- Tummy time untuk memperkuat otot leher dan tubuh bagian atas
- Sering melakukan kontak mata agar si Kecil belajar mengontrol gerakan kepala
- Mengajak bergerak mengikuti musik untuk melatih koordinasi tubuh
- Memberikan mainan untuk digapai agar melatih motorik halus
- Menggunakan cermin untuk merangsang gerakan tubuh saat melihat refleksi
- Bermain cilukba yang membantu melatih kekuatan tangan dan respons tubuh
- Memperkenalkan warna-warna cerah untuk merangsang koordinasi mata dan tangan
- Mengajak melihat lingkungan berbeda agar si Kecil belajar menyeimbangkan tubuhnya
Perkembangan Motorik Bayi Sesuai Tahapan Usia, Ini Jadwalnya!

Perkembangan motorik bayi terbagi menjadi motorik kasar dan halus, yang berkembang sebagai dasar kemampuan gerak dan koordinasi tubuh.
Setiap tahap usia memiliki pencapaian berbeda, mulai dari berbaring, mengangkat kepala, duduk, merangkak, berdiri dengan bantuan, hingga akhirnya mampu berdiri dan berjalan sendiri.
Stimulasi seperti tummy time, bermain cilukba, serta penggunaan mainan dan cermin membantu melatih otot bayi.
Perkembangan motorik bayi merupakan salah satu hal penting yang perlu Mama perhatikan sejak si Kecil lahir. Setiap bulan, kemampuan si Kecil akan terus berkembang, mulai dari sekadar berbaring hingga akhirnya bisa berdiri sendiri.
Meski setiap bayi memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda, memahami jadwal perkembangan motorik sesuai usia bisa membantu Mama memantau apakah si Kecil berada di jalur yang tepat.
Yuk, simak artikel ini untuk tahu jadwal perkembangan motorik bayi sesuai tahapan usia, yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini!
Apa Itu Keterampilan Motorik?

Keterampilan motorik adalah kemampuan si Kecil dalam menggerakkan bagian tubuhnya, seperti kepala, tangan, kaki, hingga jari-jari. Kemampuan ini sangat penting karena menjadi dasar bagi aktivitas sehari-hari di masa depan.
Dilansir dari laman BBC, motorik terbagi menjadi dua jenis. Pertama, motorik kasar yang melibatkan otot besar, seperti saat si Kecil mengangkat kepala, merangkak, atau berjalan. Kedua, motorik halus yang berkaitan dengan otot kecil, misalnya saat bayi mulai menggenggam atau meraih benda.
Kedua jenis motorik ini akan berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia si Kecil.
Jadwal Perkembangan Motorik Bayi Usia 0–13 Bulan

