Diare tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada bayi. Kondisi ini ditandai dengan perubahan tekstur feses yang menjadi lebih cair serta frekuensi buang air besar yang meningkat lebih dari tiga kali dalam sehari. Pada bayi, diare dapat terjadi akibat gangguan penyerapan di usus maupun infeksi saluran cerna yang membuat dinding usus mengeluarkan lebih banyak cairan.
Apakah Susu Bayi Bisa Menyebabkan Diare? Ini Penjelasannya

Susu formula bisa memicu diare pada bayi karena intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, atau penyajian yang kurang higienis.
Gejala diare akibat susu formula meliputi feses cair, perut kembung, ruam kulit, hingga feses berdarah tergantung penyebabnya.
Penanganan dilakukan dengan konsultasi dokter dan mengganti jenis susu.
Kondisi ini tentu membuat Mama khawatir, apalagi jika si Kecil masih berada dalam masa menyusui dan belum mengonsumsi banyak makanan. Kekhawatiran biasanya semakin besar ketika bayi mengonsumsi susu formula untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya karena kondisi tertentu.
Lantas apakah susu bayi bisa menyebabkan diare? ini penjelasannya yang telah Popmama.com siapkan. Yuk, simak!
Table of Content
Apakah Susu Bayi Bisa Menyebabkan Diare?

Pada beberapa kondisi, susu formula memang dapat menjadi salah satu penyebab diare pada bayi. Hal ini biasanya terjadi karena sistem pencernaan si Kecil belum mampu menerima atau mencerna kandungan tertentu di dalam susu dengan baik.
Berikut beberapa penyebab diare pada bayi setelah mengonsumsi susu formula:
Intoleransi laktosa
Laktosa merupakan jenis karbohidrat utama yang terdapat dalam ASI maupun susu formula berbahan dasar susu sapi. Tidak semua bayi memiliki kemampuan mencerna laktosa secara optimal. Ketika tubuh bayi kesulitan memecah laktosa, saluran cerna dapat mengalami gangguan seperti diare.
Pada beberapa bayi, feses juga bisa berbau lebih asam dari biasanya. Kondisi ini terjadi karena laktosa yang tidak tercerna dengan baik akan difermentasi di dalam usus sehingga memicu penumpukan gas dan menarik lebih banyak cairan ke saluran pencernaan.
Alergi protein susu sapi
Selain intoleransi laktosa, diare pada bayi yang mengonsumsi susu formula juga bisa disebabkan oleh alergi protein susu sapi. Reaksi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bayi menganggap protein dalam susu sapi sebagai zat berbahaya.
Akibatnya, tubuh memicu reaksi peradangan pada saluran cerna yang dapat menyebabkan diare. Tidak hanya itu, alergi protein susu sapi juga dapat disertai gejala lain seperti ruam pada kulit, muntah, perut tidak nyaman, hingga feses berlendir atau bercampur darah.
Gejala alergi pada setiap bayi bisa berbeda-beda. Ada yang langsung muncul setelah minum susu formula, tetapi ada juga yang baru terlihat beberapa jam hingga beberapa hari kemudian.
Penyimpanan dan cara penyajian susu yang kurang higienis
Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah cara menyimpan dan menyiapkan susu formula. Botol susu yang tidak steril, air yang kurang bersih, atau susu yang dibuat tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko infeksi pada saluran pencernaan bayi. Infeksi tersebut bisa menyebabkan peradangan di usus sehingga memicu diare.
Mama perlu memastikan susu formula disiapkan secara higienis, mulai dari mencuci tangan sebelum membuat susu, memastikan botol steril, hingga menggunakan takaran susu sesuai petunjuk agar kesehatan pencernaan si Kecil tetap terjaga.
Seberapa Parah Diare setelah Minum Susu Formula?

Tingkat keparahan diare pada bayi setelah mengonsumsi susu formula dapat berbeda-beda, tergantung penyebab yang mendasarinya. Jika dipicu oleh intoleransi laktosa, bayi biasanya mengalami gejala seperti perut kembung, sering buang gas, rewel karena merasa tidak nyaman di area perut, BAB berbau asam, hingga area sekitar anus tampak kemerahan.
Sementara itu, pada bayi yang mengalami alergi protein susu sapi, gejala dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa hari setelah mengonsumsi susu formula, tergantung jenis reaksinya. Diare akibat alergi juga bisa disertai keluhan lain seperti ruam kulit, muntah, atau bahkan feses berdarah.
Ciri-Ciri Bayi Diare karena Susu Formula

- Perut bayi terlihat kembung
Ketidakcocokan terhadap susu formula sering membuat gas menumpuk di dalam perut bayi sehingga perut tampak lebih besar dan terasa keras. - Bayi lebih sering buang gas
Selain kembung, si Kecil juga bisa jadi lebih sering kentut akibat banyaknya udara dan gas di saluran cerna. - Frekuensi BAB meningkat
Bayi yang minum susu formula umumnya BAB sekitar 1–2 kali sehari. Namun jika BAB menjadi lebih dari tiga kali dengan tekstur cair, kondisi ini bisa mengarah pada diare. - Tekstur feses lebih encer
Feses bayi mungkin terlihat lebih cair dan lembek dari biasanya. Pada beberapa kasus, kondisi ini berlangsung selama beberapa hari. - Feses disertai darah
Adanya bercak darah pada feses dapat menjadi tanda peradangan pada usus akibat alergi protein susu sapi atau infeksi tertentu. - Feses berlendir dan berwarna hijau
BAB berlendir menyerupai ingus juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan. Warna hijau sendiri dapat dipengaruhi kandungan zat besi dalam susu formula atau infeksi saluran cerna. - BAB berbau menyengat
Feses bayi bisa mengeluarkan bau asam atau sangat tajam karena proses pencernaan laktosa yang tidak optimal. - Muncul ruam popok
Diare yang terjadi terus-menerus membuat area popok menjadi lembap sehingga risiko ruam popok meningkat.
Cara Mengatasi Bayi Diare karena Susu Formula

Konsultasikan ke dokter
Mama disarankan segera memeriksakan kondisi bayi untuk mengetahui penyebab pastinya. Dokter biasanya akan mengevaluasi apakah diare disebabkan intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, atau faktor lainnya.Mengganti jenis susu formula
Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan penggantian susu formula sesuai kondisi bayi, misalnya susu bebas laktosa untuk bayi intoleransi laktosa, susu dengan protein terhidrolisis parsial (partially hydrolyzed protein/PHP), atau susu formula khusus non-susu sapi. Penggantian susu sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.
Waspadai Tanda Bahaya Diare pada Bayi

Diare pada bayi tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit sehingga memicu dehidrasi. Mama perlu segera membawa si Kecil ke dokter apabila diare disertai muntah terus-menerus, demam, BAB berdarah, tubuh tampak lemas, tidak mau menyusu, atau terlihat kesakitan dan rewel.
Selain itu, perhatikan juga tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, tidak keluar air mata saat menangis, frekuensi buang air kecil berkurang, kulit tampak lebih kering, hingga bayi menjadi lebih sering mengantuk dan sulit dibangunkan. Penanganan yang cepat sangat penting agar kondisi bayi tidak semakin memburuk.
Nah, itu dia penjelasan tentang apakah susu bayi bisa menyebabkan diare. Apakah si Kecil pernah punya pengalaman serupa, Ma?



















