Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Bibir Bayi Putih, Kenali Blister atau Bibir Melepuh
Pexels.com/Daniel Duarte
  • Bibir bayi yang tampak putih dapat berupa blister akibat gesekan berulang saat menyusu, bahkan bisa muncul sejak lahir karena kebiasaan mengisap jari atau tangan dalam kandungan.

  • Lepuhan juga dapat dipicu cold sore akibat HSV-1, reaksi alergi dari produk atau makanan, serta impetigo bakteri yang dapat pecah, mengeluarkan cairan, dan membentuk kerak.

  • Oral thrush menyebabkan bercak putih seperti susu atau keju cottage di bibir dan mulut, yang bisa membuat bayi tidak nyaman saat menyusu atau menelan; periksakan bila tak membaik atau ada keluhan lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bibir bayi bisa terlihat putih karena sering mengisap saat minum susu, jadi ada lepuh kecil. Bisa juga karena virus herpes, alergi, kuman kulit, atau jamur di mulut. Jamur bisa ada di lidah dan pipi juga. Kalau tidak membaik atau bayi sakit, Mama perlu membawa bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat melihat bibir si Kecil tampak berwarna putih, Mama mungkin bertanya-tanya apakah kondisi tersebut normal atau perlu dikhawatirkan.

Warna putih pada bibir bayi bisa menjadi tanda adanya blister atau lepuhan, yaitu benjolan kecil pada kulit yang dapat berisi cairan. Melihat kondisi seperti ini tentu bisa membuat Mama khawatir.

Agar tidak salah mengenali kondisinya, penting bagi Mama untuk mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan blister pada bibir bayi. Berikut penjelasannya yang sudah Popmama.com rangkum melansir dari WebMD.

1. Aktivitas menyusu

Pexels.com/Burst

Gerakan mengisap saat bayi menyusu dapat menyebabkan munculnya lepuhan pada bagian dalam bibir. Aktivitas tersebut membuat kulit pada bibir mengalami penebalan atau kalus akibat gesekan yang berulang.

Pada beberapa bayi, blister bahkan sudah terlihat sejak lahir. Kondisi ini bisa terjadi karena si Kecil terbiasa mengisap jari atau tangan saat masih berada di dalam kandungan.

2. Cold sore akibat virus herpes

Pexels.com/Jonathan Borba

Blister pada bibir bayi juga dapat muncul akibat cold sore atau lepuhan yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1).

Mama yang sedang mengalami luka herpes aktif sebaiknya menutup luka dan menghindari mencium si Kecil. Pasalnya, virus dapat menular kepada bayi dan infeksi herpes bisa berbahaya, terutama pada bayi baru lahir.

3. Reaksi alergi

Pexels.com/Waskyria Miranda

Blister pada bibir bayi terkadang menjadi salah satu bentuk reaksi alergi. Kondisi ini dapat dipicu oleh kandungan dalam losion, krim, atau lip balm yang digunakan pada atau di sekitar bibir.

Jika blister muncul setelah bayi mulai mengonsumsi makanan tertentu, kondisi tersebut juga bisa berkaitan dengan alergi makanan.

4. Impetigo

Pexels.com/Jonathan Borba

Impetigo merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus atau Streptococcus. Infeksi ini dapat menyebabkan blister pada bibir dan area sekitar mulut bayi.

Blister dapat pecah dan mengeluarkan cairan, kemudian meninggalkan kerak pada kulit. Pada beberapa kasus, impetigo juga dapat terlihat sebagai lepuhan bening berukuran lebih besar yang berisi cairan.

5. Oral thrush atau infeksi jamur

Pexels.com/juliane Monari

Oral thrush atau infeksi jamur di dalam mulut juga dapat menyebabkan munculnya bercak putih yang terlihat seperti blister pada bibir bayi.

Bercak putih tersebut biasanya tidak hanya muncul di bibir, tetapi juga dapat ditemukan pada lidah, bagian dalam pipi, dan langit-langit mulut.

Tampilannya menyerupai susu atau keju cottage dan bisa membuat bayi merasa sakit atau tidak nyaman saat menyusu maupun menelan. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan jamur yang berlebihan.

Itu dia beberapa penyebab bibir bayi tampak putih. Jika tak kunjung membaik atau disertai keluhan lain, segera periksakan si Kecil ke dokter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article