menciptakan suasana tenang menjelang tidur, serta menjaga rutinitas agar bayi lebih mudah menyesuaikan waktu istirahatnya.
- Metode 5S—Swaddle, Side/Stomach, Shush, Swing, dan Suck—dapat membantu menenangkan bayi dengan memberikan rasa aman dan nyaman hingga ia tertidur lelap.
Bayi rewel setiap mau tidur serin gkali membuat Mama merasa bingung sekaligus khawatir saat jam istirahat tiba.
Meskipun si Kecil terlihat sudah sangat mengantuk, tangisan yang pecah justru membuatnya sulit untuk memejamkan mata dengan tenang.
Memahami alasan di balik kegelisahan ini sangat penting agar Mama bisa memberikan penanganan yang tepat tanpa rasa stres berlebih.
Simak rangkuman Popmama.com mengenai penyebab bayi rewel setiap mau tidur, agar agar Mama semakin tenang mendampingi masa transisi tidurnya.
1. Bayi sudah terlalu capek atau overtired

Kondisi overtired terjadi ketika bayi melewati jendela tidurnya atau wake window sehingga tubuhnya memproduksi hormon kortisol dan adrenalin yang membuatnya sulit rileks.
Alih-alih langsung tertidur, si Kecil justru akan menunjukkan reaksi gelisah, gerakan tubuh yang kaku, hingga tangisan yang sulit diredam.
Pastikan Mama lebih peka memerhatikan tanda kantuk awal pada si Kecil seperti menggosok mata agar ia tidak terlanjur kelelahan.
2. Stimulasi berlebihan dari lingkungan sekitar

Bayi memiliki sistem saraf yang masih berkembang, sehingga paparan cahaya terang atau suara bising bisa membuatnya merasa overstimulated.
Gangguan ini menyebabkan otak si Kecil sulit berpindah dari mode bermain ke mode istirahat, yang akhirnya memicu tangisan sebagai bentuk protes.
Mama perlu menciptakan suasana yang redup dan tenang setidaknya 30 menit sebelum jadwal tidurnya tiba.
3. Fase growth spurt yang menguras energi

Pada fase pertumbuhan pesat atau growth spurt, metabolisme si Kecil bekerja lebih keras sehingga ia cenderung merasa lebih lapar dan haus dari biasanya.
Kebutuhan untuk menyusu lebih sering (cluster feeding) sering kali berbarengan dengan jam tidurnya, sehingga ia akan rewel jika belum merasa kenyang maksimal.
Berikan pelukan ekstra dan susui si Kecil sesuai permintaannya untuk memberikan rasa aman selama fase ini.
4. Mengalami masalah perut kembung atau kolik

Gangguan pencernaan seperti gas yang terperangkap dalam perut sering kali mencapai puncaknya di sore atau malam hari, yang dikenal dengan istilah kolik.
Rasa tidak nyaman ini membuat bayi menarik kakinya ke arah perut dan menangis kencang dengan wajah kemerahan saat hendak dibaringkan.
Mama bisa memberikan pijatan lembut atau membantu si Kecil bersendawa setelah menyusu untuk meminimalisir drama sebelum tidur.
5. Belum mengenal ritme sirkadian dengan baik

Bayi yang baru lahir hingga usia beberapa bulan umumnya belum memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang teratur layaknya orang dewasa.
Ia belum bisa membedakan kapan waktu untuk beraktivitas intens dan kapan waktu untuk mengistirahatkan tubuh secara total di malam hari.
Konsistensi Mama dalam membangun rutinitas tidur yang tetap akan sangat membantu si Kecil mengenali sinyal istirahatnya.
6. Adanya separation anxiety yang mulai muncul

Meski masih sangat muda, beberapa bayi mulai merasakan kecemasan saat menyadari adanya jarak fisik antara dirinya dengan sang Mama.
Menangis saat akan ditaruh di tempat tidur adalah cara mereka berkomunikasi bahwa mereka masih membutuhkan kehangatan dan detak jantung Mama di dekatnya.
Memberikan kontak skin-to-skin sebelum tidur bisa menjadi cara ampuh untuk menurunkan tingkat kecemasan si Kecil.
Tips Menenangkan si Kecil dengan Metode 5S yang Ampuh

Mama bisa mencoba metode 5S yang populer ini untuk menidurkan si Kecil dengan lebih efektif dan minim drama.
1. Swaddle (Membedong)
Membedong bayi dengan kain yang nyaman dapat memberikan sensasi hangat seperti saat ia masih berada di dalam rahim.
Pastikan bedongan tidak terlalu ketat agar si Kecil tetap bisa bernapas dengan leluasa dan merasa aman.
2. Side or Stomach (Posisi Miring)
Meletakkan bayi secara miring atau tengkurap di lengan Mama saat menimang dapat membantu menenangkan sistem sarafnya.
Namun, ingatlah untuk selalu memindahkan si Kecil ke posisi telentang saat ia sudah benar-benar tertidur di kasur.
3. Shush
Suara bisikan lembut seperti “hus-hus-hus” yang menyerupai white noise dapat membantu mengalihkan perhatian bayi dari tangisannya sendiri.
Suara ini menciptakan suasana familiar yang menenangkan karena mirip dengan suara aliran darah yang ia dengar di dalam kandungan.
4. Swing (Ayunan Lembut)
Gerakan ayunan yang ritmis dan lembut dapat membantu organ keseimbangan bayi memberikan sinyal rileks ke otaknya.
Lakukan gerakan ini secara perlahan dan pastikan kepala serta leher si Kecil tertopang dengan sempurna di pelukan Mama.
5. Suck (Menghisap)
Memberikan sesuatu untuk diisap, baik melalui puting susu atau empeng, terbukti efektif menurunkan detak jantung bayi yang sedang gelisah.
Aktivitas mengisap ini memicu pelepasan hormon kebahagiaan yang membuatnya jauh lebih cepat terlelap.
Itu tadi penyebab bayi rewel setiap mau tidur dan cara mengatasinya. Memahami penyebab bayi rewel setiap mau tidur adalah langkah awal bagi Mama untuk menciptakan kualitas istirahat yang lebih baik bagi seluruh keluarga.
Meskipun terkadang melelahkan, ingatlah bahwa fase ini adalah bagian dari proses adaptasi si Kecil yang luar biasa terhadap dunia barunya. Kehadiran serta pelukan hangat Mama adalah kenyamanan terbaik dan obat paling mujarab bagi si Kecil!
Semangat terus, Mama!


