Berikut jadwal perkembangan motorik si Kecil yang bisa Mama jadikan panduan.
Usia 1 Bulan: Mulai Berbaring
Di usia ini, si Kecil sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berbaring. Meski terlihat sederhana, fase ini penting untuk adaptasi tubuh bayi terhadap lingkungan luar.
Usia 2 Bulan: Berbaring dan Mulai Mengangkat Kepala
Memasuki usia 2 bulan, si Kecil mulai menunjukkan kemampuan mengangkat kepala meski masih sebentar. Ini menjadi tanda bahwa otot lehernya mulai berkembang. Mama bisa membantu melatihnya dengan tummy time secara rutin.
Usia 3 Bulan: Berbaring Tengkurap dan Mengangkat Dada
Si Kecil sudah mulai nyaman berada dalam posisi tengkurap. Ia juga mulai bisa mengangkat dada dengan bertumpu pada lengannya. Kemampuan ini menandakan bahwa otot tubuh bagian atas semakin kuat.
Usia 4–6 Bulan: Belajar Duduk dengan Sanggahan
Pada rentang usia ini, si Kecil mulai belajar duduk meski masih membutuhkan bantuan atau sandaran. Biasanya ia akan mencoba menopang tubuhnya dengan tangan. Mama bisa membantu dengan memberikan bantal penyangga atau mendudukkan si Kecil di pangkuan.
Usia 7–8 bulan: Sudah Bisa Duduk Sendiri
Si Kecil umumnya sudah bisa duduk tanpa bantuan. Ia juga mulai lebih aktif menjelajahi lingkungan sekitar dari posisi duduk. Kemampuan duduk mandiri ini menunjukkan bahwa keseimbangan dan kekuatan ototnya semakin baik.
Usia 8–9 bulan: Mulai Merangkak
Bayi mulai belajar merangkak sebagai cara untuk berpindah tempat. Ia akan menggunakan tangan dan lutut untuk bergerak maju. Merangkak membantu melatih koordinasi antara tangan dan kaki.
Usia 9–10 Bulan: Berdiri dengan Berpegangan
Pada usia ini, si Kecil mulai mencoba berdiri dengan berpegangan pada benda di sekitarnya, seperti meja atau sofa. Ini menjadi tanda bahwa kekuatan otot kaki dan keseimbangannya semakin berkembang.
Usia 11 bulan: Mulai Berjalan dengan Dituntun
Si Kecil mulai berani melangkah meski masih membutuhkan bantuan. Biasanya ia akan berjalan sambil berpegangan pada tangan Mama atau benda lain. Tahap ini menjadi momen penting karena si Kecil mulai belajar keseimbangan saat berjalan.
Usia 12–13 Bulan: Berdiri Sendiri
Bayi sudah mulai mampu berdiri sendiri tanpa bantuan. Ia juga mungkin mulai mencoba melangkah secara mandiri. Kemampuan ini menunjukkan bahwa koordinasi dan kekuatan ototnya sudah semakin matang.
Tips Melatih Motorik Bayi

Agar perkembangan motorik si Kecil semakin optimal, Mama bisa memberikan stimulasi sederhana di rumah, seperti:
Dengan stimulasi yang tepat, perkembangan motorik si Kecil bisa berjalan lebih maksimal, Ma.
Bagaimana jika Ada Tanda Keterlambatan Perkembangan Motorik pada Bayi?

Meski setiap bayi berkembang dengan kecepatannya masing-masing, Mama tetap perlu waspada jika ada tanda keterlambatan. Beberapa faktor seperti kondisi medis, prematuritas, atau faktor genetik bisa memengaruhi perkembangan motorik si Kecil.
Sebagai contoh, jika si Kecil belum mampu duduk sendiri saat mendekati usia 9 bulan, Mama sebaiknya mulai berkonsultasi dengan dokter tumbuh kembang. Pemeriksaan sejak dini bisa membantu mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.
Dengan pemantauan yang baik, Mama bisa memastikan si Kecil tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.
Nah, itulah tadi jadwal perkembangan motorik bayi sesuai tahapan usia, mulai dari 0 sampai 13 bulan. semoga informasi ini bermanfaat, Ma.
FAQ Seputar Perkembangan Motorik Bayi
| Kapan si Kecil mulai mengembangkan motorik? | Perkembangan motorik sudah dimulai sejak lahir. Bahkan sejak usia 1 bulan, si Kecil mulai menunjukkan kemampuan dasar seperti berbaring dan menggerakkan tubuhnya secara refleks. |
| Apakah normal jika perkembangan motorik bayi berbeda? | Ya, sangat normal, Ma. Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, tergantung pada faktor genetik, stimulasi, dan kondisi kesehatan masing-masing. |
| Bagaimana cara menstimulasi motorik bayi di rumah? | Mama bisa melakukan tummy time, mengajak si Kecil bermain, memberi mainan untuk diraih, hingga mengajaknya bergerak mengikuti musik agar motoriknya terlatih. |
| Kapan Mama harus khawatir dengan perkembangan motorik bayi? | Jika si Kecil belum mencapai tahapan tertentu, seperti belum bisa duduk di usia 9 bulan atau belum berdiri di usia 12 bulan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. |


















